<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869</id><updated>2012-01-12T00:01:18.636+07:00</updated><title type='text'>Batik Adalah Identitas</title><subtitle type='html'>Praktek bisnis, kiat usaha, human interest</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>235</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-8064638029286743507</id><published>2011-12-26T15:16:00.000+07:00</published><updated>2011-12-26T15:16:36.622+07:00</updated><title type='text'>Antara Nilai Filosofis Batik Tradisional dan Inovasi Batik Modern</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Dalam sebuah pementasan wayang nilai filosofis sebuah cerita sebagian besar disampaikan dalam bentuk ujaran dan gerakan . Dalam pelantunan lagu macapat nilai filisofis disampaikan dalam bentuk lirik dan lagu. Dalam sehelai batik tiap goresan canthing adalah lukisan penuh makna dari sang pembatik. Tiap motif adalah simbolisasi dari sebuah peristiwa besar yang dituangkan dalam bentuk gambar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Batik selama beberapa tahun terakhir seolah-olah mengalami suatu masa reinassance. Pakaian batik yang sebelumnya hanya digunakan pada kesempatan-kesempatan tertentu, sekarang menjadi jamak dikenakan dalam berbagai kesempatan. Para designer dan majalah-majalan mode ramai-ramai mengangkat batik sebagai tema utama sehingga booming fashion batik terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan luar biasa terjadi dalam industri batik di berbagai daerah . Kota-kota sentra batik seperti Solo, Yogya, Cirebon, Pekalongan, Lasem menjadi begitu hidup seiring bergeliatnya industri batik dalam negri. Modernisasi terhadap berbagai batik pun terus terjadi berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan barang dan pesaingan bisnis antar produsen batik. Effeknya inovasi-inovasi terus berkembang dan batik terus dimodifikasi dan dimodernisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Di kota Solo dikenal dua jenis batik, yang pertama batik kratonan dan batik saudagaran. Batik Saudagaran adalah batik yang diproduksi oleh para pengusaha batik, misalnya di daerah kauman dan laweyan. Batik yang diperdagangkan bebas dan dipakai oleh orang kebanyakan termasuk dalam batik jenis ini. Yang kedua batik larangan, adalah batik yang hanya boleh digunakan oleh keluarga kerajaan dalam acara-acara tertentu. Keberadaan batik ini tertutup karena hanya boleh dikenakan oleh kalangan tertentu dalam Keraton.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Adapun batik yang sekarang beredar luas dan dianggap merupakan motif larangan sebenarnya belum tentu merupakan batik larangan yang sesungguhnya, karena yang benar-benar mengetahui tentang batik larangan hanyalah keluarga Raja, jelas Quintanova.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan nilai filosofis batik asal Surakarta Drs. Sabar Narimo menjelaskan lebih lanjut tentang hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Gagrag Surakarta Hadiningrat adalah sebutan motif batik asal Kraton Surakarta Hadiningrat. Terdapat sekitar 317 motif yang berasal dari wilayah Kraton Surakarta, itu belum termasuk motif batik pada kain jarit yang saat ini banyak diangkat untuk batik-batik modern.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menciptakan sebuah motif batik, sang pembuat batik menjalani proses yang dinamakan lelaku dimana ia merenungi suatu peristiwa dan mengamati keadaan sekitarnya. Hal itu yang menyebabkan tiap lekuk motif batik dan tiap goresan canthing memiliki makna mendalam jika dibedah. Nilai filosofis batik tidak hanya terdapat pada latar belakang sejarah penciptaan suatu motif semata. Nilai pendidikan batik juga tercermin dari cara pemakaian dan waktu pemakaian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Motif batik memiliki nilai eksklusifitas yang berbeda-beda artinya tidak semua orag dapat menggunakan suatu motif batik. Batik larangan adalah sebutan bagi batik yang hanya boleh digunakan oleh keluarga Raja atau bangsawan. Lereng atau Parang adalah salah satu contoh motif larangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa motif batik dan penjelasan singkatnya:&lt;br /&gt;1.  Batik Parang atau lereng menurut pakem nya hanya boleh digunakan oleh sentono dalem ( anak dari ratu). Lereng berasal dari kata mereng (lereng bukit). Sejarah motif ini diawali ketika terjadi pelarian keluarga kerajaan dari Kraton Kartasura. Para keluarga Raja terpaksa bersembunyi di daerah pegunungan agar terhindar dari bahaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3tTlE6qqqxQ/Tvgr3ztVWKI/AAAAAAAABJc/QT_MpgObzmI/s1600/PARANG.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-3tTlE6qqqxQ/Tvgr3ztVWKI/AAAAAAAABJc/QT_MpgObzmI/s320/PARANG.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;2.  Jenis batik Truntum dipakai saat seseorang menggelar pesta hajatan. Motif truntum sendiri ditemukan oleh Istri dari Pakubuwana V. Saat itu beliau sedang menjalani hukuman karena melanggar peraturan kerajaan. Pada suatu malam beliau merenung dan memandangi langit berbintang yang ada di angkasa kemudian beliau menuangkan apa yang dia lihat dengan chanthing sehingga menjadi motif batik truntum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-p5MXvB_wrLs/TvgsDxJ9cII/AAAAAAAABJo/rhUp53_nvBU/s1600/truntum.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="224" src="http://1.bp.blogspot.com/-p5MXvB_wrLs/TvgsDxJ9cII/AAAAAAAABJo/rhUp53_nvBU/s320/truntum.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;3.  Batik Sido Mukti dipakai oleh pasangan pengantin. Sida mukti sendiri melambangakan sebuah harapan, jadi seketika sepasang pengantin menggunakan kain sidamukti maka muncul keinginan untuk mencapai kehidupan baru yang berhasil atau dalam bahasa jawa disebut mukti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JY28f-fjZNQ/TvgsLo3urzI/AAAAAAAABJ0/oRXSaru5yJc/s1600/Sido+Mukti.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-JY28f-fjZNQ/TvgsLo3urzI/AAAAAAAABJ0/oRXSaru5yJc/s1600/Sido+Mukti.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;4. Batik Sido Drajad dipakai oleh besan ketika upacara pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-tM6nm-BzlSw/TvgsVcJqCSI/AAAAAAAABKA/20APG-Gm_pA/s1600/Sido+Drajad.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-tM6nm-BzlSw/TvgsVcJqCSI/AAAAAAAABKA/20APG-Gm_pA/s320/Sido+Drajad.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Cara pemakaian batik juga memiliki nilai pendidikan tersendiri, berikut adalah beberapa uraian dari cara pemakaian kain batik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak-anak batik dipakai dengan cara sabuk wolo. Pemakaian jenis ini memungkinkan anak-anak untuk bergerak bebas. Secara filosofis pemakaian sabuk wolo diartikan bebas moral, sesuai dengan jiwa anak-anak yang masih bebas dan belum dewasa dan belum memiliki tanggungjawab moral di dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika beranjak remaja maka seseorang tidak lagi mengenakan batik dengan cara sabuk wolo melainkan dengan jarit. Panjang jarit yang dipakai memiliki arti tersendiri. Seamakin pajang jarit maka semakin tinggi derajad seseorang dalam masyarakat. Semakin pendek jarit maka semakin rendah pula strata sosial orang tersebut dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi dewasa pemakaian batik memiliki pakem tersendiri antara laki-laki dan perempuan. Pada laki-laki wiru diletakkan di sebelah kiri. Sedangkan pada wanita wiru diletakkan di sebelah kanan, yang berarti nengeni. Artinya seorang putri tidak boleh melanggar kehendak suami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Batik Modern&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin selama ini masyarakat masih rancu dengan apa yang disebut dengan batik modern. Quintanova, salah satu pengamat batik sekaligus panitia SBC, menjelaskan istilah modern dalam konteks batik dapat dilihat dari beberapa segi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama modern dalam arti motif dan yang kedua modern dalam teknis pembuatan. Contoh modernisasi motif diantaranya memadukan dua motif batik dalam satu kain misalnya perpaduan antara lereng dengan kawung menjadi motif lereng-kawung. Batik kontemporer bahkan mengaplikasikan motif-motif modern atau bahkan abstrak dalam kain yang diproses dengan teknis pembuatan batik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Modern yang kedua adalah dalam hal teknis. Batik printing adalah salah satu bentuk modenisasi teknis pembuatan batik. Namun istilah batik printing yang dikenal masyarakat sebenarnya bukan termasuk batik karena tidak melalui tahapan pembuatan batik. Proses pembuatan batik secara singkat harus melalui beberapa tahap, penggambaran motif, pelapisan dengan malam, pewarnaan, dan terakhir proses lorot (penghilangan malam). Tanpa proses tersebut sebuah kain tidak bisa dikatakan batik tetapi hanya tekstil yang bermotif batik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Inovasi lain dalam hal teknis pembuatan adalah dengan printing malam seperti yang dilakukan di Desa Wisata Batik Kliwonan dimana malam yang panas dicetak pada sebuah kain secara massal. Dengan proses ini dimungkinkan membuat batik dengan jumlah besar dan dalam waktu singkat tetapi tidak menyimpang dari aturan proses pembuatan batik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Perlu Inovasi agar batik bisa bertahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini senada dengan yang diungkapkan Arifatul Uliana, putri Solo tahun2009, batik modern merupakan usaha agar batik lebih memasyarakat. Demi menjangkau konsumen kaum muda batik yang modern keberadaan batik modern memang sangat perlu. Dengan motif yang bervariasi maka kaum muda tidak lagi enggan menggenakan kain batik dan perlahan-lahan stereotype batik sebagai pakain untuk yang lebih “senior” bisa terkikis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Menurut Uli pakem filosofis batik tidak harus dikorbakan walaupun proses modernisasi terus terjadi. Nilai filosofis batik bisa dipertahankan dengan menciptakan motif baru dengan pakem-pakem yang sudah ada. Tanpa variasi dan modernisasi batik akan terkesan monoton, dan tidak bisa bertahan membudaya sampai saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Edukasi Pertahankan Nilai Filosofis Batik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Para pencipta motif batik baru perlu lebih berhati-hati dalam menuangkan kreasinya, paling tidak seorang creator motif batik memiliki pengetahuan dan literature tentang batik-batik terdahulu. Agar motif batik yang diciptakan tidak menyalahi aturan dan pakem yang telah ada.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Batik yang saat ini menjadi trend mode sesunguhnya adalah suatu modal untuk memperkenalkan sejarah dan filosofis batik pada masyarakat. Edukasi budaya diperlukan agar ketika seseorang mengenakan batik dia tidak hanya mengenakannya dengan alasan trend fashion semata tetapi dengan diiringi kesadaran bahwa batik adalah warisan budaya yang patut untuk dilestarikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Upaya edukasi nilai filosofis batik dapat dilakukan dengan membawa batik ke sekolah baik dalam bentuk pelajaran intrakulikuler ataupun ekstrakulikuler. Dengan upaya tersebut generasi muda khususnya pelajar menjadi mengenal batik secara lebih mendalam. Sehingga di masa depan batik tetap berjaya. Pameran batik yang digelar perlu lebih menekankan pada pengenalan nilai sejarah batik, tidak hanya pengenalan sekilas tentang kain batik saja tanpa ada tidak lanjut yang lebih mendalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai aset budaya yang tak ternilai harganya hilang bersama hilangnya kepedulian kita untuk nguri-uri budaya sendiri.Dengan usaha-usaha tersebut booming trend batik tidak akan luntur seiring bergantinya trend busana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Helvetica-Neue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;sumber: &lt;a href="http://vitoz89.wordpress.com/2009/07/16/antara-nilai-filosofis-batik-tradisional-dan-inovasi-batik-modern/"&gt;vitoz89&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-8064638029286743507?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/8064638029286743507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/12/antara-nilai-filosofis-batik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8064638029286743507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8064638029286743507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/12/antara-nilai-filosofis-batik.html' title='Antara Nilai Filosofis Batik Tradisional dan Inovasi Batik Modern'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3tTlE6qqqxQ/Tvgr3ztVWKI/AAAAAAAABJc/QT_MpgObzmI/s72-c/PARANG.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-1565055989390851709</id><published>2011-11-24T15:40:00.001+07:00</published><updated>2011-11-24T15:51:14.122+07:00</updated><title type='text'>Batik Penghias Kota</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Lain padang, lain belalang. Ungkapan itu sangat tepat menyimpulkann cara masyarakat di daerah penghasil batik menunjukkan kebanggan terhadap batik khas hasil daerahnya masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BGahCtaYG_M/Ts4DZGpI1RI/AAAAAAAABJI/jdaMeQsKHcA/s1600/Batik-Penghias-Kota-01.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="123" src="http://2.bp.blogspot.com/-BGahCtaYG_M/Ts4DZGpI1RI/AAAAAAAABJI/jdaMeQsKHcA/s400/Batik-Penghias-Kota-01.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Pekalongan&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;Masyarakat di kota pesisiran ini mengaplikasikan motif batik nyaris di seluruh kota. Tembok pembatas halaman, hingga becak. Segera semua terlihat jelas ketika kita memasuki kota.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Sn-eatcsHss/Ts4DajCmKfI/AAAAAAAABJQ/riyaAYrqW-g/s1600/Batik-Penghias-Kota-02.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="123" src="http://1.bp.blogspot.com/-Sn-eatcsHss/Ts4DajCmKfI/AAAAAAAABJQ/riyaAYrqW-g/s400/Batik-Penghias-Kota-02.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Madura&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Warna-warna terang dan pola kontemporer batik Madura nyaris berhamburan di seluruh kota besar madura. Dinding bangunan, tembok pembatas, dan gapura menjadi sarana mengimplementasi motif batik khas daerah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #818285; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-72XQ9nizvug/Ts4DYIquxLI/AAAAAAAABJA/LE6z4RkTICE/s1600/Batik-Penghias-Kota-03.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="http://2.bp.blogspot.com/-72XQ9nizvug/Ts4DYIquxLI/AAAAAAAABJA/LE6z4RkTICE/s400/Batik-Penghias-Kota-03.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Solo&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="node" id="node-83" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="content" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Tergolong sebagai kota besar di Pulau Jawa, pemerintah Solo sangat menyadari potensi budaya yang dimiliki daerah ini. Alih-alih membiarkan masyarakat menghiasi kota dengan graffiti bermotif batik, pemerintah mengolah motif batik menjadi elemen penghias kota. Motif Kawung dijadikan penghias tempat sampah dan canting distilir menjadi lampu kota. Indah bukan...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #818285; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #818285; text-align: left;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.batikcintaku.com/node/83"&gt;batikcintaku&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-1565055989390851709?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/1565055989390851709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/11/batik-penghias-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/1565055989390851709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/1565055989390851709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/11/batik-penghias-kota.html' title='Batik Penghias Kota'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-BGahCtaYG_M/Ts4DZGpI1RI/AAAAAAAABJI/jdaMeQsKHcA/s72-c/Batik-Penghias-Kota-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-8248725491474469132</id><published>2011-11-16T15:05:00.001+07:00</published><updated>2011-11-16T15:38:05.401+07:00</updated><title type='text'>Makna Di Balik Motif Batik Solo</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Batik Solo mengeluarkan aura megah dan kesan anggun. Tidak semata-matakarena paduan warna dan lekuk motifnya, melainkan makna yang terkandungdi balik setiap motif itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah, hanya di wilayah Jawa,tepatnya di Solo dan Jogjakarta, batik masuk ke ranah kekuasaan.Motif-motif batik khusus dibuat untuk raja dan kalangan keraton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain motif, warna soga (kecoklatan) yang menjadi ciri khas batikSolo, dan kemudian disebut sebagai batik Sogan ini, memiliki arti“kerendahan hati, bersahaja” menandakan kedekatan dengan bumi, alam,yang secara sosial bermakna dekat dengan rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara beragam motif yang ada, ditemukan lima motif khas batik Solo, yang menarik untuk diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--PXB3rw0r-0/TsNvdD7TxNI/AAAAAAAABIU/WxQQi1JcUuU/s1600/Sido-Asih.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/--PXB3rw0r-0/TsNvdD7TxNI/AAAAAAAABIU/WxQQi1JcUuU/s400/Sido-Asih.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sido Asih&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Motif geometris berpola dasar bentuk-bentuk segi empat ini memilikiarti keluhuran. Saat mengenakan kain Sido Asih, berarti seseorangmengharapkan kebahagiaan hidup. Motif ini dikembangkan setelah masapemerintahan SISKS (Sampeyan dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan) Pakoe Boewono IV&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: small;"&gt;di keraton Surakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9Oe7odg7jnk/TsNvkAmoX-I/AAAAAAAABIs/Y7DygytkKAM/s1600/Ratu-Ratih.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-9Oe7odg7jnk/TsNvkAmoX-I/AAAAAAAABIs/Y7DygytkKAM/s400/Ratu-Ratih.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Ratu Ratih&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Nama motif ini diambil dari kata "Ratu Patih" yang berarti seorang rajayang memerintah didampingi oleh perdana menterinya, karena usia yangmasih sangat muda. Motif batik yang menggambarkan kemuliaan, danhubungan penggunanya dengan alam sekitar ini, mulai dibuat pada masapemerintahan SISKS Pakoe Boewono VI di tahun 1824&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QtE5JHJPLwk/TsNvh3TmGRI/AAAAAAAABIk/tubuCB1wlA0/s1600/Parang-Kusuma.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-QtE5JHJPLwk/TsNvh3TmGRI/AAAAAAAABIk/tubuCB1wlA0/s400/Parang-Kusuma.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Parang Kusumo&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Parang adalah motif diagonal, berupa garis berlekuk-lekuk dari sisiatas ke sisi bawah kain. Sedangkan Kusumo berarti bunga. Motif ParangKusuma ini menjelaskan penggunanya memiliki darah raja (keturunan raja)atau disebut sebagai Darah Dalem. Motif batik ini berkembang pada masapemerintahan Ingkang Panembahan Senopati di Kerajaan Mataram pada abadke-16.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-zF-U_J1C998/TsNve0x3E5I/AAAAAAAABIc/XretGJRga_4/s1600/Bokor-Kencana.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-zF-U_J1C998/TsNve0x3E5I/AAAAAAAABIc/XretGJRga_4/s400/Bokor-Kencana.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Bokor Kencono&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Sebuah motif geometris berpola dasar berbentuk lung-lungan yangmempunyai makna harapan dan keagungan, kewibawaan. Motif ini untukpertama kalinya dibuat untuk dikenakan PB XI.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--b1TvB9RWkA/TsNvWwPXUuI/AAAAAAAABIM/xbBUJLgBSE0/s1600/Sekar-Jagad.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/--b1TvB9RWkA/TsNvWwPXUuI/AAAAAAAABIM/xbBUJLgBSE0/s400/Sekar-Jagad.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sekar Jagad&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sekar berarti bunga dan Jagad adalah dunia. Paduan kata yang tercermindari nama motif ini adalah “kumpulan bunga sedunia”. Motif inimerupakan perulangan geometris dengan cara ceplok (dipasangkanbersisian), yang mengandung arti keindahan dan keluhuran kehidupan didunia. Motif ini mulai berkembang sejak abad ke-18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://www.batikcintaku.com/node/70"&gt;batikcintaku&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-8248725491474469132?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/8248725491474469132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/11/makna-di-balik-motif-batik-solo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8248725491474469132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8248725491474469132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/11/makna-di-balik-motif-batik-solo.html' title='Makna Di Balik Motif Batik Solo'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--PXB3rw0r-0/TsNvdD7TxNI/AAAAAAAABIU/WxQQi1JcUuU/s72-c/Sido-Asih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-2491884090547543802</id><published>2011-10-05T17:00:00.002+07:00</published><updated>2011-10-06T13:53:21.541+07:00</updated><title type='text'>Sabun untuk Merawat Batik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',Trebuchet,Verdana,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Bagaimana agar busana batik anda tetap berwarna prima dan tidak kusam untuk waktu yang lama?&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',Trebuchet,Verdana,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',Trebuchet,Verdana,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Tentu saja jawabannya adalah pada perawatannya. Dan perawatan terpenting pada pakaian adalah bagaimana cara mencucinya, sabun apa yang dipergunakan, dan bagaimana cara pengeringannya pasca dicuci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',Trebuchet,Verdana,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fosSZvGFFYE/TowpQttH8UI/AAAAAAAABHQ/3_jvLN0rjUE/s1600/041020114100.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="285" src="http://4.bp.blogspot.com/-fosSZvGFFYE/TowpQttH8UI/AAAAAAAABHQ/3_jvLN0rjUE/s320/041020114100.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',Trebuchet,Verdana,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',Trebuchet,Verdana,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Untuk pakaian batik sangat dianjurkan TIDAK menggunakan deterjen ketika mencuci. Deterjen tidak cocok untuk baju batik dan baju-baju bagus yang lain. Disamping itu deterjen juga merusak lingkungan karena mengandung bahan kimia seperti fosfat, silikat, dan pewarna yang berbahaya bagi kelestarian air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',Trebuchet,Verdana,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IOXU1j5MqfI/Towppuoxr7I/AAAAAAAABHU/LNkQb00wv7k/s1600/041020114104%2527.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-IOXU1j5MqfI/Towppuoxr7I/AAAAAAAABHU/LNkQb00wv7k/s320/041020114104%2527.jpg" width="203" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',Trebuchet,Verdana,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Supaya pakaian batik tetap awet, tidak kusam, dan tahan lama kami perkenalkan Sabun Perawatan Batik NOC.. Sabun ini memakai Sapindus Rarak de Candole atau populer dengan sebutan Lerak alias Lamuran sebagai bahan baku.&amp;nbsp;Lerak adalah pohon dengan kualitas kayu yang setara dengan kayu jati dan banyak tumbuh di pulau Jawa dan Sumatra.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Biji pohon Lerak mengandung Saponin yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci dan pembersih.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bGXUByYufz8/TowpqbB5epI/AAAAAAAABHY/ge5Y7AnHrDg/s1600/041020114101%2527.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-bGXUByYufz8/TowpqbB5epI/AAAAAAAABHY/ge5Y7AnHrDg/s320/041020114101%2527.jpg" width="202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',Trebuchet,Verdana,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Sabun Lerak tak hanya ramah lingkungan, tapi juga ampuh membersihkan kotoran dan mengawetkan warna pakaian. Sabun Lerak paling cocok untuk mencuci kain batik guna menjaga kualitas warna dan kain. Sabun Lerak juga sangat bagus dipakai untuk mencuci kain berwarna non batik agar tidak mudah kusam. Sabun lerak NOC berbentuk cair sehingga sangat mudah dan praktis penggunaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',Trebuchet,Verdana,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',Trebuchet,Verdana,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Untuk info lebih lanjut silahkan kontak 0815 8940 350&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',Trebuchet,Verdana,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Harga eceran Rp 20.000, isi: 250 ml&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS',Trebuchet,Verdana,sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Untuk reseller kami beri diskon 31,25 %.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-2491884090547543802?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/2491884090547543802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/10/sabun-untuk-merawat-batik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/2491884090547543802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/2491884090547543802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/10/sabun-untuk-merawat-batik.html' title='Sabun untuk Merawat Batik'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fosSZvGFFYE/TowpQttH8UI/AAAAAAAABHQ/3_jvLN0rjUE/s72-c/041020114100.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-7669079328719029511</id><published>2011-08-09T15:01:00.001+07:00</published><updated>2011-08-09T15:02:25.681+07:00</updated><title type='text'>Pemrov NTB Patenkan Batik Sasambo</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-aEm_STVk4dE/TkDou_faHCI/AAAAAAAABHA/XODqMeMfPo0/s1600/motif-batik-sasambo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://3.bp.blogspot.com/-aEm_STVk4dE/TkDou_faHCI/AAAAAAAABHA/XODqMeMfPo0/s320/motif-batik-sasambo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #171717; font-family: inherit; line-height: 16px;"&gt;Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan segera mempatenkan batik khas suku Sasak Samawa dan Mbojo, yang biasa disingkat SaSaMbo, agar tidak diakui pihak lain.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat, Lalu Imam Maliki, di Mataram, Senin, mengatakan, pihaknya segera mengurus hak paten batik SaSaMbo untuk menangkal peredaran batik SaSaMbo tiruan atau kemungkinan adanya produksi dari luar NTB.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;"Seperti yang diinginkan gubernur, seluruh satuan kerja perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi NTB wajib menggunakan batik SaSaMbo produksi lokal. Kalau pakai produksi luar sama saja dengan membuat orang lain kaya," ujarnya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Imam belum mengetahui secara pasti peredaran batik SaSaMbo yang diproduksi di luar daerah.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Namun, kata dia, apabila ada daerah lain yang memproduksi batik SaSaMbo, maka NTB dapat dikatakan kecolongan.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Salah satu aset yang baru saja digagas dan menjadi ciri khas NTB ini patut dijaga dengan baik karena bertujuan untuk mengangkat pendapatan masyarakat di daerah.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Maliki mengatakan, pihaknya sudah mendapat banyak masukan untuk mendaftarkan hak paten batik SaSaMbo di Kementerian Hukum dan HAM.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Untuk mewujudkannya, kata dia, pihaknya masih harus mencari satu desain pakem yang merupakan identitas dari SaSaMbo.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;"Itu yang masih kami diskusikan, memang sampai sekarang, batik SaSaMbo masih belum punya ciri khas baik dari motif maupun desain yang khas. Seperti batik Keris dari Yogyakarta," ujarnya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Menurut dia, untuk memutuskan motif dan desain pakem yang akan didaftarkan hak patennya tidak gampang karena apa yang tergambar dalam motif dan desain tersebut merupakan representasi dari tiga etnis yang ada di NTB yaitu Sasak (nama suku di Pulau Lombok) dan Samawa serta Mbojo (nama suku di Pulau Sumbawa).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #171717; font-family: inherit; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #171717; font-family: inherit; line-height: 16px;"&gt;Oleh sebab itu, kata dia, upaya mempatenkan batik SaSaMbo membutuhkan waktu relatif lama karena harus mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat, seniman, budayawan untuk dimintai pendapatnya soal motif dan desain yang benar-benar sesuai dengan harapan seluruh masyarakat NTB.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;"Motif batik harus mencerminkan nilai-nilai budaya. Makanya, kami perlu mendengar masukan dari berbagai kalangan," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #171717; font-family: arial, verdana; font-size: 12px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #171717; font-family: arial, verdana; font-size: 12px; line-height: 16px;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/11/06/27/lng8wg-cegah-pencurian-pemprov-ntb-patenkan-batik-sasambo"&gt;Republika&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-7669079328719029511?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/7669079328719029511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/08/pemrov-ntb-patenkan-batik-sasambo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/7669079328719029511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/7669079328719029511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/08/pemrov-ntb-patenkan-batik-sasambo.html' title='Pemrov NTB Patenkan Batik Sasambo'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-aEm_STVk4dE/TkDou_faHCI/AAAAAAAABHA/XODqMeMfPo0/s72-c/motif-batik-sasambo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-2642458717805850391</id><published>2011-08-09T14:46:00.002+07:00</published><updated>2011-08-09T14:53:06.743+07:00</updated><title type='text'>Gerakan Shalat yang Benar Ternyata Menyehatkan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;9 Ramadhan 1432 H&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8r0gVNPNAjw/TkDk59aT-mI/AAAAAAAABG8/pIJcmXdYtq0/s1600/shalat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://3.bp.blogspot.com/-8r0gVNPNAjw/TkDk59aT-mI/AAAAAAAABG8/pIJcmXdYtq0/s320/shalat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, verdana; font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ibadah shalat, pada hakekatnya terdiri dari tiga unsur. Yakni, gerakan shalat, bacaan doa, dan kekhusyukan hati menjalankan ibadah shalat yang ditandai pemahaman arti doa atau ayat suci yang diucapkan. Ketiga unsur tersebut, menjadi satu rangkaian yang tak bisa dipisahkan dalam menjalankan ibadah shalat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;Namun dari ketiga unsur yang terdapat dalam shalat tersebut, unsur gerakan ternyata tak hanya memiliki makna sebagai gerakan ibadah. Staf pengajar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr Sagiran Mkes SpB, telah melakukan serangkaian penelitian mengenai masalah gerakan shalat. Hasilnya, ternyata setiap tahapan yang berlangsung dalam ibadah shalat, memberi manfaat kesehatan bagi orang yang melaksanakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;''Tapi tentunya bila setiap tahapan gerakan ibadah shalat yang dilaksanakan, sesuai dengan tuntunannya. Kalau tidak sesuai, saya tidak tahu apakah ada manfaatnya atau tidak, karena saya tidak meneliti gerakan shalat yang tidak sesuai dengan tuntunan,'' kata penulis buku '&amp;nbsp;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Mukjizat Gerakan Shalat&lt;/em&gt;', saat tampil sebagai pembicara seminar di Masjid Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Purwokerto, Ahad (7/8).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Seminar yang diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan keagamaan di Bulan Suci Ramadhan ini, diselenggarakan oleh DDII Kabupaten Banyumas, LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dan Majelis Dhuhaa Banyumas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;''Saya menguraikan manfaat dari gerakan shalat, bukan berarti menganjurkan orang melaksanakan shalat agar menjadi sehat. Bukan seperti itu. Shalat ada tetap merupakan kewajiban ibadah seorang muslim yang harus dilaksanakan. Saya hanya hendak mengungkapkan bahwa gerakan shalat, secara tidak langsung memiliki makna kesehatan bagi orang yang melaksanakannya,'' kata dr Sagiran Mkes SpB, staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Sagiran menyebutkan, sejak awal shalat yang ditandai dengan '&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Takbiratul Ihram&lt;/em&gt;' hingga '&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Salam&lt;/em&gt;' yang mengahiri rangkaian ibadah shalat, seluruhnya merupakan memiliki rangkaian gerakan ibadah yang memberi manfaat bagi kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dalam&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;Takbiratul Ihram&lt;/em&gt;&amp;nbsp;yang ditandai dengan mengangkat kedua telapak tangan hingga keduanya sejajar dengan telinga kanan-kiri, memberi manfaat kesehatan pada organ tubuh paru-paru, sekat ringga dada dan kelenjar getah bening.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Menurut Sagiran, saat tangan terangkat maka rusuk akan ikut terangkat sehingga menimbulkan pelebaran rongga dada. Pada saat itu, mestinya udara nafas akan masuk. Tapi bersamaan dengan itu, orang yang akan memulai shalat ternyata harus mengucapkan Allahu Akbar, sehingga memaksa udara harus mengalir keluar. Hal ini menyebabkan sekat rongga dada (diafragma) menjadi terlatih&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, verdana; font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Selain itu, ketika tangan terangkat maka ketiak pun akan terbuka. Padahal ketiak merupakan induk atau stasiun dari peredaran kelenjar getah bening (limfe) di seluruh tubuh. Dengan gerakan takbir yang berulang-ulang dalam gerakan shalat, maka secara tidak langsung melakukan&amp;nbsp;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;active pumping&lt;/em&gt;&amp;nbsp;kelenjar getah bening ke seluruh tubuh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Setelah&amp;nbsp;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;takbiratul ihram&lt;/em&gt;, maka kemudian kedua telapak tangan akan diletakkan di atas dada. Bukan diletakkan di perut. Dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas dada, maka bahu kanan-kiri otomatis akan terangkat dan ketiak sebagai stasiun peredaran limfe akan tetap terbuka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dalam gerakan ruku, yang benar posisi punggung, leher dan kepala harus membentuk haris horisontal. Dengan posisi ini, berat badan bergeser ke depan, sehingga terjadi relaksasi atau peregangan ruas tulang belakang. Relaksasi ini sangat bermanfaat untuk memelihara tulang belakang yang selalu terkompresi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;''Tapi adanya relaksasi ruas tulang belakang ini hanya dialami bagi orang yang melaksanakan ruku dalam waktu yang cukup. Bagi orang yang shalatnya dilaksanakan dengan buru-buru, manfaatnya mungkin tidak akan terlalu terasa,'' kata dr Sagiran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dalam gerakan sujud, memberi manfaat bagi daya tahan pembuluh darah di otak. Menurutnya, posisi kepala yang lebih rendah dari jangtung, menyebabkan darah menumpul di pembuluh darah otak. Hal ini secara tidak langsung melatih pembuluh darah di otak seorang muslim, agar tidak mudah terserang stroke. ''Jadi bisa dikatakan, gerakan sujud ini merupakan gerakan anti stroke,'' katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kemudian, gerakan duduk di antara dua sujud, ternyata memperkuat jantung berikut sistem sirkulasi darah di seluruh bagian tubuh. Sagiran mengaku, saat seorang muslim yang melaksanakan ibadah shalat berada dalam posisi duduk di antara dua sujud, ternyata aliran darah seseorang tidak akan sampai ke bagian kedua kaki bagian bawah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;''Saat saya ukur, saturasi darah pada jari kaki orang yang sedang duduk di antara kedua sujud, ternyata nol. Denyut nadi tidak terasa sama sekali, saat orang dalam posisi duduk seperti ini,'' jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Hal ini ternyata secara tidak langsung melatih jantung berikut urat-urat nadi seseorang. ''Seperti air kran yang mengalir melalui selang, bila selang secara berulang-ulang dipencet-dibuka berulang-ulang, secara tidak langsung hal ini akan membuat selang menjadi lebih elastis, sekaligus membersihkan kotoran yang terdapat dalam selang,'' katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Terakhir, gerakan salam yang ditandai dengan menolah ke kanan dan ke kiri hingga kedua pipi terlihat oleh orang yang berada di belakangnya, ternyata menimbulkan relaksasi pada otot dan tulang leher. Di leher, terdapat banyak sekali jaringan sistem syaraf dan juga pembuluh darah yang menghubungkan kepala dan baguan badan. ''Gerakan salam ini, secara tidak langsung akan menghindarkan seseorang untuk mengalami ganggian syaraf,'' jelasnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #171717; line-height: 16px; margin-bottom: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; padding-right: 0px !important; padding-top: 0px !important; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, verdana; font-size: 12px;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/11/08/08/lplo1n-hasil-riset-gerakan-shalat-yang-benar-ternyata-menyehatkan"&gt;Republika&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-2642458717805850391?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/2642458717805850391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/08/gerakan-shalat-yang-benar-ternyata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/2642458717805850391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/2642458717805850391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/08/gerakan-shalat-yang-benar-ternyata.html' title='Gerakan Shalat yang Benar Ternyata Menyehatkan'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8r0gVNPNAjw/TkDk59aT-mI/AAAAAAAABG8/pIJcmXdYtq0/s72-c/shalat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-5242004051319607305</id><published>2011-07-14T09:43:00.002+07:00</published><updated>2011-07-14T10:02:36.355+07:00</updated><title type='text'>Batik: Definisi dan Sejarahnya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-M9a1QlePFIE/Th5WN_eQTVI/AAAAAAAABG4/MssGvQjQgKs/s1600/hummer+batik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="220" src="http://2.bp.blogspot.com/-M9a1QlePFIE/Th5WN_eQTVI/AAAAAAAABG4/MssGvQjQgKs/s320/hummer+batik.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Batik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan ditemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok&amp;nbsp; semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India&amp;nbsp; dan Jepang&amp;nbsp; semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba&amp;nbsp; di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa teknik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuno membuat batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa. Oleh beberapa penafsir,who? serasah itu ditafsirkan sebagai batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik bersama mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.centralartikel.com/2011/01/batik-jawa-batik-jawa-sejarah-batik.html"&gt;central artikel&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;foto: &lt;a href="http://www.rujiyanto.com/"&gt;rujiyanto.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://nur-alam.blogspot.com/"&gt;nur alam&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-5242004051319607305?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/5242004051319607305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/07/batik-definisi-dan-sejarahnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/5242004051319607305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/5242004051319607305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/07/batik-definisi-dan-sejarahnya.html' title='Batik: Definisi dan Sejarahnya'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-M9a1QlePFIE/Th5WN_eQTVI/AAAAAAAABG4/MssGvQjQgKs/s72-c/hummer+batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-767424332623379291</id><published>2011-06-23T17:40:00.000+07:00</published><updated>2011-06-23T17:40:38.247+07:00</updated><title type='text'>Batik Badminton</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_D_0XkpddDU/TgMX61q8V3I/AAAAAAAABG0/viZAnXgGGH8/s1600/kaos+batik+biru+timnas+bulutangkis+2010.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="220" src="http://3.bp.blogspot.com/-_D_0XkpddDU/TgMX61q8V3I/AAAAAAAABG0/viZAnXgGGH8/s320/kaos+batik+biru+timnas+bulutangkis+2010.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;Pertandingan bulutangkis kelas dunia, Djarum Indonesia Open (DIO) 2011,  menjadi ajang bagi desainer Oscar Lawalata untuk memperkenalkan  rancangan pakaian tradisional khas Indonesia bagi atlet olahraga  tersebut.    Pada tahun ini, para peserta&amp;nbsp; mendapatkan "traditional experience".  Jika tahun lalu peserta diberikan pelajaran dan kesempatan untuk  membatik, tahun ini mereka akan mengenakan baju batik rancangan Oscar  Lawalata, salah satu designer kenamaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;     "Saya membuat sepuluh potong baju, masing-masing lima untuk  perempuan dan laki-laki," ujar Oscar yang ditemui dalam acara jamuan  makan tersebut, Selasa malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, tema rancangan yang menggunakan bahan batik Kudus  tersebut bukan hanya elegan dan sporty, tetapi juga simpel, kasual namun  tetap tampil beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya melakukan riset dulu mengenai fisik calon pemakainya," kata  saudara kandung artis Mario Lawalata yang mengaku mendapat permintaan  untuk merancang busana tersebut sekitar satu setengah bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Sebagai  tuan rumah, tentu kami ingin menjamu dengan baik semua peserta yang  telah jauh-jauh datang ke negara kita. Selain itu, kami ingin mereka  mengetahui sedikit tentang budaya Indonesia, untuk itulah kami membalut  nuansa welcome dinner yang biasanya berkesan western menjadi khas  Indonesia," ujar perwakilan PT Djarum, Roland Halim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oscar  adalah seorang designer yang kerap menggunakan kain-kain khas Indonesia  dalam karyanya. Dengan ratusan klien, dan menjadi salah satu designer  tersukses di Tanah Air, Oscar pun tercatat pernah mengadakan fashion  show batik di Amerika Serikat pada 2009, kemudian pada 2010 dia  mengeluarkan koleksi busana rancangannya dengan bahan dasar tenun ikat.  Untuk para atlet DIO kali ini, Oscar menggunakan batik Kudus sebagai  bahan dasar rancangannya&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;Beberapa atlet yang tampak mengenakan batik pada malam itu adalah  Taufik Hidayat, Lee Chong Wei, Peter Gade, Tine Baun, Lindaweni Fanetri  dan Maria Febe Kusumastuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Peter Gade dan Tine Baun sempat mencoba membuat  shuttlecock. "Saya mungkin baru bisa menyelesaikannya dalam tiga jam,"  kata Peter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.bisnis.com/leisure/mode/28344-oscar-lawalata-rancang-batik-pebulutangkis"&gt;bisniscom&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.antaranews.com/berita/1308667765/oscar-rancang-baju-batik-untuk-pebulu-tangkis?utm_source=twitterfeed&amp;amp;utm_medium=twitter"&gt;antaranews&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;foto: kaskus.com &lt;/span&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-767424332623379291?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/767424332623379291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/06/batik-badminton.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/767424332623379291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/767424332623379291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/06/batik-badminton.html' title='Batik Badminton'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_D_0XkpddDU/TgMX61q8V3I/AAAAAAAABG0/viZAnXgGGH8/s72-c/kaos+batik+biru+timnas+bulutangkis+2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-2103249297081301964</id><published>2011-06-06T08:19:00.001+07:00</published><updated>2011-06-06T08:19:56.427+07:00</updated><title type='text'>Citraan Batik dari Cakrawala</title><content type='html'>&lt;div style="text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eu3TE2DEOKU/TewpqFB5wTI/AAAAAAAABGw/RbkfJgB7UIM/s1600/lukis+batik1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="197" src="http://1.bp.blogspot.com/-eu3TE2DEOKU/TewpqFB5wTI/AAAAAAAABGw/RbkfJgB7UIM/s400/lukis+batik1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;Pelukis asal Inggris mengabadikan lanskap Jawa dan Bali dengan teknik melukis dan teknik batik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;-----------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;Langit itu bak menyemburkan awan hitam. Terasa ada gerak yang kuat memutar pada awan itu, seperti didera kekuatan angin. Warna kelam kontras dengan cahaya benderang putih dan kemerahan yang makin menghasilkan kesan energi yang bergelora. Di bagian bawah, ada hamparan citraan surealistik. Sejumlah alur berbentuk garis zigzag menampilkan refleksi gelora awan hitam di cakrawala, dan alur yang berhiaskan garis-garis yang mirip pola hias batik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;Adalah Sandy Infield yang melukiskan gelora awan hitam itu di atas kanvas dengan teknik batik dan lukisan. Dia memberi judul dua karya yang mirip&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pools in Reflect Mount Merapi Eruption&lt;/i&gt;. Seniman asal Inggris ini terinspirasi dari pemandangan Gunung Merapi dari udara menjelang pendaratan di Bandara Adisutjipto. Dia memamerkan 39 karyanya di Sangkring Art Space Yogyakarta bertajuk �Patterns of Belonging: Homage to Java�, 22 Mei-6 Juni.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;Berbekal naptol dan cat akrilik, Sandy merespons hamparan pegunungan dengan motif batik. Garis-garis dekoratif berupa paduan dua segitiga yang saling mengisi, seperti biasa ditemui di tepian kain batik, dilukis untuk memetakan hamparan sawah dan pegunungan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2wZZm7o4vw4/TewpogvJdSI/AAAAAAAABGs/lgVnihkXpoY/s1600/lukis+batik2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="303" src="http://2.bp.blogspot.com/-2wZZm7o4vw4/TewpogvJdSI/AAAAAAAABGs/lgVnihkXpoY/s320/lukis+batik2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;Model yang sama juga dijumpai dalam karyanya yang lain.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Tengger Masif 2&lt;/i&gt;, misalnya, atau&amp;nbsp;&lt;i&gt;Mount Agung Landscape&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Mount Agung Leaving Bali&lt;/i&gt;. Masing-masing lukisan itu dibuatnya pada tahun yang sama, 2010. Cokelat dan gelap warna gunung berpadu dengan biru lautan, dikombinasikan dengan garis dekoratif batik yang menjadi hamparan daratan. �Semua karya Sandy dibuat di Bali,� kata kurator pameran, Kadek Krishna Adidharma, kepada&amp;nbsp;&lt;i&gt;Tempo&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kemarin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;Bermula pada 2009, Sandy datang ke Yogyakarta untuk belajar bahasa Indonesia. Seniman alumnus Slade School of Fine Art, Inggris, ini&amp;nbsp;berangkat dari Bali menggunakan pesawat terbang. Di atas udara, menjelang mendarat, dia begitu terpesona oleh pemandangan di bawah. Di Yogyakarta, dia banyak berkenalan dengan pembatik, dan menyerap teknik membatik. Sebagai seniman visual, motif batik dan cara pembatik bekerja itulah yang lantas mendorongnya mengkombinasikan dengan lukisannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial; font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial; font-size: 12px;"&gt;Sandy melukis dengan memunculkan gambar serta mengkombinasikan dengan teknik pencelupan warna seperti pada membatik. �Ekspresinya (karya yang dihasilkan) abstrak,� kata Kadek. Dari pengalamannya berkenalan dengan teknik membatik, Sandy menemukan ada satu keterkaitan antara motif batik dan pemandangan (&lt;i&gt;landscape&lt;/i&gt;) alam di Jawa. Hamparan petak-petak sawah, gunung, dan awan yang berarak tak beraturan adalah inspirasi motif-motif batiknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial; font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial; font-size: 12px;"&gt;Citraan yang berbeda pernah dihasilkan Linda Kaun, pelukis asal Amerika Serikat, yang menggunakan teknik batik menghasilkan citraan realis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial; font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 1.6em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-indent: 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, arial; font-size: 12px;"&gt;sumber: &lt;a href="http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/06/06/index.shtml?ArtId=001_022&amp;amp;Search=Y"&gt;Koran Tempo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-2103249297081301964?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/2103249297081301964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/06/citraan-batik-dari-cakrawala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/2103249297081301964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/2103249297081301964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/06/citraan-batik-dari-cakrawala.html' title='Citraan Batik dari Cakrawala'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-eu3TE2DEOKU/TewpqFB5wTI/AAAAAAAABGw/RbkfJgB7UIM/s72-c/lukis+batik1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-4176038823385473612</id><published>2011-06-04T16:29:00.003+07:00</published><updated>2011-06-04T16:47:31.189+07:00</updated><title type='text'>Batik Gentongan Menyiasati Zaman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3Jzsgya7QmI/Ten6P9SDz_I/AAAAAAAABGk/DodNa0thdc4/s1600/batik+gentongan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-3Jzsgya7QmI/Ten6P9SDz_I/AAAAAAAABGk/DodNa0thdc4/s400/batik+gentongan.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tarimah (70) membawa selembar kain batik yang sudah selesai  diberi malam. Badannya yang bungkuk berjalan pelan-pelan menyusuri  lorong kecil di samping rumahnya. Langkah kakinya terdengar berat  menapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui lorong tadi, Tarimah  menuju ke bagian depan rumahnya yang berada di Desa Paseseh, Kabupaten  Bangkalan, Madura. Di situ terdapat bilik kecil berukuran sekitar 2  meter x 1,5 meter persegi yang terbuat dari tripleks tanpa jendela.  Begitu pintu dibuka, secercah cahaya menerangi ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarimah  masuk ke dalam bilik lalu mulai mencelupkan kain yang dibawanya ke dalam  sebuah gentong kecil terbuat dari batu kali. Gentong itu usianya sudah  lebih dari 100 tahun, jauh lebih tua dari usia Tarimah sendiri. Menurut  Mahrufah (35), anak Tarimah, gentong itu peninggalan nenek Tarimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paseseh  adalah salah satu desa di Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan. Sejak lama  masyarakat Tanjungbumi  secara turun temurun menjadi pembatik yang  proses pewarnaannya menggunakan gentong batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Muhammad  Saad Asjari, budayawan asal Bangkalan, gentong batu sudah digunakan  masyarakat Tanjungbumi untuk proses pewarnaan batik sejak abad ke-17.  Teknik pewarnaan dengan cara mencelupkan kain yang sudah diberi malam ke  dalam gentong  membuat batik Tanjungbumi dikenal dengan nama batik  gentongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Paseseh,  ada dua desa lain yang sampai  sekarang masih membuat batik gentongan, yaitu  Tanjungbumi dan   Bandangdaja. Di ketiga desa itu hanya tinggal beberapa orang  yang  menguasai teknik gentongan. Mereka sudah tua dan kemudian mewariskan  keterampilannya kepada anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Biasanya yang bisa memberi  pewarnaan dengan gentong ya hanya keturunan mereka saja. Jarang sekali  keahlian itu diwariskan kepada orang di luar garis keturunannya,” kata  Maemunah, perajin batik gentongan yang kini memiliki galeri batik Pesona  Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kearifan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  serangkaian panjang pembuatan batik di Tanjungbumi, pewarnaan  menggunakan gentong  merupakan proses paling penting dan sulit.  Diperlukan ketekunan, ketelitian, serta keahlian meramu bahan-bahan  pewarna alami, seperti kulit mengkudu, kulit mundu, kulit buah jalawe,  kayu jambal, kayu jirek, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pewarnaan dengan  gentongan memerlukan waktu panjang,  yaitu minimal enam bulan untuk satu  kain batik. Selama itu pula, seorang pembatik harus berulang kali  mencelupkan kain batik ke dalam gentongan lalu mengangin-anginkan di  pekarangan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2y1s6bif0_w/Ten9jSTM19I/AAAAAAAABGo/D20XH5rk_nA/s1600/kucing_merindu1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-2y1s6bif0_w/Ten9jSTM19I/AAAAAAAABGo/D20XH5rk_nA/s400/kucing_merindu1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="center"&gt;&lt;td class="tr-caption"&gt;Batik Tulis Gentongan Motif Kucing Merindu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Proses gentongan ini sarat dengan mitos.  Masyarakat setempat percaya bahwa sebelum proses pewarnaan dilakukan,  mereka harus membuat ritual kecil agar proses pewarnaan berhasil  dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pewarnaan gentongan harus dihentikan selama  satu minggu bila ada warga desa yang meninggal. ”Dari mitos itu terlihat  bagaimana hubungan sosial masyarakat Madura yang penuh dengan  toleransi. Ketika ada tetangga yang meninggal, pembatik tidak  egois  menyelesaikan pekerjaannya meski diburu target pesanan. Mereka  ikut  serta membantu tetangga yang berdukacita,” kata Asjari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Sempat meredup&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik  gentongan sempat tergerus zaman. Karena proses pengerjaannya yang  panjang—selembar kain bisa selesai hingga 15 bulan—membuat perajin batik  gentongan memilih membuat batik dengan warna kimia yang lebih cepat  mendatangkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sekitar tahun 2000, saat batik  menjadi  tren lagi di negeri ini, batik gentongan kembali dicari orang. Pamor  batik ini mulai naik ketika beberapa perajin yang masih setia membuat  batik gentongan mengikuti berbagai kegiatan pameran di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  situ batik gentongan dicari nyonya-nyonya yang tinggal di rumah  gedongan. Menurut Mahrufah, pada tahun 2000 harga satu lembar batik  gentongan masih Rp 900.000 hingga Rp 1,5 juta. Sekarang harga batik  gentongan bisa mencapai Rp 6 juta per lembar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik dari  Tanjungbumi ini mengisi ruang-ruang pameran di hotel berbintang lima,  gedung pameran yang sewanya dipatok dollar, atau dipamerkan di komunitas  masyarakat asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh desainer Edward Hutabarat, yang  memopulerkan kembali batik di kalangan anak muda, batik gentongan   dibawa ke Jepang. Ia merancang beberapa baju dan kimono untuk kalangan  atas di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana gentongan bisa menyiasati zaman? ”Butuh  perubahan dan penyesuaian motif,” kata perancang yang akrab disapa Edo  ini. Agar gentongan bisa go international, Edo tetap mempertahankan  motif yang biasa digambar orang Madura, seperti sulur-suluran atau motif  hewan. Hanya saja, ukuran motif diperkecil dan detail isian dikurangi  karena pasar luar negeri kurang suka dengan motif yang terlalu ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan  April lalu, Edo bersama produsen Attack Batik Cleaner mengunjungi  sentra batik gentongan di Paseseh. Mereka juga berkunjung ke sentra  pembuatan batik Madura lain di Pamekasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik gentongan punya keistimewaan pada warna yang semakin cemerlang bila semakin tua usia batiknya. Selain itu,   ada 50 motif batik khas gentongan yang berkembang di Madura. ”Motif  tadi menggambarkan karakter demografis, adat istiadat, dan tradisi,”  kata Maemunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Desa Paseseh, Tarimah mewariskan keahlian  membuat batik gentongan kepada anaknya, Mahrufah. Namun, kini Mahrufah  resah karena hingga berusia 40 tahun lebih ia  belum punya ahli waris yang menguasai teknik pewarnaan gentongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2011/06/04/04351073/batik.gentongan.menyiasati.zaman"&gt;kompas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto: &lt;a href="http://batikgentonganmadura.com/batik-tulis-gentongan-motif-kucing-merindu/"&gt;batik gentongan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-4176038823385473612?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/4176038823385473612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/06/batik-gentongan-menyiasati-zaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/4176038823385473612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/4176038823385473612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/06/batik-gentongan-menyiasati-zaman.html' title='Batik Gentongan Menyiasati Zaman'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3Jzsgya7QmI/Ten6P9SDz_I/AAAAAAAABGk/DodNa0thdc4/s72-c/batik+gentongan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-999629536595479964</id><published>2011-05-24T09:58:00.001+07:00</published><updated>2011-05-24T10:01:36.948+07:00</updated><title type='text'>Batik Harus Punya Cerita</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-cexnrdhjDJI/TdsewNNs1sI/AAAAAAAABGg/AEkT3EOCrPI/s1600/cerita+batik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-cexnrdhjDJI/TdsewNNs1sI/AAAAAAAABGg/AEkT3EOCrPI/s320/cerita+batik.jpg" width="217" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;Menciptakan &lt;/b&gt;sebuah batik yang memiliki nilai tinggi  memang tidak mudah. Pasalnya, si pembatiknya harus dimodali ilmu  spiritual dan kemampuan visualisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat itu dilontarkan  desainer kondang Iwan Tirta, di sela-sela pagelaran busana Himpunan  Ratna Busana di Cascade Lounge Hotel Mulia Jakarta, akhir Maret 2008.  Menurut pemilik nama lengkap Nusjirwan Tirtaamidjaja, batik itu jangan  bagus hanya dari tampilannya saja, tetapi juga harus ada isinya atau  punya cerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau mau tahu batik itu bagus atau tidak, bisa  kita lihat dalam jarak tiga sampai empat meter. Kita lihat pengulangan  warna ataupun motif yang tertera pada material bahannya," kata Iwan  kepada &lt;b&gt;okezone&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama proses mencipta batik,  Iwan mengaku pikiran harus dikosongkan. Karena kalau pikiran ke  mana-mana lantas membatik, hasilnya pasti tidak sesuai harapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mau membatik pun Iwan selalu menetapkan waktu khusus, pagi atau  malam. Alasannya pun sederhana, dirinya tidak mau diganggu oleh orang  lain. "Pikiran harus kosentrasi," ujar lulusan School of Economic's,  London dan School of Oriental and African Studies itu pendek.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelesaikan satu lembaran kain batik, Iwan bisa menghabiskan  waktu dua sampai tiga bulan. Ukuran kainnya pun biasanya berbeda-beda,  tergantung untuk keperluan apa. Semisal untuk kain, bahan yang  dibutuhkan bisa sampai dua meter tiga per empat, sementara untuk &lt;i&gt;dress&lt;/i&gt; bisa empat meter dan kain sari sepanjang enam meter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun hanya karena alasan bisnis, kini banyak orang yang masih tidak  jujur atau mengelabuhi orang lain. Mereka sebenarnya menjual batik cap  atau &lt;i&gt;print,&lt;/i&gt; tetapi mengaku batik tulis. Itulah yang harus  diperhatikan baik-baik saat membeli kain batik," saran peraih  penghargaan dari Presiden Republik Indonesia Upakarti (1990) dan  Adikarya Wisata (1992). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai batik yang kini ditampilkan  lebih ramai dengan imbuhan detail, Iwan mengatakan bahwa tidak harus  begitu untuk menampilkan batik itu indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Batik yang bagus  tidak perlu ditampilkan secara berlebihan. Tetapi kalau harus diberi  macam-macam detail seperti payet, itu pasti batiknya yang murahan. Tapi  kenyataannya, masih banyak masyarakat yang memilih tampilan yang semakin  ramai akan semakin oke," pungkas pria kelahiran 18 April 1935, di  Blora, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://lifestyle.okezone.com/read/2008/03/21/29/93499/search.html"&gt;okezone &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-999629536595479964?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/999629536595479964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/05/batik-harus-punya-cerita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/999629536595479964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/999629536595479964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/05/batik-harus-punya-cerita.html' title='Batik Harus Punya Cerita'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-cexnrdhjDJI/TdsewNNs1sI/AAAAAAAABGg/AEkT3EOCrPI/s72-c/cerita+batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-1192725428040445460</id><published>2011-05-09T11:56:00.000+07:00</published><updated>2011-05-09T11:56:52.366+07:00</updated><title type='text'>Keris Belum Sepopuler Batik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ISit2KSBRwU/TcdzvclAvgI/AAAAAAAABGc/b_lU-Ev5rLs/s1600/keris+batik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-ISit2KSBRwU/TcdzvclAvgI/AAAAAAAABGc/b_lU-Ev5rLs/s320/keris+batik.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Keris dan batik sama-sama diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Namun, keberadaan keris belum sepopuler batik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu diungkapkan Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni, dan  Film, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) Ukus Kuswara  saat membuka Kongres I Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI)  di Solo, Jawa tengah, Rabu (20/4). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dibandingkan dengan batik, keris masih menghadapi tantangan besar,"  katanya di hadapan 72 utusan paguyuban keris dan perwakilan tujuh  museum keris dari berbagai daerah di Indonesia itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain anggota paguyuban keris, acara itu juga dihadiri Wali Kota  Solo Joko Widodo, Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah bidang Politik  Maryanto, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno,  para empu (pembuat keris), seniman, dan kalangan akademisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ukus, jika batik telah berhasil menembus batas-batas gender  dan usia, keris masih identik dengan laki-laki dan belum terlalu akrab  dengan kalangan muda. Kondisi itu merupakan sebuah pekerjaan rumah bagi  SNKI di masa mendatang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tidak, ya bakal punah juga," kata Ukus, mewakili Menteri  Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik yang berhalangan hadir  dalam kesempatan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi pernyataan tersebut Sekjen SNKI Wiwoho Basuki  Tjokrohadiningrat mengatakan pihaknya akan melakukan berbagai upaya  untuk menjawab tantangan tersebut. Karena itulah, salah satu agenda  utama dalam kongres tersebut adalah membahas upaya melestarikan dan  memasyarakatkan keris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/20/219612/293/14/Keris-belum-Sepopuler-Batik"&gt;Media Indonesia&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-1192725428040445460?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/1192725428040445460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/05/keris-belum-sepopuler-batik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/1192725428040445460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/1192725428040445460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/05/keris-belum-sepopuler-batik.html' title='Keris Belum Sepopuler Batik'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ISit2KSBRwU/TcdzvclAvgI/AAAAAAAABGc/b_lU-Ev5rLs/s72-c/keris+batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-654100066887594029</id><published>2011-04-28T14:24:00.004+07:00</published><updated>2011-04-28T14:28:24.189+07:00</updated><title type='text'>Batik Lorok Unggulan Pacitan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-zRpNgmHjb3w/TbkUK08HdjI/AAAAAAAABGI/dySEckeerT8/s1600/batik+lorok.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-zRpNgmHjb3w/TbkUK08HdjI/AAAAAAAABGI/dySEckeerT8/s320/batik+lorok.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Batik Lorok Pacitan Indonesia di tahun 2010 sudah mulai menampakkan keindahan. Para pembatik muda (ibu-ibu muda, remaja lulusan SLTA) sudah mulai terampil membatik. Ada dua jenis batik yang dibuat di era tahun ini yaitu, batik pewarna alam dan batik klasik modern seperti pada foto di samping.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Batik klasik modern dibuat seperti layaknya batik Lorok tempo dulu, yaitu dengan cara pewarnaan menggunakan wedel (nilo) lalu dilorot, dibatik lagi, di soga lalu dilorot lagi. Sentuhan modernnya berupa coletan warna merah (rapid) dan pemberian warna kuning (sol) pada bagian obyek tertentu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Desain batik juga dibuat lebih kontemporer mengikuti perkembangan jaman, namun tidak meninggalkan ciri khas batik lorok yang berupa motif flora dan fauna yang berada di lingkungan daerah Lorok Pacitan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;---------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: normal;"&gt;Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur optimistis industri batik khas lorok yang diagendakan pemerintah menjadi produk unggulan daerah yang dioptimalkan melalui metode one village one product (OVP)&amp;nbsp; akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indartarto, Bupati Pacitan, menjelaskan, batik diprioritaskan pengembangannya, karena sudah menjadi warisan budaya Indonesia. Batik khas Pacitan bahkan memiliki keunggulan kompetitif dari sisi warna, karena menggunakan bahan alami dari akar-akaran dan kulit kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Produk batik dengan pewarnaan alami memiliki prospek yang cukup baik di samping produk lain yang cukup potensial di kawasan Pacitan. Namun, perkembangannya yang masih perlu dioptimalkan, karena ada yang masih memperihatinkan,” ujar Indartarto pada acara peluncuran batik Pacitan melalui program OVOP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini unit usaha perajin batik yang lebih terkonsentrasi di Dusun Lorok, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan terdiri dari 134. Jumlah tenaga kerjanya mencapai 287 orang. Sedangkan nilai investasinya mencapai Rp 3,4 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar produk batik Lorok dari Pacitan optimal, Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasinya dengan metode OVOP.&amp;nbsp; Program ini mengarah pada peningkatan dan pengembangan komoditas unggulan daerah. Terutama untuk masuk pasar internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sistem pewarnaan alami dari akar-akaran dan kulit kayu, tampilan batik dari daerah ini terkesan lembut. Meski demikian, produk yang dihasilkan sementara ini masih mengarah pada pemakaian tradisional, dan belum dijadikan sebagai produk fesyen seperi baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui OVOP, batik Pacitan diharapkan bisa meningkat serta memberi inilai tambah kepada perajin. Batik Pacitan sebenarnya sudah dipamerkan dan dipasarkan di Gallery UKM Indonesia di Gedung Smesco UKM, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai prinsip OVOP, yakni &lt;i&gt;local but global&lt;/i&gt;, maka Kementerian Koperasi dan UKM berpran aktif mengoptimalkan produk batik dari Pacitan. Instansi ini juga melakukan perkuatan pembiayaan kepada beberapa koperasi setempat untuk meningkatkan permodalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain batik, komoditas lain yang ditingkatkan kualitas dan pemasarannya adalah, batu aji, gula merah, olahan ikan, produk gerabah, kerajinan olahan kayu, ketela hingga kerajinan anyaman bambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jumlah koperasi di seluruh Pacitan 391 unit, dan jumlah anggota sekitar 65.000. Total modal kerja mereka sekitar Rp 66 miliar, namun dari kegiatan ekonomi mereka belum berjalan bagus, karena nilai pinjaman masyarakat masih lebih besar dibandingkan dengan simpanan di perbankan,” ujar Indartarto.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: normal;"&gt;sumber:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: normal;"&gt;&lt;a href="http://batiklorok.blogspot.com/"&gt;blog Batik Lorok&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: normal;"&gt;&lt;a href="http://www.bisnis.com/ekonomi/mikro-ukm/15022-batik-lorok-unggulan-pacitan"&gt;Bisnis Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-654100066887594029?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/654100066887594029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/04/batik-lorok-unggulan-pacitan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/654100066887594029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/654100066887594029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/04/batik-lorok-unggulan-pacitan.html' title='Batik Lorok Unggulan Pacitan'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-zRpNgmHjb3w/TbkUK08HdjI/AAAAAAAABGI/dySEckeerT8/s72-c/batik+lorok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-6177019321218744347</id><published>2011-04-22T16:11:00.000+07:00</published><updated>2011-04-22T16:11:23.132+07:00</updated><title type='text'>KPPU Beri Saran Soal Batik Jamaah Haji</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-lgv_4u8onGA/TbFF7OHkVoI/AAAAAAAABGE/rPdfYj_kHKE/s1600/kppu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-lgv_4u8onGA/TbFF7OHkVoI/AAAAAAAABGE/rPdfYj_kHKE/s1600/kppu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyampaikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah terkait pengadaan batik seragam jamaah haji Indonesia tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan harmonisasi antara kebijakan pemerintah dengan hukum persaingan usaha di Tanah Air.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Kepala Biro Hukum dan Humas KPPU Zaki Zein Badroen mengatakan pertimbangan tersebut disampaikan melalui surat No. 25/K/II/2011 kepada Menteri Agama RI yang ditembuskan kepada Presiden RI, Komisi VI DPR, Komisi VIII DPR, Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Koperasi dan UKM, dan Ketua LKPP.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;"Surat pertimbangan itu dilakukan agar tidak bertentangan dengan prinsip persaingan usaha yang sehat sebagaimana yang terkandung dalam UU No.5/1999," katanya, hari ini.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Dalam surat pertimbangan tersebut, KPPU meminta pemerintah agar menetapkan kriteria yang jelas dalam proses pengadaan seragam haji tersebut. Selain itu, jelas Zaki, KPPU mengimbau pemerintah a.l untuk menyatakan secara terbuka bahwa hak cipta atas seragam jemaah haji tersebut dapat digunakan oleh semua pelaku usaha yang memenuhi kriteria dan tidak dibatasi hanya pada 10 pelaku usaha saja.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Dalam pengadaan seragam haji tersebut, Kementerian Agama dan Kementerian Koperasi dan UKM telah menentukan desain rancangan batik melalui proses sayembara yang diikuti oleh pelaku usaha kecil menengah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;"Hingga saat ini, kami masih menunggu tanggapan dari Kementerian Agama atas surat pertimbangan tersebut. KPPU sangat berharap agar setiap kebijakan yang diberlakukan pemerintah selalu mempertimbangkan sudut pandang persaingan usaha," ujar Zaki.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Sementara itu, secara terpisah Abdul Ghofur Djawahir, Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemeterian Agama mengaku pihaknya telah melaksanakan pertimbangan KPPU tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;"Hingga sudah ada 18 UKM yang berminat untuk menjadi rekanan dalam pengadaan. Kami masih membuka kesempatan bagi yang berminat asal harus sesuai dengan kriteria yang ditentukan," katanya, hari ini.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Kementerian Agama, jelasnya, berkomitmen untuk mempertimbangkan sisi hukum persaingan usah dalam pengadaan seragam haji. Menurutnya, proses seleksi pengadaan seragam haji akan dilakukan hingga menjelang musim haji tahun ini.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;"Kami pastikan proses pengadaan seragam ini akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada termasuk UU Persaingan Usaha," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.bisnis.com/hukum/hukum-bisnis/20969-kppu-beri-saran-soal-batik-jamaah-haji"&gt;Bisnis Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-6177019321218744347?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/6177019321218744347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/04/kppu-beri-saran-soal-batik-jamaah-haji.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/6177019321218744347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/6177019321218744347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/04/kppu-beri-saran-soal-batik-jamaah-haji.html' title='KPPU Beri Saran Soal Batik Jamaah Haji'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lgv_4u8onGA/TbFF7OHkVoI/AAAAAAAABGE/rPdfYj_kHKE/s72-c/kppu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-8281320871302371073</id><published>2011-04-16T16:57:00.000+07:00</published><updated>2011-04-16T16:57:11.788+07:00</updated><title type='text'>Sedekah yang Paling Afdhol</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif, 'Liberation Sans', FreeSans; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6ZfWr1PToik/TalnzScVZCI/AAAAAAAABGA/RLB0_BvnxPg/s1600/berobat+dengan+sedekah.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-6ZfWr1PToik/TalnzScVZCI/AAAAAAAABGA/RLB0_BvnxPg/s200/berobat+dengan+sedekah.jpeg" width="136" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dalam sebuah hadits terdapat penjelasan Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp;mengenai aktifitas bersedekah yang paling utama alias&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;afdhol&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tidak semua bentuk bersedekah bernilai afdhol. Bagi orang yang berusia muda dan sedang energik tentunya bersedekah memiliki nilai lebih tinggi di sisi Allah daripada bersedekahnya seorang yang telah lanjut usia, sakit-sakitan, dan sudah menjelang meninggal dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Untuk itulah Nabi&amp;nbsp;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp;memberikan gambaran kepada ummatnya mengenai sedekah yang paling afdhol.&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ حَرِيصٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;تَأْمُلُ الْغِنَى وَتَخْشَى الْفَقْرَ وَلَا تُمْهِلْ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Seseorang bertanya kepada Nabi&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;shollallahu ’alaih wa sallam:&lt;/em&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp;“Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhary)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Coba lihat betapa detilnya Nabi&amp;nbsp;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;menggambarkan ciri orang yang paling afdhol dalam bersedekah. Sekurangnya kita temukan ada empat kriteria: (1) Dalam keadaan sehat lagi loba alias berambisi mengejar keuntungan duniawi; (2) dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya; (3) dalam keadaan sangat khawatir menjadi miskin dan (4) tidak dalam keadaan sudah menjelang meninggal dunia dan bersiap-siap membuat aneka wasiat soal harta yang bakal terpaksa ditinggalkannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="img" style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;img align="left" alt="" border="2" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:RBYzUAKznMroLM:http://us.123rf.com/400wm/400/400/logos/logos0903/logos090300642/4495209.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Pertama,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;orang yang paling afdhol dalam bersedekah ialah orang yang dalam keadaan sehat lagi loba alias tamak alias berambisi sangat mengejar keuntungan duniawi.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Artinya, ia masih muda lagi masa depan hidupnya masih dihiasi aneka ambisi dan perencanaan untuk menjadi seorang yang sukses, mungkin dalam karirnya atau bisinisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dalam keadaan seperti ini biasanya seseorang akan merasakan kesulitan dan keengganan bersedekah karena segenap potensi harta yang ia miliki pastinya ingin ia pusatkan dan curahkan untuk modal menyukseskan berbagai perencanaan dan proyeknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dengan dalih masih dalam tahap investasi, maka ia akan selalu menunda dan menunda niat bersedekahnya dari sebagian harta yang ia miliki. Karena setiap ia memiliki kelebihan harta sedikit saja, ia akan segera menyalurkannya ke pos investasinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Setiap uang yang ia miliki segera ia tanam ke dalam bisnisnya dan ia katakan ke dalam dirinya bahwa jika ia bersedekah dalam tahap tersebut maka sedekahnya akan terlalu sedikit, lebih baik ditunda bersedekah ketika nanti sudah sukses sehingga bisa bersedekah dalam jumlah ”signifikan” alias berjumlah banyak. Akhirnya ia tidak kunjung pernah mengeluarkan sedekah selama masih dalam masa investasi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Kedua&lt;/i&gt;, bersedekah ketika dalam keadaan sedang sangat ingin menjadi kaya. Nabi&amp;nbsp;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp;seolah ingin menggambarkan bahwa orang yang dalam keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti bersedekahnya kurang bernilai dibandingkan orang yang dalam keadaan berambisi menjadi kaya. Sebab bila seorang yang sedang berambisi menjadi kaya bersedekah berarti ia bukanlah tipe orang yang hanya ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ia sejak masih bercita-cita menjadi kaya sudah mengembangkan sifat dan karakter dermawan. Hal ini menunjukkan bahwa jika Allah izinkan dirinya benar-benar menjadi orang kaya, maka dalam kekayaan itu dia bakal selalu sadar ada hak kaum yang kurang bernasib baik yang perlu diperhatikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sekaligus kebiasaan bersedekah yang dikembangkan sejak seseorang baru pada tahap awal merintis bisnisnya, maka hal itu mengindikasikan bahwa si pelaku bisnis itu sadar sekali bahwa rezeki yang ia peroleh seluruhnya berasal dari Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah&amp;nbsp;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ar-Razzaq&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Hal ini sangat berbeda dengan orang kaya dari kaum kafir seperti Qarun, misalnya. Qarun adalah tokoh kaya di zaman dahulu yang di dalam meraih keberhasilan bisnisnya menyangka bahwa kekayaan yang ia peroleh merupakan buah dari kepiawaiannya dalam berbisnis semata.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ia tidak pernah mengkaitkan kesuksesan dirinya dengan Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah swt.&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku".(QS Al-Qshshash ayat 78)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ketiga,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;sedekah menjadi afdhol bila si pemberi sedekah berada dalam keadaan khawatir menjadi miskin. Walaupun ia dalam keadaan khawatir menjadi miskin, namun hal ini tidak mempengaruhi dirinya. Ia tetap berkeyakinan bahwa bersedekah dalam keadaan seperti itu merupakan bukti ke-&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;tawakkal&lt;/i&gt;-annya kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ia sadar bahwa jika Allah kehendaki, maka mungkin sekali dirinya menjadi kaya atau menjadi miskin. Itu terserah Allah. Yang pasti keadaan apapun yang dialaminya tidak mempengaruhi sedikitpun kebiasaannya bersedekah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ia sudah menjadikan bersedekah sebagai salah satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat dirinya. Persis gambarannya seperti orang bertaqwa di dalam Al-Qur’an:&lt;/div&gt;&lt;div class="ArabCenter" style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line2.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; direction: rtl; font-family: 'traditional arabic'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 46px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;”... yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran ayat 133-134)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img" style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;img align="left" alt="" border="2" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:GGRbUCQgiIDulM:https://trinity.ie/UserFiles/Image/Articles/OLD%2520SICK%2520MAN.jpg" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Keempat,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Nabi&amp;nbsp;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp;sangat mewanti-wanti agar jangan sampai seseorang baru berfikir untuk bersedekah ketika ajal sudah menjelang. Sehingga digambarkan oleh beliau bahwa orang itu kemudian baru menyuruh seorang pencatat menginventarisasi siapa-siapa saja fihak yang berhak menerima harta miliknya yang hendak disedekahkan alias diwasiatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ini bukanlah bentuk bersedekah yang afdhol. Sebab pada hakikatnya, seorang yang bersedekah ketika ajal sudah menjelang, berarti ia melakukannya dalam keadaan sudah dipaksa oleh keadaan dirinya yang sudah tidak punya pilihan lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Bila seseorang bersedekah dalam keadaan ia bebas memilih antara mengeluarkan sedekah atau tidak, berarti ia lebih bermakna daripada seseorang yang bersedekah ketika tidak ada pilihan lainnya kecuali harus bersedekah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Itulah sebabnya Nabi&amp;nbsp;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp;lebih menghargai orang yang masih muda lagi sehat bersedekah daripada orang yang sudah tua dan menjelang ajal baru berfikir untuk bersedekah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedekah yang paling afdhol. Terimalah, ya Allah, segenap infaq dan sedekah kami di jalanMu. Amin.-&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/sedekah-yang-paling-afdhol.htm"&gt;eramuslim&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-8281320871302371073?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/8281320871302371073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/04/sedekah-yang-paling-afdhol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8281320871302371073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8281320871302371073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/04/sedekah-yang-paling-afdhol.html' title='Sedekah yang Paling Afdhol'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6ZfWr1PToik/TalnzScVZCI/AAAAAAAABGA/RLB0_BvnxPg/s72-c/berobat+dengan+sedekah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-7083837723685534631</id><published>2011-04-06T11:18:00.001+07:00</published><updated>2011-04-06T11:44:23.928+07:00</updated><title type='text'>Upah Pembatik Tak Setara Hasil Karyanya</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #5d5d5d; font-family: 'Lucida Grande', Arial; font-size: 12px; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-pOm7Aoy0BLA/TZvpQ_Y8ZHI/AAAAAAAABFw/OxFIAryJTOs/s1600/mbatik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-pOm7Aoy0BLA/TZvpQ_Y8ZHI/AAAAAAAABFw/OxFIAryJTOs/s1600/mbatik.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Maulvia (20) tersenyum cerah pada Kamis (16/12/2010) lalu. Hari itu adalah hari gajiannya. Setelah mengantongi Rp 105.000 sebagai upahnya membatik selama enam hari, perempuan yang akrab disapa Mia ini juga menerima tas bingkisan dari PT Kao Indonesia. Isi tas itu macam-macam, dari sabun, shampo, pembalut, hingga cairan pencuci batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Mia adalah salah satu pembatik di Rumah Batik Cahyo di Desa Setono, Pekalongan, yang antara lain membuat batik pesanan dari Edward Hutabarat. Desainer ini banyak melakukan perjalanan eksplorasi ke kota-kota batik atas biaya PT Kao Indonesia, sebagai bagian dari kampanye "Cintaku Pada Batik Takkan Pernah Pudar".&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Tak banyak perempuan muda yang masih bersedia menggeluti dunia batik seperti Mia. Mereka bukannya sama sekali tak paham tentang batik, karena kesibukan membatik sudah biasa terlihat di tiap-tiap rumah tangga. Namun membatik memang bukan pekerjaan yang mudah. Butuh ketelitian, kesabaran, dan ketahanan fisik untuk menciptakan sehelai kain batik tulis. Bayangkan, mereka harus duduk selama 8-12 jam sehari, tanpa bersandar.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Selain itu, upah membatik juga kurang begitu menggembirakan. Mia, misalnya, setelah empat tahun membatik, upahnya Rp 17.500 per hari. Jumlah ini bisa naik seiring dengan meningkatnya kemampuannya membatik. Sedangkan di Rumah Batik Liem Ping Wie di kawasan Kedungwuni menerima antara Rp 15.000, Rp 20.000, hingga Rp 25.000 per hari, tergantung kemampuannya.&amp;nbsp;"Dulu di kampung (sebelum bergabung di Batik Cahyo, RED), upah saya Rp 11.000," ujar Mia, yang saat ini bekerja mulai pukul 04.00 - 16.00.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Pembatik umumnya masih menerima tunjangan berupa uang makan dan THR. "Uang makannya Rp 2.500 per hari, tapi saya kumpulkan dulu, dan baru dibagikan bersamaan dengan pembagian THR. Soalnya mereka itu tidak bisa menabung," ujar Liem Poo Hien, pengelola Batik Liem Ping Wie yang mempekerjakan sekitar 30 pembatik. Agar pembatik disiplin, Hien menerapkan aturan lain. "Mereka masuk mulai pukul 08.00 atau 08.30. Di atas jam itu, uang makan tidak diberikan."&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;strong&gt;Sulitnya regenerasi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Oleh karena itu, meskipun batik kini terangkat lagi pamornya, daya tarik sebagai pembatik -dalam hal ini batik tulis- tak otomatis terangkat. Apalagi, kota Pekalongan kini sudah makin berkembang. Mini market-mini market bermunculan di segala penjuru jalan, menawarkan lapangan pekerjaan baru yang lebih menjanjikan. Nur Cahyo, pemilik Batik Cahyo, memahami betul hal ini.&amp;nbsp;"Orang Pekalongan cinta batik, tapi juga butuh nafkah. Bagi mereka, kalau tidak bertahan jadi pembatik, lebih baik kerja di mini market," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Situasi ini bertambah sulit karena perempuan umumnya juga terjebak dalam siklus hidup yang sama. Begitu mereka menikah, lalu hamil, banyak di antara mereka yang memutuskan berhenti membatik. "Akhirnya harus regenerasi lagi, cari pembatik yang lain, entah teman-teman atau saudara-saudaranya," papar Cahyo.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Demi mempertahankan kelestarian batik dan kesejahteraan para pembatiknya, bapak dua anak ini berusaha menjaga hubungan yang baik dengan para pembatiknya. Ia sadar, batik adalah suatu kerja tim, sehingga tidak ada satu pihak yang lebih berperan daripada yang lain. "Batik itu kayak main layangan, harus tarik-ulur. Sifatnya ngemong. Kita butuh satu sama lain. Jadi saat memperlakukan pembatik, saya tidak bisa terlalu keras, juga tidak terlalu lunak."&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Dusun Pegandon, Desa Pegandon Kidul, Karang Dadap, Pekalongan timur, yang dulu menghasilkan banyak pembatik andal, kini juga kesulitan meregenerasi. Dusun ini hanya menyisakan pembatik yang kini sudah mulai renta. Mereka bekerja sendiri-sendiri atau berkelompok, di rumah-rumah yang sempit berlantai tanah dan umumnya tanpa pembatas ruang. Penerangan pun hanya mengandalkan cahaya matahari yang masuk melalui celah dinding atau jendela.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Para perempuan ini umumnya tak tahu pasti berapa usianya. Saripi, Jasnoah, Wasni, dan Wasmi, misalnya, rata-rata merasa umurnya sudah 70-an tahun. Untuk membatik, mereka mendapat modal berupa kain mori atau cairan malam dari pengepul seperti Zakiah (45). Pengepul adalah orang yang akan mengumpulkan kain-kain batik yang sudah jadi, dan menjualnya ke&amp;nbsp;&lt;em&gt;buyer&lt;/em&gt;. Namun, untuk proses melorod atau mewarnai, pembatik menyerahkannya ke pengepul dengan dikenai biaya Rp 60.000 - Rp 70.000, tergantung warnanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Mereka mengaku, upah mereka hanya sekitar Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per hari. Namun ketika kami menanyakan siapa yang memberi mereka upah, tak seorang pun mampu menjawab. Cahyo menduga, angka tersebut hanya perkiraan para pembatik dari penghasilan yang mereka dapatkan dari pengepul. Jadi, jika sehelai kain batik halus sudah jadi, pengepul membelinya dengan harga sekitar Rp 300.000 (kain ini lalu dijual Zakiah seharga Rp 600.000 - Rp 1 juta).&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Para pembatik ini memang hanya paham soal membatik. Mereka tidak tahu bagaimana jalur distribusi atau bisnis batik itu sendiri. Repotnya, karena sudah terikat pada pengepul, mereka juga tak bisa menjual batik langsung kepada orang yang berminat.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Karena diri sendiri dan keluarga harus dinafkahi, sementara sehelai kain baru jadi setelah sekitar tiga bulan, beberapa pembatik berusaha mencari "&lt;em&gt;side job&lt;/em&gt;". Jasnoah, misalnya, pagi hari berjualan jajanan untuk anak-anak yang tak seberapa jumlahnya. Sore, ia baru membatik. Barangkali ini bisa disebut sisi positifnya, dimana para pembatik di sini memang tidak terikat waktu dalam bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Dengan berbagai kesulitan yang dialami pembatik tersebut, sudah sepantasnya profesi pembatik ini lebih kita hargai. Mereka, termasuk Mia yang tergolong paling muda, tidak pernah menyesal menjadi pembatik. Perempuan lulusan SMP ini bertekat untuk terus membatik. "Saya tidak menyesal meninggalkan sekolah, karena ini sudah keputusan saya sendiri. Saya ingin bisa terus berkarya, bisa meneruskan batik Pekalongan," katanya lirih.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;sumber: &lt;a href="http://female.kompas.com/read/2011/01/06/11015911/Upah.Pembatik.Tak.Setara.Hasil.Karyanya"&gt;kompas&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-7083837723685534631?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/7083837723685534631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/04/upah-pembatik-tak-setara-hasil-karyanya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/7083837723685534631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/7083837723685534631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/04/upah-pembatik-tak-setara-hasil-karyanya.html' title='Upah Pembatik Tak Setara Hasil Karyanya'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-pOm7Aoy0BLA/TZvpQ_Y8ZHI/AAAAAAAABFw/OxFIAryJTOs/s72-c/mbatik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-7578410231128856681</id><published>2011-03-31T14:57:00.000+07:00</published><updated>2011-03-31T14:57:53.774+07:00</updated><title type='text'>Batik Asli, atau Kain Bermotif Batik?</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #5d5d5d; font-family: 'Lucida Grande', Arial; font-size: 12px; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3aRcb-CqWf4/TZQzbULjfiI/AAAAAAAABFs/vxJ2Wn30d-s/s1600/JL18_Sackdres.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-3aRcb-CqWf4/TZQzbULjfiI/AAAAAAAABFs/vxJ2Wn30d-s/s320/JL18_Sackdres.jpg" width="177" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Produk batik bisa ditemui di pasar grosir hingga mal termewah di Jakarta. Harganya bervariasi, mulai "seratus ribu tiga" hingga jutaan rupiah. Namun, di jaman ketika batik digembar-gemborkan sebagai warisan budaya dunia, ada baiknya Anda tak sekadar memilih baju batik berdasarkan kecantikan motifnya. Coba teliti juga apakah batik yang Anda pilih merupakan batik asli atau tekstil bermotif batik.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Yang dimaksud batik asli adalah batik yang dikerjakan secara manual menggunakan lilin malam. Ada sembilan jenis batik asli, seperti dijelaskan Wakil Walikota Pekalongan, Alma Facher, yakni batik tulis, cap, kombinasi tulis dan cap, sablon malam tulis, sablon malam cap, sablon malam cap tulis,&lt;em&gt;printing&lt;/em&gt;&amp;nbsp;tulis (manual bukan pabrikan),&amp;nbsp;&lt;em&gt;printing&lt;/em&gt;&amp;nbsp;cap, dan kombinasi&amp;nbsp;&lt;em&gt;printing&lt;/em&gt;&amp;nbsp;cap tulis.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Ciri yang paling mudah dikenali saat memilih batik asli adalah corak dan desainnya tidak sama. Gambar bunga, misalnya, tak selamanya sama dalam satu bahan sekalipun. Selain itu, batik asli biasanya&amp;nbsp;&lt;em&gt;limited edition,&lt;/em&gt;&amp;nbsp;atau tidak diproduksi dalam jumlah banyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Sedangkan jenis batik yang tidak mendukung konsep batik, sebenarnya hanyalah tekstil bermotif batik. Atau, kain yang diberi motif batik. Karena lebih murah, batik seperti ini seringkali dibuat massal.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Mungkin agak membingungkan bagi orang awam, namun filosofi ini mesti dikenali masyarakat awam jika tak ingin mempermalukan bangsa, kata Alma.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;"Boleh saja bilang pakai batik, namun jika ternyata yang dipakai hanya tekstil bermotif batik akan mempermalukan negara, bukan? Padahal batik yang diakui sebagai&amp;nbsp;&lt;em&gt;heritage&lt;/em&gt;&amp;nbsp;oleh UNESCO adalah batik yang proses pembuatannya secara manual," papar Alma.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Sayangnya, 50 persen batik yang beredar di pasaran adalah tekstil bermotif batik, bahkan pada batik dengan&lt;em&gt;&amp;nbsp;brand&lt;/em&gt;ternama yang sering Anda lihat di mal sekalipun. Jika sekadar ingin mengoleksi dan mencari yang murah, sah juga membeli batik. Tetapi setidaknya, pilihlah batik cap atau kombinasi yang harganya pun lebih terjangkau.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;Jadi jika ingin mendukung batik untuk melestarikan budaya, teliti sebelum membeli. Pastikan batik tersebut asli, meski kadang harganya lebih mahal. Namun sebaiknya Anda juga memahami, mahalnya harga batik asli disebabkan keahlian sang perajin, dan lamanya waktu yang digunakan untuk memproses batik tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;sumber: &lt;a href="http://female.kompas.com/read/2010/02/04/23455534/Batik.Asli.atau.Kain.Bermotif.Batik."&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;foto: &lt;a href="http://rumahbatik.com/components/com_virtuemart/shop_image/product/JL18_Sackdres_4d8190448933d.jpg"&gt;RumahBatik.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-7578410231128856681?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/7578410231128856681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/03/batik-asli-atau-kain-bermotif-batik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/7578410231128856681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/7578410231128856681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/03/batik-asli-atau-kain-bermotif-batik.html' title='Batik Asli, atau Kain Bermotif Batik?'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3aRcb-CqWf4/TZQzbULjfiI/AAAAAAAABFs/vxJ2Wn30d-s/s72-c/JL18_Sackdres.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-8143486485129028300</id><published>2011-03-13T15:01:00.008+07:00</published><updated>2011-03-13T15:35:03.523+07:00</updated><title type='text'>Mengenali Motif Awal Batik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-_ExY1h9YXcE/TXx25qbFWbI/AAAAAAAABFk/Kron9-V-_tc/s1600/parang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh4.googleusercontent.com/-_ExY1h9YXcE/TXx25qbFWbI/AAAAAAAABFk/Kron9-V-_tc/s320/parang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;"Ketiadaan referensi tertulis mengenai koleksi motif atau corak batik tradisional menyebabkan kesenjangan pengetahuan antar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;generasi. Masalah akan muncul ketika generasi tua tak sempat menurunkan seluruh ilmunya kepada generasi muda. Kesenjangan ini menimbulkan ketidak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;mengertian generasi muda akan kekayaan warisan masa lalu. Kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya batik Jawa kaya akan corak dan motif, yang jumlahnya bisa mencapai ribuan," begitu tulisan dalam siaran kepada pers saat peluncuran buku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Teknik Ragam Hias Batik Yogya dan Solo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;yang berlangsung di Restoran Palalada, Grand Indonesia Shopping Town, Kamis, 10 Maret 2011.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Konon, pola batik sudah ada dalam masyarakat Indonesia sejak abad XII di Kediri, Jawa Timur. Namun, ternyata pola batik pun pernah ditemukan pula di Mesir Kuno sejak abad IV SM, juga ada di China, sejak tahun 618-794. Tetapi tidak ada literatur khusus yang mengungkapkan hal ini. Belum banyak pula literatur yang menerangkan secara pasti arti dari motif dan corak batik yang sudah berkembang begitu banyaknya, mungkin saat ini jumlahnya mencapai ribuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tak ingin motif batik beserta kearifan dan nilai filosofis yang terkandung di dalamnya hilang, seorang intelektual Jawa, Ir Sri Soedewi Samsi, menuliskan sebuah buku bertajuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Teknik Ragam Hias Batik Yogya dan Solo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;. Dalam buku tersebut, Ibu Dewi, begitu ia biasa disapa, berniat mengekalkan pola batik lewat bukunya agar generasi muda Indonesia bisa mempelajari dan melestarikan warisan leluhur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Sejak tahun 1970-an, Ibu Dewi telah mengumpulkan corak dan motif batik tradisional. Ia berkeliling dari desa ke desa di Yogyakarta dan Solo untuk mencari ciri khas corak batik desa setempat. Dari penelusurannya itu, wanita yang kini berusia 81 tahun ini biasanya hanya menemukan kain batik siap pakai, seperti selendang, kain panjang, taplak, dan sebagainya. Dari kain-kain tersebut Ibu Dewi mempelajari lekuk, garis, dan ornamen yang ada di dalamnya untuk kemudian diterjemahkan dalam bentuk gambar atau pola. Dibantu seorang peggambar pola batik asal Jawa, Mangundikarso (almarhumah), Ibu Dewi menggambar ulang tiap motif secara detail dan menamainya sesuai nama yang dikenal masyarakat, kemudian dikelompokkan sesuai jenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Perjalanan sejak tahun 1970-an tersebut membawa Ibu Dewi meluncurkan buku ini bersama Titian Foundation dan Bank Panin. Buku ini terbagi menjadi 2 bagian, di halaman awal, Ibu Dewi menceritakan mengenai cara aspek teknis dari batik dan cara pembuatannya, mulai dari alat-alat yang digunakan, bagaimana cara menggambar garis dan pola, metode pewarnaan, dan resep kimia, hingga sedikit sejarah tentang batik. Di bagian kedua, beliau menggambarkan pola-pola batik yang pernah ia temui di daerah Yogyakarta dan Solo yang ia bagi lagi menjadi 2 bagian: geometris dan non&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;geometris yang digambarkan dengan ukuran asli.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-mW0NXwVbiv8/TXx2-j9cOgI/AAAAAAAABFo/fAcoQfsjLhg/s1600/kawung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh3.googleusercontent.com/-mW0NXwVbiv8/TXx2-j9cOgI/AAAAAAAABFo/fAcoQfsjLhg/s320/kawung.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Dalam buku yang berisi sekitar 600 halaman tersebut terdapat sekitar 370 corak atau motif batik dari ribuan koleksi yang ada. Ibu Dewi yang lulusan Teknik Kimia ini juga mencatat begitu banyaknya desain turunan dari motif-motif awal. Contohnya, motif parang dan kawung, yang ditemukan ibu Dewi kini setidaknya ada 60 jenis motif parang turunan, seperti parang harjuno, parang sisik, parang srimpi, dan sebagainya. Atau kawung, yang ditemukan oleh ibu Dewi, setidaknya terdapat sekitar 23 jenis variasi kawung, seperti kawung gringsing, kawung picis, kawung ukel, dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Buku ini awalnya hanya dicetak 1.000 buah, sebanyak 800 akan disebarkan ke sekolah-sekolah, perajin batik, dan lainnya. Sisanya akan dijual dengan harga Rp 390.000. "Di bulan April akan dicetak lagi dalam bahasa Inggris, itu harganya beda lagi. Yang 200 untuk dijual ini saja mungkin akan langsung habis," ujar Anton Diaz, penulis gaya hidup sekaligus bagian dari panitia peluncuran buku ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Ibu Dewi, yang pernah menjabat sebagai Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Kerajinan dan Batik serta rektor IKIP Yogyakarta ini mengungkap ingin bukunya ini bisa dimengerti dan banyak dijiplak siapa pun yang berminat terhadap batik, bekerja di industri pembatikan, terutama industri batik rakyat. "Motif-motif ini milik rakyat dan akan saya kembalikan lagi ke rakyat. Tugas saya hanya mengumpulkan dari berbagai pelosok, merekonstruksi dan menggambarkan ulang dalam bentuk yang siap pakai agar masyarakat bisa menjiplaknya dengan mudah," begitu tutur ibu Dewi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 14px;"&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 14px;"&gt;&lt;a href="http://female.kompas.com/read/2011/03/10/15173745/Punya.Kain.Batik.Belum.Tentu.Kenal.Batik"&gt;kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 14px;"&gt;foto: &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 14px;"&gt;&lt;a href="http://tropisliving.blogspot.com/2010/03/batik-jogja.html"&gt;tropisliving&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Silahkan klik foto untuk mendapatkan keterangan yg lebih jelas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-8143486485129028300?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/8143486485129028300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/03/mengenali-motif-awal-batik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8143486485129028300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8143486485129028300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/03/mengenali-motif-awal-batik.html' title='Mengenali Motif Awal Batik'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-_ExY1h9YXcE/TXx25qbFWbI/AAAAAAAABFk/Kron9-V-_tc/s72-c/parang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-8274559300048096131</id><published>2011-02-28T23:23:00.000+07:00</published><updated>2011-02-28T23:23:46.867+07:00</updated><title type='text'>Cara Tepat Merawat Batik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-brjoyrPFYGA/TWvKzOcT6zI/AAAAAAAABFg/iTdUN-E1pJk/s1600/Nvb6.1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://lh3.googleusercontent.com/-brjoyrPFYGA/TWvKzOcT6zI/AAAAAAAABFg/iTdUN-E1pJk/s320/Nvb6.1.jpg" width="232" /&gt;&lt;/a&gt;S&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #403e3e; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 15px;"&gt;ebagai orang Indonesia, Anda setidaknya punya minimal satu kemeja atau busana batik. Tapi tahukah Anda bagaimana cara mencuci dan menyimpannya? Batik membutuhkan perawatan khusus agar tak cepat rusak. Coba tips berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #403e3e; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; line-height: 15px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #403e3e; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; line-height: 15px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Batik terbuat dari sejenis lilin yang dinamai malam. Pewarnaan alami yang digunakan dalam proses pembuatan batik menyebabkan ia harus dirawat dengan serius.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #403e3e; font-family: arial, helvetica, sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; line-height: 15px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;Banyak orang yang membersihkan busana batik mereka dengan drycleaning, padahal bahan kimia dalam drycleaning akan memudarkan warna asli batik. Kerusakan yang sama dapat ditimbulkan oleh deterjen dalam pembersihan dengan mesin cuci. Bagaimana pun juga, upaya terbaik membersihkan batik adalah dengan membersihkannya dengan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakanlah sabun dan shampoo dalam air hangat. Saat ini sudah banyak yang menjual 'deterjen' khusus untuk batik. Hilangkan noda membandel dengan irisan lemon. Untuk mengeringkan batik Anda, gantunglah di tempat yang terlindung sinar matahari dan jangan peras busana batik anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa mempertahankan pesona warna busana batik dengan menyimpannya dengan seksama. Caranya, lapisi busana batik anda dengan kain katun saat menyetrikanya. Agar warna busana batik tidak bercampur saat disimpan di lemari, lapisi busana batik dengan kertas minyak (jangan gunakan koran karena tinta koran bisa menodai batik), gulung dan gantunglah di lemari baju Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara yang tepat dalam membersihkan, mengeringkan, menyetrika, dan menyimpan, busana batik Anda bisa tahan lama dan awet keindahannya. Kini, Anda pun bisa menganggap busana-busana Anda sebagai investasi pribadi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://id.promotion.yahoo.com/stylefactor/artikel/post/stylefeatures/40/cara-tepat-merawat-batik-agar-tak-cepat-rusak.html"&gt;id.promotion&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-8274559300048096131?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/8274559300048096131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/02/cara-tepat-merawat-batik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8274559300048096131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8274559300048096131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/02/cara-tepat-merawat-batik.html' title='Cara Tepat Merawat Batik'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-brjoyrPFYGA/TWvKzOcT6zI/AAAAAAAABFg/iTdUN-E1pJk/s72-c/Nvb6.1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-4802460139806755928</id><published>2011-02-25T23:57:00.002+07:00</published><updated>2011-02-26T00:03:55.472+07:00</updated><title type='text'>Batik Tradisional Madura Bisa Punah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-OreRw3_CY48/TWfZ38DC6SI/AAAAAAAABFY/dOlJ4M3iUqM/s1600/batik-madura-72.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-OreRw3_CY48/TWfZ38DC6SI/AAAAAAAABFY/dOlJ4M3iUqM/s320/batik-madura-72.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Motif batik tradisional Madura, Jatim, bisa punah, jika para perajin dan pengusaha batik tergiur mengikuti tren motif batik soft, yakni motif batik yang cenderung diminati pasar akhir-akhir ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;"Motif batik dengan warna dan tulisan yang soft akhir-akhir ini memang yang paling banyak diminati oleh konsumen batik tulis," kata pengusaha batik asal Pamekasan, Madura, Surayya Salla.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;Motif batik ini, kata dia, merupakan jenis motif batik yang sudah tidak membedakan etnik antara satu daerah dengan daerah lain. Seperti motif batik tulis Madura, Solo dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;"Artinya motif batik tulis soft ini sudah lintas daerah dan lintas etnik," terang Surayya, Jumat (25/2/2011).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Di satu sisi, sambung dia, keinginan pasar yang seperti itu memang cenderung menguntungkan, karena para pedagang dan perajin batik memiliki kesempatan yang sama untuk memasarkan hasil kerajinannya. Namun disisi lain, identitas daerah cenderung punah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kata Surayya yang juga aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) ini, batik, khususnya batik tulis bukan hanya hanya kerajinan semata, namun juga merupakan karya seni dan hasil kreasi budaya anak bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;"Jika identitas daerah hilang, seiring dengan kecenderungan pasar global yang diinginkan para konsumen batik, maka nilai budaya juga akan luntur," ucap Surayya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sebagian perajin yang masih memiliki kepedulian mempertahankan identitas etnik daerah, kini tetap berupaya memasukkan identitas daerah terhadap motif batik yang menjadi keinginan pasar akhir-akhir ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;"Kalau kami tetap berupaya memasukkan sedikit motif batik Madura dengan menambah gambar bunga berwarna terang seperti ini," paparnya sambil menunjuk jenis unsur bunga yang menurutnya sebagai identitas etnik batik tulis Madura.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Batik bermotif soft, yang kini menjadi kecenderungan permintaan pasar, sebenarnya merupakan fase ketiga dalam pasaran dunia batik di Indonesia dan dalam skala internasional.&amp;nbsp;"Tren awal itu batik tulis itu semi kontemporer, lalu motif batik kontemporer dan kini ke motif batik soft," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-qsnutkt8nd4/TWfcNeA89mI/AAAAAAAABFc/h6eTQ6B7qSE/s1600/sekar-jagad.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-qsnutkt8nd4/TWfcNeA89mI/AAAAAAAABFc/h6eTQ6B7qSE/s320/sekar-jagad.jpg" width="246" /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Motif Sekar Jagad&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Menurut Surayya batik tulis Madura, sebenarnya memiliki beragam motif, bahkan mencapai seratus motif batik lebih. Antara lain motif sekar pote, sekar mangkok, bing-tabing, dan sekar jagat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Namun dari ratusan motif batik itu, yang paling banyak diminati oleh konsumen ialah motif batik sekar jagat.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;"Soalnya semua gambar bunga ada pada motif batik ’sekar jagat’ ini. Namanya juga jagat, artinya semua jenis," ucap Surayya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;sumber: &lt;a href="http://regional.kompas.com/read/2011/02/25/20592790/Batik.Tradisional.Madura.Bisa.Punah."&gt;kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;foto-1: &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_SFTbB8jK9c0/TKQ_09op-zI/AAAAAAAAAAQ/qjWk7-xpY9g/s1600/batik-madura-72.jpg"&gt;GeraiBatikBude&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;foto sekar jagad: &lt;a href="http://bollahruwet.files.wordpress.com/2010/06/sekar-jagad.jpg"&gt;bollahruwet&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-4802460139806755928?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/4802460139806755928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/02/batik-tradisional-madura-bisa-punah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/4802460139806755928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/4802460139806755928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/02/batik-tradisional-madura-bisa-punah.html' title='Batik Tradisional Madura Bisa Punah'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-OreRw3_CY48/TWfZ38DC6SI/AAAAAAAABFY/dOlJ4M3iUqM/s72-c/batik-madura-72.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-6882189626621617153</id><published>2011-02-13T07:40:00.000+07:00</published><updated>2011-02-13T07:40:57.809+07:00</updated><title type='text'>Kereta Api Berbatik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Iq5swmJYlE8/TVcnIOF_MZI/AAAAAAAABFU/tFNcxQo11-g/s1600/kereta-batik-insert.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Iq5swmJYlE8/TVcnIOF_MZI/AAAAAAAABFU/tFNcxQo11-g/s1600/kereta-batik-insert.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Ada&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&amp;nbsp;banyak cara untuk mengapresiasi batik. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) pun tak mau ketinggalan untuk ikut mempromosikan batik.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;Perusahaan milik negara yang menjadi operator sepur ini menghiasi gerbong kereta api Parahyangan dengan motif batik. Kepala Humas PT KAI Daops II Bambang S Prayitno mengatakan, pemasangan stiker batik di gerbong kereta merupakan salah satu bentuk apresiasi pihaknya terhadap kesenian batik. Apalagi saat ini batik sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan asli Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;Selain itu, dia berharap kereta yang dihiasi batik itu dapat menjaring lebih banyak penumpang. Rencananya, kata dia, kereta tersebut akan didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (Muri). “Meski yang dihiasi hanya satu, namun kita akan daftarkan ke Muri. Ini merupakan kereta kreasi batik pertama di Indonesia,” kata Bambang seperti dikutip Bandung Ekspres (grup JPNN), Sabtu (12/2).&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;Dijelaskannya, penyerahan penghargaan dari Muri akan dilaksanakan Selasa (15/2) nanti. Bambang menambahkan, pengerjaan pemasangan stiker motif batik tersebut dilakukan oleh para mahasiswa dan alumni ITB yang menjadi konseptor desain batik tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;Menurut salah satu konseptor, Yosef Adiguna, desain pembuatan motif tersebut dikerjakan selama sebulan. "Proses pengumpulan ide berawal pada Desember kemarin, dan desain jadi di bulan Januari," terang Yosef.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;Yosef menerangkan, tema yang diangkat dalam desain kali ini adalah warisan budaya Indonesia. Dalam desainnya terdapat delapan motif batik. "Di antaranya ada wayang, burung, batik, dan taman bunga," tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;Semua motif tersebut, kata dia, menggambarkan wajah PT KAI dan Kota Bandung yang terkenal sebagai Kota Kembang. Dia menjelaskan, tema wayang dipilih tokoh Bima karena menggambarkan sosok yang gagah berani dan teguh pendirian. Dia berharap PT KAI bisa mencontoh tokoh tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;Di hari yang sama, PT KAI menggelar Festival Kuliner yang digelar hingga 15 Februari mendatang. Festival tersebut digelar di pelataran parkir Stasiun Bandung. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Utama PT KAI Darmawan Daud. "Selain ada peresmian kereta batik, di parkiran juga ada festival kuliner," jelas salah seorang panitia, Kuncoro. Dijelaskan dia, acara tersebut digelar untuk mengembangkan kreativitas masyarakat dalam bidang kuliner.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;“Kuliner merupakan salah satu kekayaan budaya yang bisa dibanggakan. Makanya perlu adanya kegiatan yang bisa mengembangkan inovasi kreatif dari para pelaku industri kuliner di Jabar,” tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;Dalam festival kuliner tersebut, terdapat 35 stan yang menjual makanan dari berbagai daerah. Mulai makanan khas Jabar hingga dan Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.jpnn.com/read/2011/02/13/84289/PT-KAI-Hiasi-Kereta-dengan-Motif-Batik-"&gt;JPNN&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 17px;"&gt;&lt;a href="http://www.jpnn.com/read/2011/02/13/84289/PT-KAI-Hiasi-Kereta-dengan-Motif-Batik-"&gt;&lt;/a&gt;foto: &lt;a href="http://bandung.detik.com/read/2011/02/12/165707/1570116/486/wah-ada-kereta-argo-parahyangan-yang-berhias-motif-batik"&gt;detikcom&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-6882189626621617153?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/6882189626621617153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/02/kereta-api-berbatik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/6882189626621617153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/6882189626621617153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/02/kereta-api-berbatik.html' title='Kereta Api Berbatik'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Iq5swmJYlE8/TVcnIOF_MZI/AAAAAAAABFU/tFNcxQo11-g/s72-c/kereta-batik-insert.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-3881842231636507652</id><published>2011-02-10T10:32:00.000+07:00</published><updated>2011-02-10T10:32:55.204+07:00</updated><title type='text'>Keunikan 2011</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Zns6n45fZfI/TVNafSydAgI/AAAAAAAABFQ/ieNZOWhkiHE/s1600/kalender-2011-300x292.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Zns6n45fZfI/TVNafSydAgI/AAAAAAAABFQ/ieNZOWhkiHE/s1600/kalender-2011-300x292.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Tahun ini ada hal unik: 1-1-11, 11-1-11, 1-11-11, 11-11-11. Sekarang coba 2 digit terakhir tahun kelahiran anda + umur anda tahun ini, jumlahnya = 111.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Kalau lahir setelah tahun 2000 jumlahnya = 11&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Contoh: Lahir tahun 1936, tahun ini umur 75, maka 36+75 = 111&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;sumber: anonim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;foto: &lt;a href="http://www.adiguna.com/corel-draw/kalender-2011-template-kalender-2011.html"&gt;adiguna&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-3881842231636507652?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/3881842231636507652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/02/keunikan-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/3881842231636507652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/3881842231636507652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/02/keunikan-2011.html' title='Keunikan 2011'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Zns6n45fZfI/TVNafSydAgI/AAAAAAAABFQ/ieNZOWhkiHE/s72-c/kalender-2011-300x292.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-8349373106435205063</id><published>2011-02-08T09:48:00.000+07:00</published><updated>2011-02-08T09:48:31.495+07:00</updated><title type='text'>Suku Aborigin adalah Astronom Pertama?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; line-height: 20px;"&gt;Suku ini bahkan mengenal perbintangan ribuan tahun lebih dulu ketimbang piramida di Mesir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TVCqRI1pjlI/AAAAAAAABFI/mcwtR6m7oSM/s1600/104573_tumpukan-batu-tua-yang-dijadikan-semacam-jam-matahari-kuno-oleh-suku-aborigin.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; display: inline !important; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TVCqRI1pjlI/AAAAAAAABFI/mcwtR6m7oSM/s320/104573_tumpukan-batu-tua-yang-dijadikan-semacam-jam-matahari-kuno-oleh-suku-aborigin.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Gambar ini mungkin hanya terlihat seperti tumpukan batu tua di pedalaman Australia. Tapi, sejumlah ilmuwan menegaskan bahwa jika diamati, tumpukan batu-batu itu menunjukan bahwa suku Aborigin kuno adalah astronom pertama di muka&amp;nbsp; bumi ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Boleh percaya boleh tidak. Tapi kesimpulan ini dilansir setelah para ilmuwan itu&amp;nbsp; melakukan pengamatan&amp;nbsp; atas batu yang ditemukan di sebuah peternakan dekat Gunung Rothwell, 50 mil sebelah barat Melbourne.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div class="" style="clear: both; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; line-height: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Mereka yakin batu-batu besar yang ditata di atas tanah itu bertujuan untuk memetakan pergerakan matahari, yang dibuat semacam jam matahari kuno oleh suku primitif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: small; line-height: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Jika itu benar, maka para penata batu-batu itu diperkirakan telah mengenal astronomi sejak lama,&amp;nbsp; sebelum jaman Stonehenge dan jaman piramida di Mesir ribuan tahun lalu. "Batu-batu tua ini telah ditata tepat untuk memetakan matahari," kata astrofisikawan profesor Ray Norris, yang berasal dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation Australia di Canberra.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;"&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;(Tata letak) ini tidak dapat dilakukan berdasarkan dugaan saja. Ini membutuhkan pengukuran yang sangat teliti dan tepat," jelasnya, yang dikutip&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;em style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: italic; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;VIVAnews&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;dari Dailymail, Senin 7 Februari 2011.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12px; text-align: left;"&gt;Diamati dari permukaannya, Profesor Norris mengatakan, batu yang diletakkan oleh suku Aborigin itu diperkirakan berusia 10.000 tahun yang lalu, bahkan ribuan tahun sebelum jaman Stonehenge dan piramida Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok astrofisikawan Australia ini cukup terkenal karena temuannya yang relatif akurat berdasarkan pengamatan dari batu dan benda-benda fisika lainnya. Tetapi baru kali ini mereka datang dengan hasil temuan yang bisa memutarbalikkan sejarah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tetap berlanjut. Jika temuan definitif ini memang terbukti diletakkan sebagai sebuah jam matahari kuno, maka monumen Stonehenge yang terkenal dari Inggris relatif pendatang baru dalam dunia astronomi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TVCqSVuKirI/AAAAAAAABFM/IISGcs0J8vc/s1600/93301_stonehenge.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://4.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TVCqSVuKirI/AAAAAAAABFM/IISGcs0J8vc/s320/93301_stonehenge.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;Sekadar diketahui, menurut sejumlah arkeolog, Stonehenge dibangun sekitar tahun 2.000-2.500 SM dan didirikan oleh sekelompok orang kuno untuk memberikan garis pandang untuk matahari dan bulan untuk kemudian dijadikan tanggal tertentu, khususnya untuk mengantisipasi datangnya musim panas dan musim dingin. Sementara piramida dibangun sekitar tahun 3.200 SM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: x-small; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: x-small; line-height: 20px;"&gt;sumber: &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: x-small; line-height: 20px;"&gt;&lt;a href="http://teknologi.vivanews.com/news/read/203293-suku-aborigin-adalah-astronom-pertama-"&gt;vivanews&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #444444; font-family: Verdana, Tahoma, Arial, 'Trebuchet MS'; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-8349373106435205063?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/8349373106435205063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/02/suku-aborigin-adalah-astronom-pertama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8349373106435205063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8349373106435205063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/02/suku-aborigin-adalah-astronom-pertama.html' title='Suku Aborigin adalah Astronom Pertama?'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TVCqRI1pjlI/AAAAAAAABFI/mcwtR6m7oSM/s72-c/104573_tumpukan-batu-tua-yang-dijadikan-semacam-jam-matahari-kuno-oleh-suku-aborigin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-1906549699684332233</id><published>2011-02-03T10:09:00.002+07:00</published><updated>2011-02-03T11:01:41.898+07:00</updated><title type='text'>Jemaah Haji Berseragam Batik Mulai Tahun Ini</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TUoa_Ll4gvI/AAAAAAAABFE/xhQaJxhSLPw/s1600/batik+haji1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TUoa_Ll4gvI/AAAAAAAABFE/xhQaJxhSLPw/s320/batik+haji1.jpg" width="236" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px !important; padding-left: 10px !important; padding-right: 10px !important; padding-top: 0px !important;"&gt;Pada musim haji tahun ini seluruh jemaah haji Indonesia, baik jemaah reguler maupun haji khusus, harus memakai seragam batik haji yang telah ditetapkan oleh pemerintah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px !important; padding-left: 10px !important; padding-right: 10px !important; padding-top: 0px !important;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px !important; padding-left: 10px !important; padding-right: 10px !important; padding-top: 0px !important;"&gt;"Seragam batik&amp;nbsp; haji ini gunanya sebagai identitas masyarakat Indonesia, dan memudahkan koordinasi jemaah haji kita di Tanah Suci," kata Menteri Agama Suryadharma Ali, usai peluncuran motif dan warna seragam jemaah haji Indonesia tadi malam di Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px !important; padding-left: 10px !important; padding-right: 10px !important; padding-top: 0px !important;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Menag, untuk tahun ini juga, pemerintah mengeluarkan kebijakan seragam batik bagi jemaah haji. Ini merupakan salah satu upaya untuk menghadirkan ciri khas jemaah haji dalam semangat Islami yang mencerminkan identitas nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Motif dan warna batik seragam jemaah haji ini dipilih berdasarkan pemenang lomba yang diadakan oleh Kementerian Agama, dengan juri beberapa desainer dan orang yang ahli di bidangnya," tambah Suryadharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik yang dipilih sebagai seragam jemaah haji ini, adalah hasil kreasi rancangan dari Tatik Firdaus, owner CV Firdaus Batik dari Kebun Jeruk, Jakarta. Perusahaan batik UKM ini menang setelah melalui proses penjurian dan terpilih dari 15 peserta UKM lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak cipta kreasi rancangan batik tersebut diserahkan kepada pemerintah, dan sebagai kompensasi Tatik memperoleh dana sebesar Rp150 juta dari Kementeri Agama. Selanjutnya motif dan warna batik jemaah haji Indonesia bisa diperbanyak oleh UKM lainnya, dan dijual kepada calon jemaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seragam batik berwarna hijau dengan aksen ungu ini, menampilkan motif bunga dari pulau-pulau besar yang ada di Indonesia. Desainnya menggambarkan tentang bersatunya kebudayaan Indonesia, yang walaupun berbeda suku dan adat, tapi masih dalam satu kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motifnya menampilkan ornamen-ornamen pulau besar yang ada di Indonesia. Seperti bunga rafflesia dari Sumatera, perisai dari Kalimantan, lereng atau parang dari Jawa, dan tanaman rambat dari Indonesia Bagian Timur. Gabungan dari keseluruhan ornamen tersebut, merupakan perwujudan dari perwakilan budaya lokal Indonesia yang telah menjadi satu kesatuan dalam budaya nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang warna hijau, adalah sebagai lambang dari jamrud khatulistiwa yang telah menyatukan pulau-pulau di Indonesia. Hijau juga merupakan warna Islam bagi bangsa di dunia. Sementara warna ungu merupakan perlambang warna untuk masing-masing ornamen dari pulau besar, agar serasi dan enak dipandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengadaan seragam batik ini bebas dari praktik KKN. Tujuannya untuk menghidupkan UKM batik yang banyak di daerah. Batik ini dibuat oleh UKM.&lt;br /&gt;Hak patennya menjadi milik Kementerian Agama. Tapi perlu diingat bahwa Kemenag tidak menjual batik. Batik ini diproduksi oleh UKM-UKM dan menjualnya kepada jemaah," tegas Menag.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px !important; padding-left: 10px !important; padding-right: 10px !important; padding-top: 0px !important;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px !important; padding-left: 10px !important; padding-right: 10px !important; padding-top: 0px !important;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.rumahbatik.com/artikel/112-jemaah-haji-berseragam-batik-mulai-tahun-ini.html"&gt;RumahBatik.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-1906549699684332233?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/1906549699684332233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/02/jemaah-haji-berseragam-batik-mulai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/1906549699684332233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/1906549699684332233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/02/jemaah-haji-berseragam-batik-mulai.html' title='Jemaah Haji Berseragam Batik Mulai Tahun Ini'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TUoa_Ll4gvI/AAAAAAAABFE/xhQaJxhSLPw/s72-c/batik+haji1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-8934438137889958733</id><published>2011-01-19T23:49:00.000+07:00</published><updated>2011-01-19T23:49:48.046+07:00</updated><title type='text'>Mistik dan Mitos Seputar Batik</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Mitos di seputar cerita tentang keris atau wayang sering kita dengar. Tetapi mitos di seputar pembuatan batik, barangkali hanya sedikit yang pernah beredar. Misalnya saja mitos penciptaan motif batik sidoluhur yang menuntut pencipta awalnya untuk menahan nafas berlama-lama. Atau tentang batik parang yang tercipta karena kekaguman seorang Panembahan Senopati kepada alam sekitarnya, atau juga tentang truntum yang konon tercipta karena dorongan sebuah pengharapan seorang garwa ampil kepada rajanya dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Ya, sebagaimana keris, batik juga mempunyai mitos-mitos yang melingkupinya. Motif sidoluhur yang diciptakan Ki Ageng Henis, kakek dari Panembahan Senopati pendiri Mataram Jawa, serta cucu dari Ki Ageng Selo itu adalah contohnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TTcSjiddt6I/AAAAAAAABEs/uLXo4lZ8Row/s1600/1-sidoluhur.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TTcSjiddt6I/AAAAAAAABEs/uLXo4lZ8Row/s1600/1-sidoluhur.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;Motif Sidoluhur&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Konon motif sidoluhur dibuat khusus oleh Ki Ageng Henis untuk anak keturunannya. Harapannya agar si pemakai dapat berhati serta berpikir luhur sehingga dapat berguna bagi masyarakat banyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Menurut seorang pengamat budaya Jawa, Winarso Kalinggo, motif itu kemudian dimanifestasikan ke selembar kain (dicanting) oleh Nyi Ageng Henis. Nyi Ageng sendiri adalah seorang yang mempunyai kesaktian. Mitosnya, Nyi Ageng selalu megeng (menahan) nafas dalam mencanting sampai habisnya lilin dalam canting tersebut. Hal itu dimaksudkan agar konsentrasi terjaga dan seluruh doa dan harapan dapat tercurah secara penuh ke kain batik tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Sampai sekarang pun, secara umum, proses penciptaan batik masih sama seperti jaman dulu. Laki-laki membuat motif, yang wanita mencanting. Pada proses penciptaan motif parang juga seperti itu. Panembahan Senopati (bertahta 1540–1553 J) dikenal sebagai pencipta motif parang. Panembahan mendapat inspirasi semasa ia melakukan teteki (menyepi dan bersemadi) di goa pinggir Laut Selatan. Ia begitu kagum terhadap stalagmit dan stalaktit yang ada di dalam goa yang dalam pandangan Panembahan sangat khas khususnya pafa saat gelap. Setelah menjadi Raja Mataram, ia pun menyuruh para putri kraton untuk mencanting motif tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TTcSl234m-I/AAAAAAAABEw/qvXPRMFXhAs/s1600/2-BCJParangRusakBarong1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TTcSl234m-I/AAAAAAAABEw/qvXPRMFXhAs/s1600/2-BCJParangRusakBarong1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;Motif Parang Rusak&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Tetapi ada pengkecualian dalam proses penciptaan motif truntum. Menurut Winarso Kalinggo, motif itu diciptakan oleh Kanjeng Ratu Beruk. Anak dari seorang abdi dalem bernama Mbok Wirareja ini adalah isteri dari Paku Buwono III (bertahta dari 1749–1788 M) tetapi berstatus garwa ampil (selir), bukan permaisuri kerajaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Persoalan status ini menjadikan Kanjeng Ratu Beruk selalu gundah. Ia mendamba jadi permaisuri kerajaan, sebuah status yang begitu dihormati dan dipuja orang sejagad keraton. Tapi lebih dari semua itu, Kanjeng Ratu Beruk ingin selalu berada di samping sang raja agar malam-malam sunyi tidak ia lewati sendirian.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TTcSnGOI2VI/AAAAAAAABE0/MXK9W-2jWZE/s1600/3-truntum.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TTcSnGOI2VI/AAAAAAAABE0/MXK9W-2jWZE/s320/3-truntum.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;Motif Truntum&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Pada suatu malam, perhatian Kanjeng Ratu Beruk tertuju pada indahnya bunga tanjung yang jatuh berguguran di halaman keraton yang berpasir pantai. Seketika itu juga ia mencanting motif truntum dengan latar ireng (hitam). “Ini refleksi dari sebuah harapan. Walaupun langit malam tiada bulan, masih ada bintang sebagai penerang. Selalu ada kemudahan di setiap kesulitan. Sekecil apa pun kesempatan, ia tetap bernama kesempatan,” begitu ujar Winarso Kalinggo melukiskan harapan Ratu pembuat truntum.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TTcSpORMBlI/AAAAAAAABE4/dj747ayzBAs/s1600/4-slobok.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TTcSpORMBlI/AAAAAAAABE4/dj747ayzBAs/s320/4-slobok.jpg" width="239" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;Motif Slobok&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Cerita lain menyebutkan, Paku Buwono III juga seorang kreator motif batik. Dia memerintah pada masa penuh guncangan pasca perjanjian Giyanti (1755). Seluruh pusaka dan batik kraton telah dibawa ke Jogja oleh Pangeran Mangkubumi. Dimulailah perang dingin itu. Kerap terjadi saling ejek antara orang Solo dan Jogja. Batik Solo motif Krambil Sesungkil dan Slobok yang dipakai para isteri bangsawan untuk melayat, di Jogja dipakai untuk para punakawan dalam kisah pewayangan. Begitu juga sebaliknya, batik Jogja motif Kawung yang dipakai untuk melayat, di Solo dipakai oleh para punakawan. Benar-benar ejekan yang sangat menghina pada waktu itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;“Antara lain, hal seperti itulah yang membuat Paku Buwono III terguncang,” kata Winarso Kalinggo.&lt;br /&gt;Untuk meredam guncangan tersebut ia mencari ilham. Ia melakukan teteki dengan cara kungkum (berendam) di Kali Kabanaran. Lokasi ini persis di dekat makam Ki Ageng Henis. Hal itu dia lakukan pada malam hari dan hanya ditemani oleh penerangan dari teplok. Waktu dini hari, hujan gerimis mulai turun seakan turut sedih melihat kondisi saat itu. Profil hujan gerimis yang tertangkap oleh cahaya teplok itulah yang kemudian hari menjadi motif Udan Riris.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TTcSrzMV_KI/AAAAAAAABE8/5fPCgK1Sfh8/s1600/5-kawung-picis.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TTcSrzMV_KI/AAAAAAAABE8/5fPCgK1Sfh8/s320/5-kawung-picis.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;Motif Kawung&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Periode Paku Buwono IV (bertahta 1788–1820 M) adalah periode kebebasan berekspresi bagi rakyat kebanyakan. Sebelum PB IV, batik dijadikan alat untuk menjalankan kekuasaan maka pada masa PB IV banyak motif batik yang lahir dari rakyat biasa. Mitos pun bermunculan. Antara lain adalah kisah batik yang digunakan sebagai pembungkus atau popok bayi (kopohan).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Kopohan adalah batik yang digunakan oleh satu keluarga batih secara turun-temurun. Kopohan digunakan sesekali saja, sebagai pembungkus bayi saat bayi baru lahir. Kemudian dicuci hanya oleh pihak keluarga. Setelah itu lalu disimpan di lemari dengan wewangian dari akar lara setu. Kain tersebut baru boleh dikeluarkan dari lemari sebagai suwuk (terapi magis) bagi si bayi di saat sakit.&lt;br /&gt;Mitos akan motif batik yang terbaru adalah mitos motif Kembang Bangah. Kembang Bangah diciptakan oleh Go Tik Swan yang bergelar Panembahan Hardjonagoro (Otobiografi Go Tik Swan Hardjonagoro, Orang Jawa Sejati, penulis Roestopo ).&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TTcRMet74LI/AAAAAAAABEo/COp3zyUuHeY/s1600/6-UdanLiris.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TTcRMet74LI/AAAAAAAABEo/COp3zyUuHeY/s1600/6-UdanLiris.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;Motif Udan Riris&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Batik Kembang Bangah adalah ungkapan protes terhadap keadaan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat jelata, melainkan pada kapitalisme. Kembang Bangah adalah bunga bangkai yang berkelopak indah tapi baunya sangat busuk. Persis seperti gambaran saat itu. Bagi kebanyakan orang, Kembang Bangah adalah ramalan tentang ontran-ontran (kerusuhan) yang terjadi di tahun 1992. Mulai dari rusuh sebelum Pemilu sampai pada aksi para buruh di Tyfountex Solo.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;Itulah beberapa cerita dan mitos di balik proses penciptaan motif batik. Terserah bagi kita untuk mempercayai atau tidak. Sumonggo (silahkan).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;sumber: &lt;a href="http://kabarsoloraya.com/2009/08/01/mistik-dan-mitos-di-seputar-batik/"&gt;Kabar Solo Raya&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-8934438137889958733?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/8934438137889958733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/01/mistik-dan-mitos-seputar-batik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8934438137889958733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8934438137889958733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/01/mistik-dan-mitos-seputar-batik.html' title='Mistik dan Mitos Seputar Batik'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TTcSjiddt6I/AAAAAAAABEs/uLXo4lZ8Row/s72-c/1-sidoluhur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-5224672362795943842</id><published>2011-01-03T11:27:00.004+07:00</published><updated>2011-01-03T12:40:18.807+07:00</updated><title type='text'>'Rumitnya' Proses Batik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TSFQXVliLHI/AAAAAAAABEg/6IbW61cRIG4/s1600/membatik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 245px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TSFQXVliLHI/AAAAAAAABEg/6IbW61cRIG4/s320/membatik.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557811777013689458" /&gt;&lt;/a&gt;Selama ini kita mengenal batik hanya dari melihat motifnya saja. Kalau ada pakaian dengan motif dan warna tertentu kita biasanya langsung bisa 'men-vonis' bahwa itu batik atau bukan. Namun jarang diantara kita yang bisa membedakan apakah 'batik' itu adalah batik original atau batik sablon/batik cetakan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebuah busana dikatakan batik jika pada proses pembuatan motifnya menggunakan malam (lilin). Apakah prosesnya dengan menorehkan canting atau menggunakan tembaga sebagai cap asalkan menggunakan malam (lilin) maka karya itu adalah batik original.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan yang non malam (non lilin), maka 'batik' itu adalah non original alias bukan batik. Hanya motifnya saja yang meniru motif batik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk lebih mengenal batik original ada baiknya kita mengetahui bagaimana sebuah karya batik tercipta. Dengan mengetahui kita bisa membayangkan bagaimana rumitnya batik yang kita kenakan dihasilkan. Dan kita bisa menghargai dan memaklumi kalau harga yang harus kita keluarkan setara dengan panjangnya proses pembuatannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Proses pengerjaan batik demikian unik sekaligus rumit. Setidaknya ada 12 tahap. Tahap pertama &lt;i&gt;nyungging&lt;/i&gt;, yaitu membuat pola/motif pada kertas. Tahap kedua &lt;i&gt;njaplak&lt;/i&gt;: memindahkan pola dari kertas ke kain. Tahap ketiga &lt;i&gt;nglowong&lt;/i&gt;, yaitu pelekatan malam dengan canting sesuai dengan pola.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tahap keempat &lt;i&gt;ngiseni&lt;/i&gt;, yaitu pemberian motif isen pada pola utama. Tahap kelima &lt;i&gt;nyolet&lt;/i&gt;, yaitu memberi bagian tertentu dengan warna. Tahap keenam &lt;i&gt;mopol&lt;/i&gt;, atau menutupi bagian yang dicolet dengan malam. Tahap ketujuh &lt;i&gt;ngelir&lt;/i&gt;: Pewarnaan secara menyeluruh. Tahap kedelapan &lt;i&gt;nglorod&lt;/i&gt;, yaitu penghilangan malam dengan merendamnya di air mendidih. Tahap kesembilan &lt;i&gt;ngrentesi&lt;/i&gt;: Pemberian cecek (titik) pada klowongan. Tahap ke-10 &lt;i&gt;nyumti&lt;/i&gt;, yaitu menutupi bagian tertentu dengan malam. Tahap ke-11 &lt;i&gt;nyoga&lt;/i&gt;, atau pencelupan kain dengan warna sogan. Tahap ke-12 &lt;i&gt;nglorod&lt;/i&gt;, penghilangan malam dengan merendamnya di air mendidih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi masihkah kita berfikir membuat batik original itu sederhana? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;sumber: &lt;a href="http://www.rumahbatik.com/content/view/16/31/"&gt;rumahbatik.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-5224672362795943842?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/5224672362795943842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/01/rumitnya-proses-batik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/5224672362795943842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/5224672362795943842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2011/01/rumitnya-proses-batik.html' title='&apos;Rumitnya&apos; Proses Batik'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TSFQXVliLHI/AAAAAAAABEg/6IbW61cRIG4/s72-c/membatik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-2031841551850000605</id><published>2010-12-17T17:52:00.003+07:00</published><updated>2010-12-17T17:58:09.447+07:00</updated><title type='text'>Jejak Batik Bantulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TQtBTnAAcPI/AAAAAAAABEU/o7_BKJ9TwDc/s1600/bantulan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 237px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TQtBTnAAcPI/AAAAAAAABEU/o7_BKJ9TwDc/s320/bantulan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551602770806599922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; color: rgb(35, 35, 35); line-height: 18px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;&lt;lead style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(128, 128, 128); font-size: 11px; "&gt;Sentra batik Desa Wijirejo, Pandak Bantul, menonjolkan motif khas Bantulan. Motif-motif tersebut dibuat baik dalam bentuk batik tulis maupun batik cap (foto samping). Batik Bantulan menjadi kekuatan ekonomi bagi Kabupaten Bantul. Salah satunya dikembangkan di Dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Rabu (1/12).&lt;/span&gt;&lt;/lead&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;&lt;lead style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; "&gt;Mungkin tidak banyak yang tahu jika Bantul memiliki tradisi dan motif batik sendiri yang dikenal dengan batik bantulan. Meski tetap berkiblat pada keraton, batik bantulan lebih dikenal dengan batik petani atau batik rakyat karena para pembatik memodifikasi pola keraton dengan ekspresi mereka dengan dasar kehidupan sehari-hari.&lt;/lead&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Di wilayah Yogyakarta, Bantul menjadi pemasok terbesar batik rakyat. Ada 53 motif asli Bantul yang saat ini hidup. Beberapa di antaranya adalah motif kembang kenanga, krembyah, alas-alasan, dan motif taru polo. Sentra batik bisa ditemui di Kecamatan Imogiri dan Pandak dengan jumlah perajin sekitar 3.000 orang. Di Imogiri, masyarakat banyak mengembangkan batik tulis, sementara di Pandak lebih banyak batik cap.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Sugito, perajin batik di Dusun Gunting, Gilangharjo, Pandak, Rabu (1/12), menuturkan, awalnya para perajin di Bantul menjadi buruh di sentra batik sekitar keraton. Sebagian juga membatik di keraton. Tiap pagi mereka pergi ke arah utara (keraton) untuk membatik dan kembali ke selatan pada sore harinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Kondisi tersebut lama kelamaan menimbulkan kelelahan dan kejenuhan. Mereka pun mulai membatik sendiri di rumah. Awalnya mereka kesulitan membuat pola dan motif karena sebelumnya hanya membatik. ”Kami pun coba-coba membuat motif dengan berpedoman pada keraton. Semuanya kami buat berdasarkan ekspresi. Makanya batik kami juga sering disebut batik kasar,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Mulanya hanya satu-dua perajin yang berani membatik sendiri di rumah. Lama kelamaan buruh-buruh batik menjadi perajin mandiri dengan omzet yang lumayan. Mereka juga memperluas jenis batik, seperti batik lukis. ”Batik lukis ini juga untuk mengatasi kejenuhan pasar,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Proses pembuatan batik lukis sedikit berbeda dengan batik kain. Setelah pencelupan warna, batik lukis bisa ditambahkan goresan warna menarik, seperti warna emas atau warna mencolok lainnya. ”Bagi pembatik ini menjadi wahana ekspresi diri, karena goresan-goresan warna tambahan itu sepenuhnya tergantung selera kita,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Ragam corak batik lukis juga lebih variatif, mulai dari corak-corak pakem keraton sampai ke corak pemandangan, hewan, tumbuhan-tumbuhan, atau goresan-goresan yang sifatnya abstrak. Harga jualnya variatif, tergantung ukuran, mulai dari &lt;line style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; "&gt;&lt;/line&gt;Rp 40.000 hingga Rp 200.000.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; "&gt;&lt;crosshead style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; "&gt;Makam Imogiri&lt;/crosshead&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Asal usul batik bantulan bersamaan dengan berdirinya makam raja-raja Mataram di Imogiri pada abad ke-16. Keberadaan makam membuat interaksi antara keraton dan warga sekitar Imogiri semakin intensif. Warga sekitar pun banyak direkrut menjadi abdi dalem untuk menjaga makam. Sebagai abdi dalem, mereka pun berkesempatan belajar membatik, yang banyak dilakukan di lingkungan keraton. Keterampilan itu kemudian ditularkan ke keluarga abdi dalem secara turun temurun.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Tingginya permintaan batik di lingkungan keraton tak mampu dipenuhi para abdi dalem. Abdi dalem bersama sejumlah saudagar lantas memilih membatik di luar keraton dengan mengajari penduduk sekitar. ”Dari situlah muncul modifikasi motif. Lama kelamaan batik juga dipakai masyarakat umum dan akhirnya tumbuh menjadi industri,” tutur Sugito menambahkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Di Dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, masyarakat sekitar mengembangkan batik tulis. Bagi masyarakat Giriloyo, membatik sudah menjadi tradisi turun temurun. Keterampilan tersebut diperoleh dari nenek moyang mereka. Kelihaian nenek moyang mereka dalam membatik berawal ketika Sultan Agung dan Sultan Cirebon dimakamkan di Imogiri. Sejak adanya dua makam tersebut, keluarga keraton sering datang untuk berziarah.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;”Dulu batik digunakan oleh kalangan keraton. Banyaknya keluarga keraton yang datang berziarah membuat interaksi warga dengan mereka begitu intens. Warga pun diajari membatik dan disuruh membuat kain batik bagi keluarga keraton,” ujar Nur Ahmadi, Ketua Paguyuban Batik Giriloyo.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Di Giriloyo, membatik menjadi pekerjaan sampingan bagi ibu-ibu rumah tangga. Hanya satu dua laki-laki saja yang ikut membatik. ”Dari dulu membatik memang menjadi urusan perempuan. Bapak-bapak bekerja sebagai petani atau buruh bangunan. Pembagian kerja itu terus berlanjut hingga sekarang,” imbuh Nur Ahmadi.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Batik Bantulan sempat hancur setelah gempa tahun 2006. Rasa putus asa sempat menghinggapi sekitar 510 perajin batik di Giriloyo. Selama enam bulan pertama pascagempa, aktivitas membatik berhenti total karena fokus masyarakat ditujukan untuk memperbaiki rumah. Baru setelah itu, satu dua orang pun mulai membatik. ”Kebanyakan warga mulai membatik setelah satu tahun pascagempa,” tutur Amanah, salah satu perajin di Giriloyo.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Kini batik bantulan telah bangkit. Secara khusus, Pemerintah Kabupaten Bantul bahkan menetapkan batik sebagai muatan lokal bagi kurikulum tingkat SD hingga SMA/SMK. Materi tersebut mulai diajarkan pada tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Non-Formal Kabupaten Bantul Masharun Gazalie mengatakan, target muatan lokal batik adalah mencetak siswa yang bisa membuat, memahami, dan menjual batik. ”Jadi tidak hanya sekadar membuat, tetapi juga memasarkannya karena selama ini perajin banyak menghadapi kendala penjualan,” paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Menurutnya, pemerintah sudah menyiapkan tenaga pengajar. Guru kesenian dan keterampilan dipilih untuk menjadi pengajar batik. Sebelum mengajar, mereka terlebih dahulu mengikuti diklat selama dua bulan berturut-turut. Nantinya semua guru akan mendapatkan pelatihan soal batik. Tujuannya, agar tumbuh kesadaran bersama untuk mencintai batik.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Salah satu wujud kecintaan terhadap batik adalah wacana menetapkan seragam batik bagi PNS selama tiga hari berturut-turut. Hari wajib batik saat ini baru Jumat dan Sabtu. Nantinya akan ditambah satu hari lagi pada hari Kamis. ”Jika itu terwujud, peluang pemasaran batik semakin terbuka lebar,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;&lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; "&gt;&lt;crosshead style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; "&gt;Sertivikasi HKI&lt;/crosshead&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Meski sudah mengembangkan 53 macam motif, Pemerintah Kabupaten Bantul belum mengurus sertifikat hak kekayaan intelektual (HKI) bagi batik bantulan. ”Kami memang belum fokus ke Haki. Fokus kami masih pada kendala pemasaran batik. Batik Bantul harus bersaing dengan batik dari luar daerah, seperti Pekalongan, Kulon Progo, Solo, dan Sleman. Belum lagi masuknya batik murah produksi China dan Malaysia,” kata staf ahli Bupati Bantul Bidang Perekonomian, Yahya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Walaupun belum memiliki HakI, Bantul tidak khawatir motifnya dijiplak oleh daerah lain. Baginya, motif batik adalah seni yang sulit ditiru. Untuk mendokumentasikan motif-motif tersebut, Bantul telah menerbitkan buku berjudul Batik Bantul setebal 107 halaman. Buku dengan sampul Bupati Bantul Sri Suryawidati tersebut menjelaskan motif-motif batik asli Bantul.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Ari Indah Hayati, salah satu tim penyusun buku, mengatakan, keberadaan buku tersebut menjadi salah satu cara untuk melindungi motif batik bantulan. ”Kami menyusun buku tersebut melalui studi terlebih dahulu. Diharapkan, buku Batik Bantul menjadi media promosi yang bagus bagi sentra batik di Bantul,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; font-size: 14px; "&gt;Penasaran dengan batik bantulan, silakan datang ke Bantul.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;sumber: &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2010/12/17/03580645/jejak.batik.bantulan"&gt;kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-2031841551850000605?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/2031841551850000605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/12/jejak-batik-bantulan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/2031841551850000605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/2031841551850000605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/12/jejak-batik-bantulan.html' title='Jejak Batik Bantulan'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TQtBTnAAcPI/AAAAAAAABEU/o7_BKJ9TwDc/s72-c/bantulan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-6393477816154517493</id><published>2010-12-11T10:54:00.002+07:00</published><updated>2010-12-11T11:07:09.793+07:00</updated><title type='text'>Teguran Tuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TQL4NU-5k8I/AAAAAAAABEM/yhtH11tjtCc/s1600/Sakit_Kepala.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TQL4NU-5k8I/AAAAAAAABEM/yhtH11tjtCc/s320/Sakit_Kepala.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549270598728389570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black; mso-themecolor:text1"&gt;Seorang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;andor &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;agunan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;erada di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;antai 5 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ngin &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;emanggil &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ekerjanya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ang sedang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ekerja &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;bawah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;erkali-Kali &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;sang mandor b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;erteriak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;emanggil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt; tapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black; mso-themecolor:text1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;i &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ukang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;idak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;apat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;endengar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;arena &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;f&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;okus &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ekerjaanya dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;isingnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;lat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;angunan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height: 115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;andor &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;erus &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;erusaha &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;gar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;i &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ukang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;au &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;enoleh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;atas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;Di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;emparnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ang 1000an &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;atuh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;epat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;i &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ebelah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;i &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ukang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height: 115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;i &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ukang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;anya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;emungut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ang 1000 dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;elanjutkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ekerjaanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt; S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;andor &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;khirnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;elemparkan 100.000 dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;erharap &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;i &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ukang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;au &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;enengadah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ebentar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;atas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height: 115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Akan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;etapi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;i &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ukang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;anya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ompat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;egirangan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;arena &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;enemukan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ang 100.000 dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;embali &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ekerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height: 115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-weight:bold"&gt;Pada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;khirnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;ang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;andor &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;elemparkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;atu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;ecil &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;ang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;epat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;engenai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;epala &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;i &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;ukang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height: 115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1; mso-bidi-font-weight:bold"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;Merasa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;esakitan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;khirnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;i &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ukang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;enoleh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;e &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;tas dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;khirnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;apat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;erkomunikasi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;engan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;andor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-weight:bold"&gt;Cerita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;ersebut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;atas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;ungkin &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;ama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;engan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;ehidupan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-bidi-font-weight:bold"&gt;ita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height: 115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1; mso-bidi-font-weight:bold"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Tuhan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;elalu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ngin &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;enyapa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ita,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height: 115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Akan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;etapi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;elalu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ibuk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ekerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height: 115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Kita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;iberi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ejeki &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;edikit &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;aupun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;anyak,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height: 115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sering &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ali &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;upa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ntuk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;enengadah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ersyukur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Jadi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language:EN-US"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt;angan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt; s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ampai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;endapatkan '&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;atu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ecil'&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height: 115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1; mso-ansi-language:EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;gar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;elalu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ekat dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black;mso-themecolor:text1;mso-ansi-language: EN-US"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;ngat kepada Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 115%; font-family: Arial, sans-serif; color: black; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;(diambil dari kisah bijak)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN" style="color:black;mso-themecolor:text1"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-6393477816154517493?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/6393477816154517493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/12/teguran-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/6393477816154517493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/6393477816154517493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/12/teguran-tuhan.html' title='Teguran Tuhan'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TQL4NU-5k8I/AAAAAAAABEM/yhtH11tjtCc/s72-c/Sakit_Kepala.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-3652953309164586182</id><published>2010-12-02T09:07:00.001+07:00</published><updated>2010-12-02T09:09:55.802+07:00</updated><title type='text'>Batik Motif 'Kinahrejo' Laku Rp 51 Juta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TPb_mzZp72I/AAAAAAAABEE/tF1z-vM6asQ/s1600/kinahrejo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TPb_mzZp72I/AAAAAAAABEE/tF1z-vM6asQ/s320/kinahrejo.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545901033251270498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; color: rgb(51, 51, 51); -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; "&gt;&lt;h2 style="font-size: 11px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; font-size: medium; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(35, 35, 35); font-family: arial; font-size: 14px; line-height: 18px; "&gt;Batik tulis motif "Kinahrejo" karya Romi dari Pekalongan terjual Rp 51 juta dalam acara lelang yang diselenggarakan di Plasa Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang lelang adalah Menteri Perindustrian dan Perdagangan MS Hidayat, yang sebelumnya membuka pameran batik bertajuk "Jawa Tengah Inspirasi Batik Indonesia" tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Euis Saedah di Jakarta, dana yang terkumpul dalam acara lelang akan disumbangkan kepada korban letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami melelang sejumlah kain batik motif khusus, yakni batik tulis motif 'Merapi' dan motif 'Kinahrejo'," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, batik tulis tersebut merupakan karya desainer lokal yang menaruh perhatian terhadap bencana Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bencana tersebut tidak hanya merenggut ratusan nyawa manusia, tetapi juga tempat tinggal dan mata pencaharian warga sekitar lereng Merapi," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diharapkan, hasil lelang ini dapat digunakan untuk membantu korban bencana dan mengembalikan geliat perekonomian di daerah-daerah yang terkena bencana Merapi," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kain batik motif "Kinahrejo", kain batik motif "Merapi" karya Batik Omar terjual dengan harga Rp 35 juta dan Rp 25 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada juga kain batik motif ’Wedhus Gembel’ karya Suyatno dari Yogyakarta yang nantinya akan dilelang. Namun, saat ini batik tengah dalam proses pengerjaan," tandas Euis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(35, 35, 35); font-family: arial; line-height: 18px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.rumahbatik.com/content/view/16/31/"&gt;kompas&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-3652953309164586182?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/3652953309164586182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/12/batik-motif-kinahrejo-laku-rp-51-juta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/3652953309164586182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/3652953309164586182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/12/batik-motif-kinahrejo-laku-rp-51-juta.html' title='Batik Motif &apos;Kinahrejo&apos; Laku Rp 51 Juta'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TPb_mzZp72I/AAAAAAAABEE/tF1z-vM6asQ/s72-c/kinahrejo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-8459473832224451070</id><published>2010-11-29T11:36:00.006+07:00</published><updated>2010-11-29T23:12:57.836+07:00</updated><title type='text'>You&amp;Home</title><content type='html'>&lt;div&gt;Bulan lalu kami dihubungi redaksi majalah You&amp;amp;Home. Mereka minta izin menampilkan produk unik kami untuk mengisi tema majalah tersebut edisi Desember 2010. Tentu saja kami tidak keberatan karena segmen majalah tersebut memang pas dengan produk-produk kami yang unik, elegan, limited.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TPMwQXDwKDI/AAAAAAAABD0/HcVH1Vm-87Y/s1600/281120102329.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TPMwQXDwKDI/AAAAAAAABD0/HcVH1Vm-87Y/s320/281120102329.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544828623849007154" /&gt;&lt;/a&gt;Banderol untuk gitar batik tertukar dengan banderol harga untuk sempoa-boks batik&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TPMwAKKZevI/AAAAAAAABDs/_55hNiC2VUg/s1600/281120102332.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TPMwAKKZevI/AAAAAAAABDs/_55hNiC2VUg/s320/281120102332.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544828345509313266" /&gt;&lt;/a&gt;Corak batik memang merambah aneka produk, namun yang original batik (pembuatan dengan menggunakan malam/lilin) masih terbatas pada kain, kayu, dan bambu.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TPMvtxJUATI/AAAAAAAABDk/xba_rjgzwT8/s1600/281120102335.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TPMvtxJUATI/AAAAAAAABDk/xba_rjgzwT8/s320/281120102335.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544828029556228402" /&gt;&lt;/a&gt;Majalah You&amp;amp;Home vol 2/2010, tebal 160 halaman kertas luks full colour.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-8459473832224451070?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/8459473832224451070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/11/you-home.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8459473832224451070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8459473832224451070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/11/you-home.html' title='You&amp;Home'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TPMwQXDwKDI/AAAAAAAABD0/HcVH1Vm-87Y/s72-c/281120102329.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-8663925146044863761</id><published>2010-11-23T12:42:00.002+07:00</published><updated>2010-11-23T12:46:36.289+07:00</updated><title type='text'>Open Source Ungkap 'DNA' Batik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TOtUoCVQ08I/AAAAAAAABDc/3q7DKPpaCLk/s1600/dna%2Bbatik.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TOtUoCVQ08I/AAAAAAAABDc/3q7DKPpaCLk/s320/dna%2Bbatik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542616813207081922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Siapa menyangka dari hasil pembicaraan santai sekelompok anak muda di Bandung seputar batik akhirnya menghasilkan inovasi teknologi yang berpotensi memajukan industri batik. Dibantu para peneliti di BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), tim yang menyebut dirinya Pixel People Project berhasil mengembangkan software untuk mengungkap kekhasan atau "DNA" batik untuk mengidentifikasi motif asli Indonesia dan membuat motif variannya dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah dipelajari batik sebetulnya suatu bentuk perulangan yang disebut fraktal. Dalam matematika itu berkaitan dengan teori chaos," ujar Idwan Suhardi Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek Kementrian Riset dan Teknologi di Jakarta, Rabu (11/6). Hal tersebut disimpulkan setelah tim BPPT melakukan melakukan analisis terhadap 300 motif batik dari Sumatera, Jawa, Madura, dan daerah lainnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dari analisis tersebut dapat diketahui motif dasar atau boleh dibilang DNA batik. Dari motif dasar diketahui rumus matematikanya sehingga dengan mengubah-ubah variabel yang mempengaruhi dapat dibuat variasi motif yang sangat banyak. Dengan teknik tersebut, pembuatan desain baru dapat dilakukan dengan cepat bahkan setiap saat apalagi telah dikembangkan software yang siap pakai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Ada dua parameter yang digunakan untuk menyusun “DNA” Batik Indonesia. Yang &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt; adalah besaran yang mengukur struktur bentuk motif. Kita menggunakan dimensi fraktal. Parameter &lt;i&gt;kedua&lt;/i&gt; adalah distribusi warna motif. Konfigurasi warna yang ada tersusun atas kombinasi tiga warna dasar. Parameter-parameter ini kemudian disusun menjadi tabel kumpulan &lt;i&gt;meme&lt;/i&gt; yang merefleksikan data-data Batik yang diobservasi. Kemudian dihitung jarak antar artefak batik. Jarak ini yang selanjutnya divisualisasikan ke dalam pohon filomemetika Batik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Proses komputasional ini memperlihatkan terjadinya pengelompokan batik berdasarkan wilayah. Sampel desain Batik dari Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, Garut, Riau hingga Bengkulu cenderung mengelompok berdasarkan daerah asalnya. Setiap daerah memiliki karakteristik yang khas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Hasil yang diperoleh sangat mengejutkan. Mengapa demikian? Sekarang coba kita bayangkan, kita ambil satu buah desain batik acak dari Pasar Klewer, Solo, yang tidak kita ketahui asalnya. Lalu kita foto dengan kamera digital. Setelah melalui proses perhitungan di komputer maka secara probabilistik dapat diketahui dari daerah mana ia berasal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah contoh bahwa dengan pendekatan sains sebuah &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;heritage&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dapat dikembangkan lebih jauh," ujar Idwan. Apalagi software yang dibangun untuk menghasilkan desain secara real time berbasis open source sehingga berpotensi besar dikembangkan terus kemampuannya melalui komunitas. Teori fraktal selama ini dipakai dalam metode mutakhir untuk mengenali gejala retakan pada isolator listrik atau pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan teori fraktal sangat berguna untuk menandai motif batik asli Indonesia sehingga tak diakui sebagai produk negara lain. Namun akan lebih bermanfaat jika penemuan ini lebih menggairahkan industri batik sehingga menjadi salah satu sumber perekonomian nasional&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.rumahbatik.com"&gt;RumahBatik.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-8663925146044863761?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/8663925146044863761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/11/open-source-ungkap-dna-batik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8663925146044863761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8663925146044863761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/11/open-source-ungkap-dna-batik.html' title='Open Source Ungkap &apos;DNA&apos; Batik'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TOtUoCVQ08I/AAAAAAAABDc/3q7DKPpaCLk/s72-c/dna%2Bbatik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-690722773082776998</id><published>2010-10-26T10:30:00.005+07:00</published><updated>2010-10-26T10:45:36.764+07:00</updated><title type='text'>Batik Unik Tanah Liek</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TMZLcG3UgEI/AAAAAAAABDU/E7nB1tCeHGA/s1600/batik+tanah+liek2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TMZLcG3UgEI/AAAAAAAABDU/E7nB1tCeHGA/s320/batik+tanah+liek2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532192138522296386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setahun sudah batik diakui Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk  Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya atau UNESCO sebagai warisan  budaya Indonesia. Batik yang selama ini dikenal sebagai budaya  masyarakat Jawa, ternyata juga dijumpai di Sumanik, Kabupaten Tanah  Datar, Sumatra Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat di sana menyebutnya dengan batik &lt;em&gt;tanah liek&lt;/em&gt;, yang  artinya batik tanah liat. Uniknya, tak seperti di Jawa, mereka  memproduksi batik yang direndam dalam tanah liat untuk memunculkan warna  yang berbeda. Proses perendaman untuk membuat batik ini dilakukan  sebelum dan sesudah pembuatan. Pewarnanya pun berasal dari tumbuhan,  seperti getah gambir untuk warna merah atau getah kulit jengkol untuk  warna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik Ranah Minang punya ciri khas tersendiri jika dibandingkan dengan  batik Jawa, baik corak mapun warna.  Terutama, media pewarna dasar kain  berupa tanah liat dengan cara merendam dasar kain yang belum dibubuhi  motif batik ke dalam larutan tanah liat. Perendaman ini bisa memakan  waktu lebih dari satu hari untuk mendapatkan ketahanan warna tanah yang  menyatu dengan kain. Setelah itu, kain dicuci bersih lalu dibubuhi motif  batik, seperti kaluak paku, itiak pulang patang, parang rusak, maupun  motif berupa kekayaan flora dan fauna alam Ranah Minang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sumbar, sentra batik tanah liek ada di tiga daerah, yakni Padang  dengan Batik Monalisa, di Dharmasraya dan Pesisir Selatan. Meski  sama-sama batik tanah liek, namun motif di masing-masing daerah  berbeda-beda sesuai topografi dan kekayaan alam masing-masing. Di  Dharmasraya misalnya, selain motif dasar, juga ada pembaharuan motif  seperti bunga sawit yang terinspirasi dari bunga sawit yang mekar di  perkebunan sawit yang banyak terdapat di daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik tanah liek adalah batik khas Minangkabau yang motifnya dibuat dari   pewarna berbahan tanah liat. Tak ada catatan sejarah sejak kapan   kerajinan batik tanah liek muncul di Sumatera Barat. Tetapi diyakini telah dikenal masyarakat Minang sejak abad ke-16 dan digunakan sebagai kain adat. Diduga batik ini   muncul dari pengaruh kebudayaan Cina dan hanya dibuat beberapa orang   perajin seperti di Tanah Datar. Tapi kerajinan ini hilang tanpa jejak   sejak zaman peperangan, mungkin zaman pendudukan Jepang. Hingga kemudian diperkenalkan kembali pada 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembuatan  sehelai batik tanah liek tulis yang memakan waktu satu hingga dua bulan  ini menjadikan harga warisan budaya dari Ranah Minang tersebut mencapai  Rp 2 juta sehelainya. Anda berminat mengoleksinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.rumahbatik.com/"&gt;RumahBatik.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-690722773082776998?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/690722773082776998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/10/batik-unik-tanah-liek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/690722773082776998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/690722773082776998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/10/batik-unik-tanah-liek.html' title='Batik Unik Tanah Liek'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TMZLcG3UgEI/AAAAAAAABDU/E7nB1tCeHGA/s72-c/batik+tanah+liek2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-8216940574005058903</id><published>2010-10-04T11:00:00.005+07:00</published><updated>2010-10-04T11:22:38.017+07:00</updated><title type='text'>Dari Nongkrong Terbitlah Bisnis</title><content type='html'>&lt;div&gt;Kamis sore kami kedatangan jurnalis Warta Kota setelah sebelumnya sepakat untuk bertemu. Mereka tertarik untuk menulis usaha kami karena dianggap unik .Pembicaraan sangat santai dan mengalir....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TKlUp_pjdwI/AAAAAAAABDM/ZgKxIz5BreU/s1600/041020102065.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 245px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TKlUp_pjdwI/AAAAAAAABDM/ZgKxIz5BreU/s320/041020102065.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524039498383718146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sehingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan saatnya salat Isya. Padahal yang efektif untuk wawancara kurang dari satu jam. Berarti tempat kami memang cocok buat &lt;i&gt;nongkrong&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;ngobrol&lt;/i&gt;, menunggu... :)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pembicaraan kami ternyata dimuat di Warta Kota edisi Minggu, 3 Oktober 2010. Terima kasih Warta Kota&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TKlUU8kI74I/AAAAAAAABDE/3AgM4Jipub8/s1600/041020102066.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 210px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TKlUU8kI74I/AAAAAAAABDE/3AgM4Jipub8/s320/041020102066.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524039136778448770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-8216940574005058903?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/8216940574005058903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/10/dari-nongkrong-terbitlah-bisnis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8216940574005058903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/8216940574005058903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/10/dari-nongkrong-terbitlah-bisnis.html' title='Dari Nongkrong Terbitlah Bisnis'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TKlUp_pjdwI/AAAAAAAABDM/ZgKxIz5BreU/s72-c/041020102065.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-7192960806282316481</id><published>2010-09-21T10:08:00.003+07:00</published><updated>2010-09-21T10:13:45.488+07:00</updated><title type='text'>Batik Corak Sea Games</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TJgiNnxeo6I/AAAAAAAABCs/ZwFsJsgCX9o/s1600/batik+seag1.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TJgiNnxeo6I/AAAAAAAABCs/ZwFsJsgCX9o/s320/batik+seag1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519198960752698274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi  Malarangeng meluncurkan secara resmi batik bercorak cabang olah raga  yang akan dipertandingkan pada SEA Games 2011 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Selain meluncurkan batik karya dari desainer Jaja Sutrija itu, Menpora  secara resmi juga meluncurkan desain kaos Pusaka Merah Putih yang akan  beredar selama SEA Games berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Desain batik dan kaos cukup menarik dan telah mampu menunjukkan  indentitas bangsa," katanya di sela peluncurkan yang bertepatan dengan  pembukaan Pekan Haornas di halaman Kemenpora Jakarta, Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Batik bercorak cabang olah raga yang dipertandingkan dalam SEA Games  2011 terdiri dari 40 macam. Pada peluncuran secara resmi corak batik  yang ditampilkan oleh model sebanyak tujuh macam yaitu sepak bola, golf,  bola basket, lari, balap sepeda, panahan, dan tenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Untuk kaos Pusaka Merah Putih yang merupakan karya dari Weni Indrawan  berjumlah lima macam di antaranya bergambar cabang olah raga, pahlawan  nasional dan bercorak tulisan "&lt;em&gt;I Love Indonesia&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Menurut dia, SEA Games 2011 yang digelar di Tanah Air merupakan  hajatan besar yang harus disukseskan. Untuk itu pihaknya menghimbau  kepada semua pihak untuk ikut mensukseskan evant dua tahunan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Ini adalah peluang kita untuk menjadi juara umum. Jadi kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SEA Games 2011 sesuai dengan rencana akan digelar di dua tempat yaitu  Sumatra Selatan dan Jakarta. Adapun pelaksanaannya diperkirakan  berlangsung 11 November 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Untuk mempersiapkan atlet yang akan diturunkan di SEA Games 2011  mendatang, pemerintah dan KONI/KOI telah menyiapkan jauh-jauh hari yaitu  melalui Program Indonesia Emas (PRIMA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada program itu seluruh atlet yang diproyeksikan turun di SEA Games  telah digembleng oleh pelatih-pelatih handal baik dari dalam dan luar  negeri. Bahkan seluruh atlet juga digembleng di markas Kopassus di  Batujajar Bandung, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://www.rumahbatik.com/content/view/16/31/"&gt;rumahbatik.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TJghwvRj56I/AAAAAAAABCk/O5OJ_ndGRW0/s1600/batik+seag.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-7192960806282316481?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/7192960806282316481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/09/batik-corak-sea-games.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/7192960806282316481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/7192960806282316481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/09/batik-corak-sea-games.html' title='Batik Corak Sea Games'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TJgiNnxeo6I/AAAAAAAABCs/ZwFsJsgCX9o/s72-c/batik+seag1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-4083978082835077995</id><published>2010-09-07T17:05:00.002+07:00</published><updated>2010-09-07T17:08:31.473+07:00</updated><title type='text'>Label Batik Masih Sulit Diterapkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TIYOmtYuDdI/AAAAAAAABCU/0MgeJd-SLaY/s1600/mbatik1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 260px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TIYOmtYuDdI/AAAAAAAABCU/0MgeJd-SLaY/s320/mbatik1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514110851942845906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemerintah sulit menerapkan labelisasi batik. "Setelah dibahas, ternyata  implementasi label batik tidak mudah," kata Menteri Perdagangan Mari  Elka Pangestu usai peluncuran Portal Indonesia Kreatif di Jakarta, Rabu  (23/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mari Elka, tidak hanya pemerintah Asosiasi  Pertekstilan Indonesia (API) juga menyatakan penerapan label batik  sulit. Salah satu kesulitan yang dihadapi adalah ketika kain batik yang  ukurannya sangat panjang hanya akan diberi satu label.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Padahal, kain batik bisa diubah menjadi pakaian atau sarung. "Saat ini,  kami mencari cara agar label bisa diterapkan. Apakah ditempelkan di baju  atau lainnya," ujar Mari Elka. "Kalau sudah ada label, akan jelas jenis  batik tulis, cap, atau produk tekstil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide pemberian label  pada batik sudah tercetus sejak beberapa tahun lalu. Penerapan label  untuk membedakan batik tulis dengan produk garmen bermotif batik.  Pelabelan juga bertujuan untuk memberi perlindungan kepada produsen atau  pengrajin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya label, hasil kaya pengrajin batik  bisa lebih dihargai dibandingkan sekedar produk garmen biasa. Selain  itu, konsumen pun terlindungi karena tidak bisa tertipu saat membeli  batik tulis yang harganya relatif lebih mahal ketimbang batik cap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Labelisasi batik rencananya diterapkan mulai tahun lalu. Rencana  penerapannya kemudian diundur hingga Mei tahun ini. Setelah mengetahui  implementasi label masih sulit, penerapan aturan kembali diundur.  Pemerintah pun belum menetapkan target pemberlakuan aturan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://www.rumahbatik.com"&gt;rumahbatik.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto: koleksi pribadi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-4083978082835077995?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/4083978082835077995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/09/label-batik-masih-sulit-diterapkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/4083978082835077995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/4083978082835077995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/09/label-batik-masih-sulit-diterapkan.html' title='Label Batik Masih Sulit Diterapkan'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TIYOmtYuDdI/AAAAAAAABCU/0MgeJd-SLaY/s72-c/mbatik1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-2351323874741925919</id><published>2010-09-03T10:05:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T10:08:11.491+07:00</updated><title type='text'>Busway Batik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TIBmS9FaQVI/AAAAAAAABCM/R4W-ylSD_MU/s1600/bis.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TIBmS9FaQVI/AAAAAAAABCM/R4W-ylSD_MU/s320/bis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512518419722420562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mainpage"&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="mainpage"&gt;Dinas Perhubungan Kota  Surakarta meluncurkan fasilitas layanan  transportasi umum Solo Batik  Trans, Rabu (1/9). Layanan transportasi  perkotaan berjenis bus rapid  transit itu nantinya akan menjadi bus kota  tercanggih di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  tahap awal, mereka baru  mengoperasikan delapan unit armada dari 15  armada yang dimiliki. Bus  yang merupakan sumbangan dari Kementerian  Perhubungan tersebut  dioperasikan oleh Perusahaan Umum Damri Unit Bus  Kota Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nantinya semua armada akan dioperasikan secara bertahap," kata Kepala Dinas Pehubungan Kota Surakarta, Yosca Herman Soedrajad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti   bus rapid transit yang berada di kota lain, Solo Batik Trans hanya  akan  berhenti di halte-halte tertentu. Bus tersebut bakal melintas dari   terminal Palur hingga terminal Kartasura, dengan jarak sekitar 19   kilometer. Selama belintasi rute tersebut, Bus Rapid Transit akan   menyinggahi 35 halte.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melintasi rute tersebut, Solo Batik   Trans hanya membutuhkan waktu tempuh selama 35 menit. Waktu tempuh   tersebut jauh lebih cepat dibanding bus kota biasa, yang memiliki waktu   tempuh hingga satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Herman, pengoperasian Solo Batik   Trans tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di Kota   Surakarta. "Selama ini masyarakat memilih menggunakan kendaraan  pribadi  akibat minimnya kenyamanan alat transportasi umum," kata  Herman. Dia  yakin, banyak pengguna kendaraan pribadi yang bakal beralih  ke Solo  Batik Trans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga yakin, kehadiran Solo Batik Trans  tersebut  tidak akan mematikan bus kota lain. "Sebab harga tiketnya  sedikit lebih  mahal," kata Herman. Namun dia berharap, pengusaha bus  kota lain dapat  memperbaiki fasilitas armadanya sehingga mampu setara  dengan Solo Batik  Trans, terutama dari segi ketepatan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpisah,  Manager  Perusahaan Umum Damri Unit Bus Kota Surakarta, Irwanto yakin  jika  pengoperasian Solo Batik Trans akan mendapat sambutan baik dari   masyarakat. Selama ini, pihaknya juga telah mengoperasikan bus kota   kelas eksekutif. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="mainpage"&gt;"Penumpang selalu penuh," kata Irwanto. Saat ini, penumpang yang menumpang Solo Batik Trans masih diharuskan membeli tiket.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="mainpage"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="mainpage"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.rumahbatik.com/content/view/16/31/"&gt;RumahBatik.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-2351323874741925919?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/2351323874741925919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/09/busway-batik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/2351323874741925919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/2351323874741925919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/09/busway-batik.html' title='Busway Batik'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TIBmS9FaQVI/AAAAAAAABCM/R4W-ylSD_MU/s72-c/bis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-7112748185288001363</id><published>2010-08-28T00:29:00.004+07:00</published><updated>2010-08-28T01:27:39.691+07:00</updated><title type='text'>Terima Kasih, Dokter Ida</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/THf3KczLZiI/AAAAAAAABCE/VmH-xODLOU8/s1600/udin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/THf3KczLZiI/AAAAAAAABCE/VmH-xODLOU8/s320/udin.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510144428012693026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Bu, untuk jasa dokter saya bebaskan...," Demikian kurang lebih ucapan seorang dokter muda spesialis anak kepada pasien dan pengantarnya. Antara kaget dan tidak percaya pasien dan pengantarnya hanya bisa mengucapkan, "Terima kasih, dokter..."&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itulah cerita yang masuk ke telinga saya pada Jum'at pagi kemarin (27-8-2010).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalimat yang keluar dari seorang dokter itu ternyata merupakan muara dari sebuah rangkaian riwayat yang cukup panjang sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Ceritanya, di kompleks perumahan kami ada seorang anak yang dicurigai menderita penyakit yang berhubungan dengan paru-paru. Ibu si anak tidak kunjung memeriksakan anaknya ke dokter, sampai kemudian kader Posyandu di kompleks kami mencurigai kesehatan anak ini. Belakangan kami tahu bahwa alasan ekonomi lah yang membuat sang ibu terus menunda memeriksakan anaknya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oleh bidan di posyandu anak ini diminta untuk diperiksakan ke dokter. Kader posyandu diminta untuk terus memantau perkembangan anak ini. Kami cukup beruntung mempunyai kader posyandu yang sangat peduli dan terus memantau. Bahkan dari kader ini terkumpul sedikit dana urunan untuk berobat. Ternyata (menurut perhitungan) dana ini belum cukup.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekian hari anak tersebut tidak kunjung diperiksakan ke dokter. Sang kader posyandu resah karena harus memberikan laporan, sementara dana belum cukup. Dia punya ide akan mengumpulkan dana dari para warga. Tapi, perlu waktu berapa lama mengumpulkan dana &lt;i&gt;door to door&lt;/i&gt;, padahal anak ini harus secepatnya dibawa ke dokter.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mendengar cerita yang sedikit ribet ini seorang ibu di kompleks kami tergerak ikut membantu. Dia memberanikan diri akan mengantar anak (beserta ibunya) ke dokter.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Uangnya dari mana?" tanya sang kader posyandu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Bisalah, uang bisa dicari bu," jawab warga yang peduli ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya, Jum'at pagi itu anak dan ibunya dibawa ke RS Rawa lumbu. Dokter jaga menyarankan langsung saja ke dokter spesialis anak. Ternyata dokter memerintahkan untuk tes mantoux, periksa darah, dan rontgen. Deg... berapa ya biayanya... kan ada biaya dokter spesialis, tes mantoux, periksa darah, dan rontgen.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terjadi tanya jawab cukup panjang antara dokter dengan warga peduli ini (sementara pasien dan ibunya lebih banyak diam). Dan dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sangat mudah ditebak, masalah sebenarnya adalah dana. Dan dokter spesialis ini tentu faham arah dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin inilah yang menggerakkan bu dokter untuk meringankan beban pasiennya. Satu beban berkurang, kata warga peduli ini dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah semua beres dan harus ke kasir,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Jadi berapa, mbak? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Dua puluh sembilan, bu" jawab kasir&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Maksudnya 290.000?" tanya ibu itu dengan khawatir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Bukan bu, tapi 29.000?" jawab kasir&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah di rumah, dihitung ulang. Tadi membayar rontgen dan periksa darah. Kalau biaya dokter free, lalu biaya mantoux siapa yang bayar? Jangan-jangan bu Dokter itu yang menanggung...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ah... alangkah indahnya hidup ini kalau banyak yang peduli dengan sesama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Sebenarnya saya juga khawatir, tapi saya yakin kalau niat kita baik menolong orang lain pasti nanti ada solusi," jawab ibu peduli kepada saya. Dan benar. Keyakinanya terjawab oleh Dokter Anak yang juga peduli kepada sesama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Saya hanya berdoa semoga bu Dokter tadi selalu sehat sehingga bisa melayani sesama. Semakin banyak menolong orang maka Allah juga akan selalu menolongnya," doa ibu peduli ini...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-7112748185288001363?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/7112748185288001363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/08/terima-kasih-dokter-ida.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/7112748185288001363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/7112748185288001363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/08/terima-kasih-dokter-ida.html' title='Terima Kasih, Dokter Ida'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/THf3KczLZiI/AAAAAAAABCE/VmH-xODLOU8/s72-c/udin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-2440153764843363568</id><published>2010-08-19T16:38:00.005+07:00</published><updated>2010-08-21T12:04:27.838+07:00</updated><title type='text'>Sejarah Batik di Indonesia (2)</title><content type='html'>&lt;span class="mainpage"&gt;&lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Jaman Penyebaran Islam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;img src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTbHHvj0BlysnC7oH7vYgLnmhrsCFzITnjXCMK-MHeCgCx4Z0I&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__qgMfuOxya6Pc9t222YCVyKMX1EQ=" alt="batik parang" title="batik parang" border="0" width="259" height="194" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p   style="font-family:times new roman;font-size:10pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: -webkit-xxx-large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Riwayat pembatikan di daerah Jawa Timur lainnya adalah di Ponorogo, yang kisahnya berkaitan dengan penyebaran ajaran Islam di daerah ini. Riwayat seni batik di daerah Ponorogo erat hubungannya dengan perkembangan agama Islam dan kerajaan-kerajaan dahulu. Konon, di daerah Batoro Katong, ada seorang keturunan dari kerajaan Majapahit yang namanya Raden Katong, adik dari Raden Patah. Batoro Katong inilah yang membawa agama Islam ke Ponorogo dan petilasan yang ada sekarang ialah sebuah mesjid di daerah Patihan Wetan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Perkembangan selanjutanya, di Ponorogo, di daerah Tegalsari ada sebuah pesantren yang diasuh Kyai Hasan Basri atau yang dikenal dengan sebutan Kyai Agung Tegalsari. Pesantren Tegalsari ini selain mengajarkan agama Islam juga mengajarkan ilmu ketatanegaraan, ilmu perang dan kesusasteraan. Seorang murid yang terkenal dari Tegalsari di bidang sastra ialah Raden Ronggowarsito. Kyai Hasan Basri ini diambil menjadi menantu oleh raja Kraton Solo. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Waktu itu seni batik baru terbatas dalam lingkungan kraton. Oleh karena putri keraton Solo menjadi istri Kyai Hasan Basri maka dibawalah ke Tegalsari dan diikuti oleh pengiring-pengiringnya. Di samping itu banyak pula keluarga kraton Solo belajar di pesantren ini. Peristiwa inilah yang membawa seni batik keluar dari kraton menuju ke Ponorogo. Pemuda-pemudi yang dididik di Tegalsari inilah, ketika sudah keluar dan membaur dengan masyarakat akan menyumbangkan dharma batiknya dalam bidang-bidang kepamongan dan agama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Daerah perbatikan lama yang bisa kita lihat sekarang ialah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan sekarang dan dari sini meluas ke desa-desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut. Waktu itu obat-obat yang dipakai dalam pembatikan ialah buatan dalam negeri sendiri dari kayu-kayuan antara lain: pohon tom, mengkudu, kayu tinggi. Sedangkan bahan kain putihnya juga memakai buatan sendiri dari tenunan gendong. Kain putih impor baru dikenal di Indonesia kira-kira akhir abad ke-19. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language: EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;Pembuatan batik cap di Ponorogo baru dikenal setelah perang dunia pertama yang dibawa oleh seorang Cina bernama Kwee Seng dari Banyumas. Daerah Ponorogo awal abad ke-20 terkenal batiknya dalam pewarnaan nila yang tidak luntur dan itulah sebabnya pengusaha-pengusaha batik dari Banyumas dan Solo banyak memberikan pekerjaan kepada pengusaha-pengusaha batik di Ponorogo. Akibat dikenalnya batik cap maka produksi Ponorogo setelah perang dunia pertama sampai pecahnya perang dunia kedua terkenal dengan batik kasarnya yaitu batik cap mori biru. Pasaran batik cap kasar Ponorogo kemudian terkenal seluruh Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Batik Solo dan Yogyakarta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;img src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSAJ9tcf5l6BQmO7uqG8ASMT7A9GoVKvHH4HtNjOlzhGrwFa8w&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__Vs8Y7t2f7UviG89rsw2a-qnAfiQ=" alt="batik yogya" title="batik yogya" border="0" width="225" height="225" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p   style="font-family:times new roman;font-size:10pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: -webkit-xxx-large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Dari kerjaan-kerajaan di Solo dan Yogyakarta sekitar abad 17,18 dan 19, batik kemudian berkembang luas, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Awalnya batik hanya sekadar hobi dari para keluarga raja di dalam berhias lewat pakaian. Namun perkembangan selanjutnya, oleh masyarakat batik dikembangkan menjadi komoditi perdagamgan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya (batik proses cap maupun dalam batik tulisnya). Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya tetap antara lain “Sidomukti” dan “Sidoluruh”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; "&gt;Sedangkan Asal-usul pembatikan di daerah Yogyakarta dikenal semenjak kerajaan Mataram ke-I dengan rajanya Panembahan Senopati. Daerah pembatikan pertama di desa Plered. Pembatikan pada masa itu terbatas dalam lingkungan keluarga kraton yang dikerjakan oleh wanita-wanita pembantu ratu. Dari sini pembatikan meluas pada trap pertama pada keluarga kraton lainnya yaitu istri dari abdi dalem dan tentara-tentara. Pada upacara resmi kerajaan keluarga kraton baik pria maupun wanita memakai pakaian dengan kombinasi batik dan lurik. Oleh karena kerajaan ini mendapat kunjungan dari rakyat dan rakyat tertarik pada pakaian-pakaian yang dipakai oleh keluarga kraton, rakyat pun meniru. Akhirnya meluaslah pembatikan keluar dari tembok kraton.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Akibat peperangan zaman dulu, baik antara keluarga raja-raja maupun antara penjajahan Belanda, maka banyak keluarga-keluarga raja yang mengungsi dan menetap di daerah-daerah baru antara lain Banyumas, Pekalongan, dan ke daerah timur: Ponorogo, Tulungagung dan sebagainya. Meluasnya daerah pembatikan ini sampai ke daerah-daerah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Sejarah perjuangan bangsa Indonesia dimulai abad ke-18. Keluarga-keluarga kraton yang mengungsi inilah yang mengembangkan pembatikan ke seluruh pelosok pulau Jawa yang ada sekarang dan berkembang menurut alam dan daerah baru itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Perang Pangeran Diponegoro melawan Belanda, mendesak sang pangeran dan keluarganya serta para pengikutnya harus meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah timur dan barat. Kemudian di daerah-daerah baru itu para keluarga dan pengikut pangeran Diponegoro mengembangkan batik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language: EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulung Agung. Selain itu juga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang ke Banyumas, Pekalongan, Tegal, Cirebon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Perkembangan Batik di Kota-kota lain&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;img src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSSbXnr6fhHHdgEmSFVhUD9zzSkRTE8U_ZwvD4u0BK93jS7r2E&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__Cjq87OJ8pi5gM1qWcbM59_Sb7xg=" alt="cirebon" title="cirebon" border="0" width="268" height="188" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p   style="font-family:times new roman;font-size:10pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: -webkit-xxx-large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Perkembangan batik di Banyumas berpusat di daerah Sokaraja dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegero setelah selesainya peperangan tahun 1830. Mereka kebanyakan menetap di daerah Banyumas. Pengikutnya yang terkenal waktu itu ialah Najendra dan dialah mengembangkan batik celup di Sokaraja. Bahan mori yang dipakai hasil tenunan sendiri dan obat pewarna dipakai pohon tom, pohon pace dan mengkudu yang memberi warna merah semu kuning. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Lama kelamaan pembatikan menjalar pada rakyat Sokaraja, dan pada akhir abad ke-19 berhubungan langsung dengan pembatik di daerah Solo dan Ponorogo. Daerah pembatikan di Banyumas sudah dikenal sejak dahulu dengan motif dan warna khususnya dan sekarang dinamakan batik Banyumas. Setelah perang dunia kesatu pembatikan mulai pula dikerjakan oleh Cina disamping mereka dagang bahan batik. . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Sama halnya dengan pembatikan di Pekalongan, para pengikut Pangeran Diponegoro yang menetap di daerah ini kemudian mengembangkan usaha batik di sekitar daerah pantai ini, yaitu selain di daerah Pekalongan sendiri, batik tumbuh pesat di Buawaran, Pekajangan dan Wonopringgo. Adanya pembatikan di daerah-daerah ini hampir bersamaan dengan pembatikan daerah-daerah lainnya yaitu sekitar abad ke-19. Perkembangan pembatikan di daerah-daerah luar selain dari Yogyakarta dan Solo erat hubungannya dengan perkembangan sejarah kerajaan Yogya dan Solo. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Meluasnya pembatikan keluar dari kraton setelah berakhirnya perang Diponegoro dan banyaknya keluarga kraton yang pindah ke daerah-daerah luar Yogya dan Solo karena tidak mau kerjasama dengan pemerintah kolonial. Keluarga kraton itu membawa pengikut-pengikutnya ke daerah baru itu dan di tempat itu kerajinan batik terus dilanjutkan dan kemudian menjadi pekerjaan untuk pencaharian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Corak batik di daerah baru ini disesuaikan pula dengan keadaan daerah sekitarnya. Pekalongan khususnya dilihat dari proses dan desainnya banyak dipengaruhi oleh batik dari Demak. Sampai awal abad ke-20 proses pembatikan yang dikenal ialah batik tulis dengan bahan morinya buatan dalam negeri dan sebagian impor. Setelah perang dunia kesatu baru dikenal pembuatan batik cap dan pemakaian obat-obat luar negeri buatan Jerman dan Inggris. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Pada awal abad ke-20 pertama kali dikenal di Pekajangan ialah pertenunan yang menghasilkan stagen dan benangnya dipintal sendiri secara sederhana. Beberapa tahun belakangan baru dikenal pembatikan yang dikerjakan oleh orang-orang yang bekerja disektor pertenunan ini. Pertumbuhan dan perkembangan pembatikan lebih pesat dari pertenunan stagen dan pernah buruh-buruh pabrik gula di Wonopringgo dan Tirto lari ke perusahaan-perusahaan batik, karena upahnya lebih tinggi dari pabrik gula. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Sedang pembatikan dikenal di Tegal akhir abad ke-19. Pewarna yang dipakai waktu itu buatan sendiri yang diambil dari tumbuh-tumbuhan: pace/mengkudu, nila, soga kayu dan kainnya tenunan sendiri. Warna batik Tegal pertama kali ialah sogan dan babaran abu-abu setelah dikenal nila pabrik, dan kemudian meningkat menjadi warna merah-biru. Pasaran batik Tegal waktu itu sudah keluar daerah antara lain Jawa Barat. Batik dibawa sendiri oleh pengusaha-pengusaha dengan cara berjalan kaki. Mereka inilah menurut sejarah yang mengembangkan batik di Tasik dan Ciamis, di samping pendatang-pendatang lainnya dari kota-kota batik Jawa Tengah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Pada awal abad ke-20 sudah dikenal mori impor. Dan obat-obat impor baru dikenal sesudah perang dunia kesatu. Pengusaha-pengusaha batik di Tegal kebanyakan lemah dalam permodalan. Bahan baku didapat dari Pekalongan dengan cara kredit. Batiknya dijual pada pedagang Cina yang memberikan kredit bahan baku tersebut. Waktu krisis ekonomi pembatik-pembatik Tegal ikut lesu dan baru giat kembali sekitar tahun 1934 sampai permulaan perang dunia kedua. Waktu Jepang masuk kegiatan pembatikan mati lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Demikian pula sejarah pembatikan di Purworejo bersamaan dengan pembatikan di Kebumen, yaitu berasal dari Yogyakarta sekitar abad ke-19. Pekembangan kerajinan batik di Purworejo dibandingkan dengan di Kebumen lebih cepat di Kebumen. Produksinya sama pula dengan Yogya dan daerah Banyumas lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Sedangkan di daerah Bayat, Kecamatan Tembayat Kebumen, yang letaknya lebih kurang 21 Km sebelah Timur kota Klaten. Daerah Bayat ini adalah desa yang terletak di kaki gunung tetapi tanahnya gersang dan minus. Daerah ini termasuk lingkungan Karesidenan Surakarta dan Kabupaten Klaten. Riwayat pembatikan di sini sudah pasti erat hubungannya dengan sejarah kerajaan kraton Surakarta masa lalu. Di desa Bayat ini ada petilasan yang dapat dikunjungi oleh penduduknya dalam waktu-waktu tertentu, yaitu makam Sunan Bayat di atas gunung Jabarkat. Jadi pembatikan di desa Bayat ini sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu. Pengusaha-pengusaha batik di Bayat tadinya kebanyakan dari kerajinan dan buruh batik di Solo. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Sementara pembatikan di Kebumen dikenal sekitar awal abad ke-19, yang dibawa oleh pendatang-pendatang dari Yogya dalam rangka dakwah Islam, antara lain yang dikenal ialah: Penghulu Nusjaf. Beliau inilah yang mengembangkan batik di Kebumen. Tempat pertama menetap ialah sebelah Timur Kali Lukolo sekarang dan juga ada peninggalan masjid atas usaha beliau. Proses batik pertama di Kebumen dinamakan tengabang atau blambangan dan selanjutnya proses terakhir dikerjakan di Banyumas/Solo. Sekitar awal abad ke-20 untuk membuat polanya dipergunakan kunir yang capnya terbuat dari kayu. Motif-motif Kebumen ialah: pohon-pohon dan burung-burung. Bahan-bahan lainnya yang dipergunakan ialah pohon pace, kemudu dan nila tom. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Pemakaian obat-obat impor di Kebumen dikenal sekitar tahun 1920 yang diperkenalkan oleh pegawai Bank Rakyat Indonesia. Akhimya pegawai ini meninggalkan bahan-bahan bikinan sendiri, karena menghemat waktu. Pemakaian cap dari tembaga dikenal sekitar tahun 1930 yang dibawa oleh Purnomo dari Yogyakarta. Daerah pembatikan di Kebumen ialah desa: Watugarut, Tanurekso dan ada beberapa desa lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Dilihat dengan peninggalan-peninggalan yang ada sekarang dan cerita-cerita yang turun-temurun, maka diperkirakan di daerah Tasikmalaya batik dikenal sejak zaman Tarumanagara. Peninggalannya yang ada adalah banyaknya pohon tarum di sana yang berguna untuk pembuatan batik waktu itu. Desa peninggalan yang sekarang masih ada pembatikan ialah Wurug terkenal dengan batik kerajinannya, Sukapura, Mangunraja, Maronjaya dan Tasikmalaya kota. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Dahulu pusat dari pemerintahan dan keramaian yang terkenal ialah desa Sukapura, Indihiang yang terletak di pinggir kota Tasikmalaya sekarang. Kira-kira akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18. Akibat dari peperangan antara kerajaan di Jawa Tengah, maka banyak dari penduduk daerah Tegal, Pekalongan, Banyumas, dan Kudus yang merantau ke daerah Barat dan menetap di Ciamis dan Tasikmalaya. Sebagian besar dari mereka ini adalah pengusaha-pengusaha batik daerahnya dan menuju ke arah Barat sambil berdagang batik. Dengan datangnya penduduk baru ini, dikenallah pembuatan batik memakai soga yang asalnya dari Jawa Tengah. Produksi batik Tasikmalaya sekarang adalah campuran dari batik-batik asal Pekalongan, Tegal, Banyumas, Kudus yang beraneka pola dan warna. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Ciamis mengenal batik sekitar abad ke-19 setelah selesainya peperangan Diponegoro, dimana pengikut-pengikut Diponegoro banyak yang meninggalkan Yogyakarta menuju ke selatan. Sebagian ada yang menetap di daerah Banyumas dan sebagian ada yang meneruskan perjalanan ke selatan dan menetap di Ciamis dan Tasikmalaya sekarang. Mereka ini merantau beserta keluarganya dan di tempat baru menetap menjadi penduduk dan melanjutkan tata cara hidup dan pekerjaannya. Sebagian dari mereka ada yang ahli dalam pembatikan sebagai pekerjaan kerajinan rumah tangga bagi kaum wanita. Lama kelamaan pekerjaan ini bisa berkembang pada penduduk sekitarnya akibat adanya pergaulan sehari-hari atau hubungan keluarga. Bahan-bahan yang dipakai untuk kainnya hasil tenunan sendiri dan bahan catnya dibuat dari pohon seperti: mengkudu, pohon tom, dan sebagainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language: EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;Motif batik hasil Ciamis adalah campuran dari batik Jawa Tengah dan pengaruh daerah sendiri terutama motif dan warna Garutan. Sampai awal-awal abad ke-20 pembatikan di Ciamis berkembang sedikit demi sedikit, dari kebutuhan sendiri menjadi produksi pasaran. Sedang di daerah Cirebon batik ada kaitannya dengan kerajaan yang ada di aerah ini, yaitu Kanoman, Kasepuahn dan Keprabonan. Sumber utama batik Cirebon, kasusnya sama seperti yang di Yogyakarta dan Solo. Batik muncul lingkungan kraton, dan dibawa keluar oleh abdi dalem yang bertempat tinggal di luar kraton. Raja-raja jaman dulu senang dengan lukisan-lukisan dan sebelum dikenal benang katun, lukisan itu ditempatkan pada daun lontar. Hal itu terjadi sekitar abad ke-13. Ini ada kaitannya dengan corak-corak batik di atas tenunan. Ciri khas batik Cirebonan sebagaian besar bermotifkan gambar yang lambang hutan dan margasatwa. Sedangkan adanya motif laut karena dipengaruhioleh alam pemikiran Cina, dimana kesultanan Cirebon dahulu pernah menyunting putri Cina. Sementra batik Cirebonan yang bergambar garuda karena dipengaruhi oleh motif batik Yogya dan Solo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Pembatikan di Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;img src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRgRBo0m0B34RP0toV1vQOAP1oxOfOZZV3DjMgnfezVyvp_d84&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__E1Jm3nZh4teSN2V3ZLQGa-v9DNY=" alt="kontemporer" title="kontemporer" border="0" width="198" height="255" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p   style="font-family:times new roman;font-size:10pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: -webkit-xxx-large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Pembatikan di Jakarta dikenal dan berkembangn bersamaan dengan daerah-daerah pembatikan lainnya yaitu kira-kira akhir abad ke-19. Pembatikan ini dibawa oleh pendatang-pendatang dari Jawa Tengah. Mereka bertempat tinggal kebanyakan di daerah-daerah pembatikan. Daerah pembatikan yang dikenal di Jakarta tersebar dekat Tanah Abang yaitu: Karet, Bendungan Hilir dan Udik, Kebayoran Lama, dan daerah Mampang Prapatan serta Tebet. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Jakarta sejak zaman sebelum perang dunia kesatu telah menjadi pusat perdagangan antar daerah Indonesia dengan pelabuhannya Pasar Ikan sekarang. Setelah perang dunia kesatu selesai, dimana proses pembatikan cap mulai dikenal, produksi batik meningkat dan pedagang-pedagang batik mencari daerah pemasaran baru. Daerah pasaran untuk tekstil dan batik di Jakarta yang terkenal ialah: Tanah Abang, Jatinegara dan Jakarta Kota. Yang terbesar adalah Pasar Tanah Abang, sejak dahulu sampai sekarang. Batik-batik produksi daerah Solo, Yogya, Banyumas, Ponorogo, Tulungagung, Pekalongan, Tasikmalaya, Ciamis, dan Cirebon serta lain-lain daerah, bertemu di Pasar Tanah Abang. Dari sini baru dikirim ke daerah-daerah di luar Jawa. Pedagang-pedagang batik yang banyak ialah bangsa Cina dan Arab, bangsa Indonesia sedikit dan kecil. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Oleh karena pusat pemasaran batik sebagian besar di Jakarta khususnya Tanah Abang, dan juga bahan-bahan baku batik diperdagangkan di tempat yang sama, maka timbul pemikiran dari pedagang-pedagang batik itu untuk membuka perusahaan batik di Jakarta dan tempatnya berdekatan dengan Tanah Abang. Pengusaha-pengusaha batik yang muncul sesudah perang dunia kesatu, terdiri dari bangsa Cina, dan buruh-buruh batiknya didatangkan dari daerah-daerah pembatikan Pekalongan, Yogya, Solo dan lain-lain. Selain dari buruh batik luar Jakarta itu, maka diambil pula tenaga-tenaga setempat di sekitar daerah pembatikan sebagai pembantunya. Melihat perkembangan pembatikan ini membawa lapangan kerja baru, maka penduduk asli daerah tersebut juga membuka perusahaan-perusahaan batik. Motif dan proses batik Jakarta sesuai dengan asal buruhnya didatangkan yaitu: Pekalongan, Yogya, Solo dan Banyumas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language: EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;Bahan-bahan baku batik yang dipergunakan ialah hasil tenunan sendiri dan obat-obatnya hasil ramuan sendiri dari bahan-bahan kayu mengkudu, pace, kunyit dan sebagainya. Batik Jakarta sebelum perang terkenal dengan batik kasarnya. Warnanya sama dengan batik Banyumas. Sebelum perang dunia kesatu bahan-bahan baku cambric sudah dikenal dan pemasaran hasil produksinya di Pasar Tanah Abang dan daerah sekitar Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Pembatikan di Luar Jawa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;img src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR-zAaZ_rbC7UH0exv7k2X5K-q2s1SVofyizCYnoMovx0MvAwA&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__JG_q4SEgfBDHnLO1Yl7DF6rZAQk=" alt="papua" title="papua" border="0" width="260" height="194" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p   style="font-family: arial;font-family:times new roman;font-size:10pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia, serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:Georgia, serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: -webkit-xxx-large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Dari Jakarta, yang menjadi tujuan pedagang-pedagang di luar Jawa, maka batik kemudian berkembang di seluruh penjuru kota-kota besar di Indonesia yang ada di luar Jawa. Daerah Sumatera Barat misalnya, khususnya daerah Padang, adalah daerah yang jauh dari pusat pembatikan di kota-kota Jawa, tetapi pembatikan bisa berkembang di daerah ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Sumatera Barat termasuk daerah konsumen batik sejak zaman sebelum perang dunia kesatu, terutama batik-batik produksi Pekalongan, Solo, serta Yogya. Di Sumatera Barat yang berkembang terlebih dahulu adalah industri tenun tangan yang terkenal Tenun Silungkang dan Tenun Plekat. Pembatikan mulai berkembang di Padang setelah pendudukan Jepang, di mana sejak putusnya hubungan antara Sumatera dengan Jawa waktu pendudukan Jepang, maka persediaan-persediaan batik yang ada pada pedagang-pedagang batik sudah habis dan konsumen perlu batik untuk pakaian sehari-hari mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; "&gt;Ditambah lagi setelah kemerdekaan Indonesia, dimana hubungan antara kedua pulau bertambah sukar, akibat blokade-blokade Belanda, maka pedagang-pedagang batik yang biasa hubungan dengan pulau Jawa mencari jalan untuk membuat batik sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Dengan hasil karya sendiri dan penelitian yang seksama, dari batik-batik yang dibuat di Jawa, maka ditirulah pembuatan pola-polanya dan diterapkan pada kayu sebagai alat cap. Obat-obat batik yang dipakai juga hasil buatan sendiri yaitu dari tumbuh-tumbuhan seperti mengkudu, kunyit, gambir, damar dan sebagainya. Bahan kain putihnya diambilkan dari kain putih bekas dan hasil tenun tangan. Perusahaan batik pertama muncul di daerah Sampan Kabupaten Padang Pariaman tahun 1946, antara lain: Bagindo Idris, Sidi Ali, Sidi Zakaria, Sutan Salim, Sutan Sjamsudin. Dan di Payakumbuh tahun 1948 Sdr. Waslim (asal Pekalongan) dan Sutan Razab. Setelah daerah Padang serta kota-kota lainnya menjadi daerah pendudukan tahun 1949, banyak pedagang-pedagang batik membuka perusahaan-perusahaan/bengkel batik dengan bahannya didapat dari Singapore melalui pelabuhan Padang dan Pakanbaru. Tetapi pedagang-pedagang batik ini setelah ada hubungan terbuka dengan pulau Jawa, kembali berdagang dan perusahaannya mati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; line-height: 18px; "&gt;Warna dari batik Padang kebanyakan hitam, kuning dan merah ungu serta polanya Banyumasan, Indramayu-an, Solo, dan Yogya. Sekarang batik produksi Padang lebih maju lagi tetapi tetap masih jauh dari produksi-produksi di pulau Jawa. Alat untuk cap sekarang telah dibuat dari tembaga dan produksinya kebanyakan sarung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="times new roman" size="10pt" style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p   style=";font-family:times new roman;font-size:10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:arial;font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.rumahbatik.com/content/view/16/31/1/2/"&gt;Anin Rumah Batik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-2440153764843363568?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/2440153764843363568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/08/sejarah-batik-di-indonesia-2.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/2440153764843363568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/2440153764843363568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/08/sejarah-batik-di-indonesia-2.html' title='Sejarah Batik di Indonesia (2)'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-1445202753399643096</id><published>2010-08-16T13:17:00.001+07:00</published><updated>2010-08-16T13:19:41.900+07:00</updated><title type='text'>Sejarah batik di Indonesia (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TGjYH3zjPJI/AAAAAAAABB8/eVhgb8pd5bk/s1600/rebus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 183px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TGjYH3zjPJI/AAAAAAAABB8/eVhgb8pd5bk/s320/rebus.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505888174211284114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19. Batik yang dihasilkan semuanya batik tulis sampai awal abad ke-20. Batik cap dikenal baru setelah perang dunia I atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam, banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjuangan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedagang Muslim melawan perekonomian Belanda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar keraton dan dikerjakan di tempatnya masing-masing. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;margin-bottom:0cm;margin-bottom: .0001pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;margin-bottom:0cm;margin-bottom: .0001pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jaman Majapahit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, dapat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan di daerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan di sekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal di wilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Daerah pembatikan sekarang di Mojokerto terdapat di Kwali, Mojosari, Betero dan Sidomulyo. Di luar daerah Kabupaten Mojokerto ialah di Jombang. Pada akhir abad ke-19 ada beberapa pengrajin batik yang dikenal di Mojokerto, bahan-bahan yang dipakai waktu itu kain putih yang ditenun sendiri dan obat-obat batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi, dan sebagainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Obat-obat luar negeri baru dikenal sesudah perang dunia I yang dijual oleh pedagang-pedagang Cina di Mojokerto. Batik cap dikenal bersamaan dengan masuknya obat-obat batik dari luar negeri. Cap dibuat di Bangil dan pengusaha-pengusaha batik Mojokerto dapat membelinya di pasar Porong Sidoarjo. Pasar Porong ini sebelum krisis ekonomi dunia dikenal sebagai pasar yang ramai, dimana hasil-hasil produksi batik Kedungcangkring dan Jetis Sidoarjo banyak dijual. Waktu krisis ekonomi, pengusaha batik Mojoketo ikut lumpuh, karena pengusaha-pengusaha kebanyakan kecil usahanya. Sesudah krisis kegiatan pembatikan timbul kembali sampai Jepang masuk ke Indonesia, dan waktu pendudukan Jepang kegiatan pembatikan lumpuh lagi. Kegiatan pembatikan muncul lagi sesudah revolusi dimana Mojokerto sudah menjadi daerah pendudukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Ciri khas dari batik Kalangbret dari Mojokerto adalah hampir sama dengan batik-batik keluaran Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua. Tempat pembatikan yang dikenal sejak lebih dari seabad lalu adalah di desa Majan dan Simo. Desa ini juga mempunyai riwayat sebagai peninggalan dari zaman peperangan Pangeran Diponegoro tahun 1825. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Meskipun pembatikan dikenal sejak jaman Majapahait namun perkembangan batik mulai menyebar pesat di daerah Jawa Tengah Surakarta dan Yogyakata, pada jaman kerajaan di daerah ini. Hal itu tampak bahwa perkembangan batik di Mojokerto dan Tulung Agung berikutnya lebih dipenagruhi corak batik Solo dan Yogyakarta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Ketika berkecamuknya clash antara tentara kolonial Belanda dengan pasukan-pasukan pangeran Diponegoro maka sebagian dari pasukan-pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri ke arah timur dan sampai sekarang bernama Majan. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga zaman kemerdekaan ini desa Majan berstatus desa Merdikan (Daerah Istimewa), dan kepala desanya seorang kyai yang statusnya turun-temurun. Pembuatan batik Majan ini merupakan naluri (peninggalan) dari seni membuat batik zaman perang Diponegoro itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-USfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Warna babaran batik Majan dan Simo adalah unik karena warna babarannya merah menyala (dari kulit mengkudu) dan warna lainnya dari tom. Salah satu sentra batik sejak dahulu ada di daerah desa Sembung, yang para pengusaha batik kebanyakan berasal dari Solo yang datang di Tulungagung pada akhir abad ke-19. Hanya sekarang masih terdapat beberapa keluarga pembatikan dari Solo yang menetap di daerah Sembung. Selain dari tempat-tempat tesebut juga terdapat daerah pembatikan di Trenggalek dan juga ada beberapa di Kediri, tetapi sifat pembatikan sebagian kerajinan rumah tangga dan babarannya batik tulis. (bersambung)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7773322273541152869-1445202753399643096?l=abduh1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abduh1.blogspot.com/feeds/1445202753399643096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/08/sejarah-batik-di-indonesia.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/1445202753399643096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7773322273541152869/posts/default/1445202753399643096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abduh1.blogspot.com/2010/08/sejarah-batik-di-indonesia.html' title='Sejarah batik di Indonesia (1)'/><author><name>abduh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01161428815170709271</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TGjYH3zjPJI/AAAAAAAABB8/eVhgb8pd5bk/s72-c/rebus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7773322273541152869.post-7055524409660553333</id><published>2010-08-11T16:34:00.002+07:00</published><updated>2010-08-11T17:00:54.260+07:00</updated><title type='text'>Batik Tradisional Cirebon yang Rawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TGJvJECqT5I/AAAAAAAABBc/4orHrPDRyKw/s1600/batikcirebon%27.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 310px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_-SC6LhN_1lo/TGJvJECqT5I/AAAAAAAABBc/4orHrPDRyKw/s320/batikcirebon%27.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504083896094576530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="result_box" class="long_text"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="Around 400 traditional batik motifs from Cirebon, West Java, are not protected, raising fear among artisans that foreign parties could patent them before local authorities get the chance." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;Sekitar  400 motif batik tradisional Cirebon, yang belum terlindungi, menimbulkan kekhawatiran di kalangan seniman. Pihak  asing bisa "mencuri" hak ciptanya bila pihak berwenang Indonesia tidak segera mendaftarkan motif-motif ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="Katura, from the association of Cirebon batik artisans, said Friday no patents had been applied for in the cases of 400 traditional motifs created by local artisans." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="“We worry that foreign parties can claim the motifs as theirs." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;"Kami khawatir pihak asing dapat mengklaim motif-motif ini. Hal &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="This would put us in a bad spot,” he said." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;ini bisa menempatkan kami di tempat yang buruk, "kata Katura&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="result_box" class="long_text"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="Katura, from the association of Cirebon batik artisans, said Friday no patents had been applied for in the cases of 400 traditional motifs created by local arti
