Rabu, 07 Januari 2015

Melihat Dapur Pembuatan Batik di Desa Wisata Batik Babagan

 
Rumah Batik Sekar Kencana

Perjalanan kami kali ini city tour ke Lasem, Rembang. Tak hanya mengenal kebudayaan dan sejarah kota yang dijuluki Tiongkok Kecil, kota di pesisir utara Pulau Jawa ini juga menyediakan wisata belanja.

Tujuan pertama kami adalah mengunjungi Desa Wisata Batik Babagan. Tak sulit menemukan tempat ini. Gapura besar bertuliskan informasi desa wisata ini berdiri megah di sisi selatan jalan utama Pantura. Tak jauh dari gapura ini, berdiri baliho peta wisata yang menunjukkan beberapa pusat batik di Babagan.

Di kawasan ini, kita bisa melihat rumah-rumah tua khas Tiongkok. Mayoritas, milik pengusaha batik. Kami memilih rumah batik Sekar Kencana yang berjarak sekitar 250 meter dari gapura masuk sebagai tujuan pertama.

Sekar Kencana merupakan rumah batik milik Sigit Witjaksono yang juga tokoh Tionghoa. Di rumah ini, Sigit memiliki sekitar 20 pegawai. Mulai pembuat pola, membatik, sampai tenaga pendukung hingga kain batik siap jual. "Saya sendiri yang membuat gambar, selanjutnya pegawai yang membuat pola di kain," ungkap Sigit.

Di usianya yang menginjak 85 tahun, Sigit masih sigap. Dia tak segan menjelaskan dan menunjukkan dapur pembuatan batik. Ada yang tengah Nglengkreng, Nerusi, Ngelir, Nembok, Nglorot, juga menjemur kain. "Tidak ada batik cap di Lasem, semua batik tulis. Dibutuhkan waktu hingga satu bulan untuk menghasilkan satu kain batik. Itu sebabnya, harga batik Lasem mahal," jelasnya.

Sigit menyebut, ada tiga motif batik khas Lasem. Yakni, Latohan, Sekar Jagad, dan Watu Pecah atau Kricak. Latohan merupakan buah dari tanaman yang hidup di tepi laut pesisir utara Pulau Jawa. Sementara Sekar Jagad merupakan kumpulan motif bunga yang terserak.

"Watu Pecah atau Kricak merupakan motif yang terinspirasi dari pembangunan jalan proyek Daendels, Anyer-Panarukan," terang Sigit.

Tak hanya mengandalkan tiga motif batik tersebut. Sigit yang merupakan generasi kedua dari keluarga Njo yang membuat batik membuat terobosan. Dia memadukan motif batik dengan aksara Tiongkok. "Kami ingin membuktikan, batik Lasem memang memadukan budaya Jawa dan Tionghoa seperti sejarahnya," imbuhnya.

Menjemur batik

 Tak puas melihat proses membatik di Babagan, kami melanjutkan perjalanan ke "Purnomo Batik Art and Handicraft" di Jalan Gedungmulyo. Lokasi ini berseberangan jalan dengan Sentra Batik Babagan.

Di tempat ini, kami melihat proses pembuatan batik dan memilih-milih batik yang bisa dijadikan oleh-oleh. "Batik Lasem memiliki warna khas abang getih pitik dan biru. Warna pesisir memang identik terang, itu sebabnya kami menggunakan pewarna kimia. Belum bisa menemukan komposisi pas kalau menggunakan pewarna alam," terang Gustav N Purnomo, pengelola rumah batik tersebut.

Gustav juga tak pelit membagi informasi terkait pembuatan batik. Juga, mengajak kami berjalan-jalan di tempat pembuatan batik. Menurut Gustav, kedatangan Laksamana Cheng Ho di Lasem membuat budaya dan tradisi di Lasem kental akan Tiongkok. "Itu juga mempengaruhi batik. Warna dan motif merupakan perpaduan Jawa dan Tiongkok. Motif burung hong, naga, kura-kura dan kupu kupu kental akan filosofi Tiongkok," jelasnya.

Batik Lasem dibanderl Rp 700.000 hingga lebih dari Rp 1 juta per potong. Anda ingin membawanya sebagai oleh-oleh?

sumber: kompas

Senin, 22 Desember 2014

Selamat Hari Ibu...


Ya Allah lindungilah mereka dalam upaya menjemput rezeki dengan cara yang halal. 
Mereka adalah orang-orang mulia di hadapan-Mu...

Selasa, 25 November 2014

Selamat Hari Guru

Ucapan dari Google :


Di beberapa negara, Hari Guru merupakan hari libur sekolah. Di Indonesia Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Dedikasi Guru SLB, Antar Jemput Siswa agar Mau Sekolah



Cerita lengkap tentang 'Dedikasi Guru SLB' di atas silahkan klik di sini.

Masih banyak energi positif yang ditebarkan di Negeri ini, meski sering tertutup oleh masifnya energi negatif yang disebar para politisi dan netizen...

Rabu, 19 November 2014

Pembuatan Batik Berdasarkan Kategori

Di balik sebuah karya batik ternyata banyak aspek di belakangnya yang terlibat. Batik adalah proses karya seni yang tidak sederhana. Membutuhkan keuletan dan kesabaran yang tinggi. Dalam pembuatannya ada kategorisasi yang bisa menghasilkan karya seni batik :

Pembuatan batik berdasarkan kategori alat / instrumen  :
- Batik Tulis - yaitu batik yang proses penempelan malamnya menggunakan canting tulis.


 - Batik Cap - yaitu batik yang proses penempelan malamnya menggunakan canting cap.


- Batik Kombinasi - yaitu kombinasi antara keduanya.

Pembuatan batik berdasarkan Proses Pembuatannya:
- Batik Kelengan, yaitu batik yang proses pembuatannya hanya terdiri dari satu kali proses pencelupan warna.
-  Batik Lorodan, yaitu batik yang proses pembuatannya terdiri dari 2 kali / lebih proses pencelupan warna dan penempelan lilin batik.
- Batik Bedesan, yaitu batik yang menyerupai Batik Lorodan, namun ada pembalikan proses penempelan lilin, yaitu ditembok dulu baru dicelup, lantas diklowong dan dilorod.
- Batik Coletan yaitu batik yang proses pembuatannya disertai proses colet (menyolet warna ke dalam motif tertentu menggunakan kuas / buluh bambu.

- Batik Kerokan, yaitu batik yang proses pembuatannya disertai proses mengerok sebagian lilin perintang untuk kemudian diwarnai lagi.

- Batik Remekan yaitu batik yang proses pembuatannya disertai proses meremukkan lilin yang telah menempel pada kain untuk memunculkan motif unik.
- Batik Radioan, yaitu batik yang dibuat dengan teknik cabut warna., dan...
- ... Dan masih banyak lagi teknik mencelup dan membatik yang beraneka ragam.

Pembuatan batik berdasarkan zat warna yang digunakan:
- Batik ZWS (Zat Warna Sintetis).
Batik dengan jenis ini menggunakan bahan pewarna sintetis untuk proses pencelupan/pewarnaan batiknya.
Beberapa zat warna yang sering digunakan dalam proses pencelupan Batik adalah ; Naftol, Indigosol, Reaktif, rapid. 


Tidak semua jenis zat warna sintetis bisa digunakan untuk pewarnaan batik, hanya ZWS yang bisa digunakan pada suhu dingin lah yang cocok untuk pewarnaan batik. Hal ini dikarenakan zat perintang yang menempel pada batik saat diwarnai, berupa lilin yang notabene mudah leleh jika bertemu suhu tinggi.

Kelebihan ZWS ini adalah :
1. Praktis dan cepat digunakan.
2. Mudah didapatkan dan terjangkau.
3.Warna yang variatif.
Kekurangan ZWS adalah :
1. Full bahan Kimia.
2. Pengolahan Limbah yang lebih rumit



- Batik ZWA (Zat Warna Alam) / Natural Dyes
Batik zat warna alam adalah batik yang bahan pencelup/pewarnanya berasal dari alam (bukan zat kimia). Pada zaman dulu, batik menggunakan zat warna ini sebelum munculnya zat warna sintetis yang pada akhirnya lebih diminati karena lebih praktis. Namun seiring berkembangnya ajakan untuk GoGreen atau Back2Nature dan semacamnya, Batik ZWA ini mulai naik pamor lagi.

Kelebihan Batik ZWA ini adalah:    
1. Ramah Lingkungan  
2. Non Carcinogenic (Tidak mengandung zat penyebab kanker)   
3. Soft Tone (untuk pecinta batik dengan warna pastel)  
Kelemahan ZWA adalah:
1. Proses pembuatan Dye yang panjang  
2. Warna yang kurang variatif.


sumber : Mengenal Batik

Kamis, 30 Oktober 2014

Selamat Jalan IBU...

"Keluarga Bu Mahmudah...,"
Suara perawat ICU pagi itu mengagetkan kami. Saat itu hari Minggu, 26 Oktober 2014. Jam menunjukkan di angka (kisaran) 9.15. Kami pun bergegas masuk ruang ICU dengan perasaan yang sangat tidak menentu.


Dalam kondisi normal tidak ada yang diizinkan memasuki ruang ICU, kecuali pada jam besuk (2 jam di pagi hari, dan 2 jam di sore hari), itu pun dibatasi hanya 2 orang yang bisa menjenguk pasien. Untuk menjenguk pasien diwajibkan mengenakan pakaian khusus yang disediakan rumah sakit.

Delapan hari menunggu ibu yang dirawat di ruang ICU membuat kami hafal beberapa 'isyarat' ruangan itu.
Kalau perawat memanggil keluarga pasien dengan membawa kertas, berarti kondisi relatif 'aman'. Mereka memberikan resep untuk ditukar dengan obat di apotik internal. Hal ini biasanya dilakukan pagi hari sekitar jam 6.00.

Tetapi kalau perawat memanggil keluarga pasien dengan tangan kosong, kita harus siap-siap mental. Ada dua kemungkinan untuk hal ini. Kemungkinan pertama adalah dokter meminta persetujuan untuk melakukan tindakan medis beresiko. Atau kemungkinan kedua, dokter/perawat memberi informasi kalau pasien 'boleh' dijenguk di luar jam besuk. Artinya... pasien sudah mendekati "waktunya"...

Dan pagi itu yang terjadi adalah kemungkinan kedua... :'(

"Kondisi ibu menurun dengan cepat...," Demikian perawat memberikan info kepada kami. Tanpa mendengarkan penjelasan lebih lanjut, saya dan kakak bergegas masuk ICU...

Kami terpana. Kami melihat ada 5 perawat dan dokter sedang berupaya keras mengaktifkan jantung Ibu. Upaya keras mereka lakukan. Namun grafik di monitor EKG (Elektrokardiograf) perlahan-lahan melandai... perlahan lahan menuju lurus...

Kakak langsung menuju telinga Ibu untuk men-talqin, menuntun dzikir. Terus-menerus menuntun dzikir...

Dan... grafik di monitor EKG pun akhirnya 'flat'...

"Ibu sudah 'pergi', Pak..." demikian kata dokter.

Kami terdiam. Kami pandangi wajah tenang Ibu. Tenaga medis pun sudah menghentikan upayanya...

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Selamat jalan Ibu. Allah sudah menunggumu di Sana.
Maafkan anakmu yang selama ini banyak membuat kesalahan. Sering melakukan tindakan tidak menyenangkan. Dan kurang maksimal dalam merawat serta menemanimu...


Ya Allah ampunilah Ibuku, maafkan Ibuku, sayangilah Ibuku sebagaimana Beliau menyayangi kami sejak kecil... Amin...