Senin, 29 Juni 2009

PPKI 2009


PPKI (Pekan Produk Kreatif Indonesia) 2009 yang diselenggarakan pada 25-28 Juni baru saja berakhir. Acara tahunan yang melibatkan 14 lembaga Pemerintah termasuk kementrian dan departemen ini pada tahun ini merupakan kali ketiga penyelenggaraannya.

Dan kami, Anin Rumah Batik atau RumahBatik.com, merasa sangat bersukur bisa ikut ambil bagian pada perhelatan besar ini. Salah satu hal yang membuat kami bangga adalah kami dipercaya menjadi salah satu utusan dari Provinsi Jawa Barat.

Seperti ditulis VivaNews, Menurut Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian (Dirjen IKM Depperin) Fauzi Azis, hingga Minggu siang pukul 14.00 WIB, jumlah pengunjung mencapai 31.293 orang dan transaksi sudah tercatat sebesar Rp 29,7 miliar.

Dari angka transaksi tahun ini, produk berupa aksesoris dan batik masih mengungguli semua produk yang dihasilkan 860 stan. Jumlah transaksi produk aksesoris mencapai sekitar Rp 8,9 miliar dan Rp 8,4 miliar dari batik. "Semua produk yang ditayangkan adalah produk pilihan dengan kualitas tinggi," kata Fauzi.

PPKI merupakan sebuah acara tahunan yang berlangsung sejak 2007 dengan menayangkan berbagai produk kreatif dari seluruh Indonesia. Pelaksanaan PPKI 2009, menampilkan pelbagai produk ekonomi kreatif sesuai dengan pencanangan tahun kreatif.

Berdasarkan data Departemen Perdagangan, ekonomi kreatif secara keseluruhan menyumbangkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar delapan persen. 6,3 persen dari industri kreatif menengah dan sisanya berasal dari industri mikro, kecil dan rumah tangga.

Memang, dibanding tahun kemarin, jumlah pengunjung maupun transaksi PPKI tahun ini menurun. Penyebabnya, bisa jadi, waktu penyelenggaraan yang hanya empat hari (tahun 2008 lima hari). Atau timingnya kurang tepat karena bertepatan dengan liburan sekolah plus 'tanggal tua'... :)

4 komentar:

  1. setuju boz....suks3s elalu buat kita...


    "kunjungan balik...saatnya ibu lebih mandiri.....
    saya punya dagangan bagus cari mitra masarkan
    pembalut sehat dan menghasilkan"

    BalasHapus
  2. If diamonds are a girl’s best friend then jewelry sabo schmuck
    is her soul sister! Jewelry is such a powerful accessory thomas sabo charm
    that many choose one fabulous piece and thomas sabo onlineshop
    build an outfit around it. thomas sabo glaube liebe hoffnung
    You can ruin a perfectly great outfit by wearing thomas sabo online shop deutschland
    the wrong jewelry.Before we get into what and how to where jewelry thomas sabo armbänder
    there are some no-nos that you should be aware of. schmuck thomas sabo
    Relax – these are too tough to follow!Don’t overdo it with thomas sabo shop
    jewelry. Keep it simple. Wear no more than one big piece schmuck thomas sabo ketten
    such as earrings or necklace.Don’t wear an ankle bracelet thomas sabo ohrschmuck
    or toe ring with a dressy outfit.

    BalasHapus
  3. The public image was ed hardy Clothing certainly different in each case. It was not clear in ed hardy sale any case if the difference was the result of dress codes, ed hardy personal preferences of employees or some other reason. Does it impact the productivity of ed hardy UK employees? Should an agency work to create a favorable image by requiring employees to ed hardy cheap dress in a particular way? I, myself, would not be so proud of working as a ed hardy Clothes bureaucrat for a colonial institution.The agenda of the book is to attack ed hardy store the notion of Aboriginal rights in favour of a notion of universal human rights. edhardy.com The book dismisses Aboriginal culture as “primitive” and outdated, and relies on the evolutionary anthropology christian audigier sale of a century ago. Its particular target is traditional knowledge — especially traditional ed hardy dresses ecological knowledge, which they argue does not exist except as forms of local knowledge that people from any culture can have. ed hardy Polos This book is based on intellectual dishonesty. The chapter on environmental management dismisses Harvey Feit and Fikret Berkes in a single paragraph, ed hardy sandals and implies that their work is based on a kind of “new age” spirituality. The authors can barely cite a living anthropologist who will agree with them, ed hardy Jackets so the anthropologists they cite favourably almost all come from before the 1950s, when the now totally discredited doctrine of social evolution still left traces of its pernicious influence.

    BalasHapus