Selasa, 09 Agustus 2011

Pemrov NTB Patenkan Batik Sasambo

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan segera mempatenkan batik khas suku Sasak Samawa dan Mbojo, yang biasa disingkat SaSaMbo, agar tidak diakui pihak lain.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat, Lalu Imam Maliki, di Mataram, Senin, mengatakan, pihaknya segera mengurus hak paten batik SaSaMbo untuk menangkal peredaran batik SaSaMbo tiruan atau kemungkinan adanya produksi dari luar NTB.

"Seperti yang diinginkan gubernur, seluruh satuan kerja perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi NTB wajib menggunakan batik SaSaMbo produksi lokal. Kalau pakai produksi luar sama saja dengan membuat orang lain kaya," ujarnya.

Imam belum mengetahui secara pasti peredaran batik SaSaMbo yang diproduksi di luar daerah.

Namun, kata dia, apabila ada daerah lain yang memproduksi batik SaSaMbo, maka NTB dapat dikatakan kecolongan.

Salah satu aset yang baru saja digagas dan menjadi ciri khas NTB ini patut dijaga dengan baik karena bertujuan untuk mengangkat pendapatan masyarakat di daerah.

Maliki mengatakan, pihaknya sudah mendapat banyak masukan untuk mendaftarkan hak paten batik SaSaMbo di Kementerian Hukum dan HAM.

Untuk mewujudkannya, kata dia, pihaknya masih harus mencari satu desain pakem yang merupakan identitas dari SaSaMbo.

"Itu yang masih kami diskusikan, memang sampai sekarang, batik SaSaMbo masih belum punya ciri khas baik dari motif maupun desain yang khas. Seperti batik Keris dari Yogyakarta," ujarnya.

Menurut dia, untuk memutuskan motif dan desain pakem yang akan didaftarkan hak patennya tidak gampang karena apa yang tergambar dalam motif dan desain tersebut merupakan representasi dari tiga etnis yang ada di NTB yaitu Sasak (nama suku di Pulau Lombok) dan Samawa serta Mbojo (nama suku di Pulau Sumbawa).



Oleh sebab itu, kata dia, upaya mempatenkan batik SaSaMbo membutuhkan waktu relatif lama karena harus mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat, seniman, budayawan untuk dimintai pendapatnya soal motif dan desain yang benar-benar sesuai dengan harapan seluruh masyarakat NTB.

"Motif batik harus mencerminkan nilai-nilai budaya. Makanya, kami perlu mendengar masukan dari berbagai kalangan," ujarnya.



sumber: Republika

3 komentar:

  1. TENTANG BATIK SASAMBO
    Sasambo adalah etnik yang mendiami wilayah Nusa Tenggara Barat. Sasak di Pulau Lombok, Samawa di Kab Sumbawa & KSB sedangkan Mbojo di Kab Bima & Dompu.
    Ketiga etnik ini masing-masing memiliki ciri khas dan karakter sesuai dengan nilai yang dianut. Nilai-nilai ini tercermin dalam ekpresi seni yang ditampilkan di antaranya batik.
    Batik Sasak, Samawa maupun Mbojo tumbuh dan berkembang di lokal masing-masing dengan nilai-nilai yang sudah ada di situ sejak lama..Jadi batik seperti karya seni lainnya tercipta berdasarkan nilai budaya setempat.Inilah tatanan nilai yang perlu dan harus dipertahankan.
    Maka ciri khas batik NTB terletak pada keragamannya yaitu adanya : ragam sasak, ragam samawa dan ragam mbojo. Kita bangga NTB memliki 3 ragam batik
    Menggabungkan motif dari tiga etnik dalam satu desain bukanlah tindakan bijak seorang desainer. Dengan cara itu tidak akan mungkin dapat menemukan identitas batik NTB.karena identitas batik NTB terletak sepenuhnya pada nilai-nilai budaya dari tiga etnik tadi*** (GaniSelim, Desaner Batik Sumbawa - Batik Etnik Samawa)

    BalasHapus
  2. Terima kasih banyak Pak GaniSelim atas komentar dan pencerahannya...

    BalasHapus