Sabtu, 10 Oktober 2009

Solo di Waktu Malam

Solo di Waktu Malam

Solo di waktu malam hari
Merempuh menarik hati sunyi
Banyak tempat penghiburan asri
Pandangan mata berganti

Jurug dan Tirtonadi yang permai
Daun berbisik di tepi sungai
Kelap kelip sinarnya pelita
Remang-remang bercahaya

Reff:
Sunyi malam di kala purnama
Terdengarlah nun di sana
Sayup sampai tertiup bahana
Gamelan gending irama

Solo di waktu malam hari
Suara seni yang merayu-rayu
Meresap dan mendalam di hati
Menawan sanubari.

Itulah syair lagu 'Solo di Waktu Malam' yang diciptakan Maladi dan dipopulerkan oleh Mus Mulyadi. Maladi, di samping seorang seniman, adalah juga Menteri Penerangan RI (1959-1962) dan Menteri Olah Raga RI di zaman Bung Karno.

Tentu saja ketika menciptakan lagu tersebut Solo masih sangat sepi dibandingkan dengan saat ini. namun Maladi sudah punya visi kalau kota ini adalah kota yang tidak pernah mati. Kota yang selalu berdenyut dengan kegiatan warganya. Sebagian besar warga Solo beraktivitas siang hari namun sebagian yang lain mulai menjalankan kegiatannya pada malam hari.

Seperti yang saya temui ketika jalan-jalan pada Sabtu malam. Jalan di depan Istana Mangkunegaran atau lebih dikenal dengan Pasar pon disulap menjadi arena pameran dan seni pertunjukan. Sepanjang jalan didirikan tenda-tenda untuk kegiatan pameran dan dagang. Sedangkan ruang terbuka yang persis di depan Pasar Windujenar digunakan untuk aneka kegiatan kesenian. Kegiatan seni ini selalu berganti tiap minggunya: Musik jazz, pop, keroncong, ketoprak, dagelan, dan sebagainya.

Adapun di sepanjang jalan Slamet Riyadi puluhan anggota komunitas berkumpul di tempat mereka masing-masing: Ada klub vespa kuno, klub moge kuno, klub motor bebek dari merek tertentu, klub mobil mazda 'sabun', klub sepeda onthel, dan masih banyak lagi.

Di bawah walikota Jokowi, Solo sedang mengalamai masa keemasan dan kejayaan. Semua masyarakat merasakan kemakmuran dan sumringahnya kota ini. Berbagai kegiatan selalu diadakan sehingga membuat kota ini makin mantap sebagai Kota Budaya... The Spirit of Java
Sepanjang jalan Pasar Pon (Jl. Seram) didirikan tenda untuk pameran dan dagang.


Tidak usah takut lapar. Berbagai kuliner khas Solo siap menyambut Anda dengan pelayanan yang khas pula.


Malam itu musik Jazz sedang mendapat giliran pentas. Minggu depan giliran kesenian dari aliran lain.

Ruang terbuka di Pasar Windujenar inilah dipakai untuk ekspresi kesenian.

Silahkan 'klik' fotonya jika ingin melihat lebih jelas....

Rabu, 26 Agustus 2009

Anin Rumah Batik di tabloid Waralaba

Satu lagi Anin Rumah Batik mendapat kehormatann diliput oleh media massa. Sebuah media massa yang khusus menyoroti dan memberi informasi perihal peluang bisnis waralaba mengetengahkan Anin Rumah Batik sebagai salah satu entitas bisnis yang layak dimunculkan.

Tentu saja kami bangga dengan liputan ini. Sajian yang ditulis oleh Info Waralaba tidak hanya soal produk tapi juga soal bagaimana kami memulai usaha Rumah Batik ini. Mengapa kami memilih batik. Dan apa keunggulan yang kami tawarkan kepada pelanggan.

Yang juga menarik adalah adanya testimoni dari mitra kami. Testimoninya tidak melulu yang positif saja tapi juga memberi masukan kepada kami bagaimana kami seharusya menyajikan produk dan melayani mitra.


Terima kasih kepada Info Waralaba dan juga terima kasih kepada pak Yumono Labdo, owner dari Vanya Butik yang telah memberi masukan kepada kami.

Anda ingin tahu lebih banyak soal Anin Rumah Batik? Silahkan mendapatkan tabloid Info Waralaba yang cover depannya sangat atraktif ini... :)

Selasa, 11 Agustus 2009

Undangan Training Franchise


Minggu kemarin, tepatnya tanggal 3-7 Agustus 2009, Anin Rumah Batik mendapat undangan dari Departemen Perdagangan unuk mengikuti training manajemen Bisnis Franchise.

Bagi saya undangan ini merupakan anugerah dan sangat bermanfaat. Betapa tidak, pelatihannya sendiri berlangsung selama lima hari (Senin-Jumat) dari pagi sampai sore. Oleh Departemen Perdagangan kami diberi fasilitas penginapan sekelas hotel berbintang plus konsumsi.

Yang memberikan materi pun juga bukan sembarangan. Sebut saja pak Anang Sukandar, ketua AFI (Asosiasi Franchise Indonesia). Ada pak Bije Widjajanto dari BenWarG Consulting yang sangat berpengalaman. Sedangkan untuk masalah legalitas disampaikan oleh pak Bambang Pram Said, SH, MPA, LLM.

Training yang kami ikuti bisa dikatakan sebuah training yang komprehensif. Komprehensif karena menyangkut mulai dari ide, strategi, perencanaan tahap demi tahap, launching, promosi, sampai aspek legalitas. Komplit.

Bagi saya sendiri kesempatan ini termasuk langka. Sangat jarang kita bisa mendapatkan pengetahuan franchise secara lengkap dan utuh. Biasanya seminar tentang franchise yang promosinya banyak terdapat di media bisnis adalah seminar 3 jam-an dengan topik yang parsial. Kalau pun topiknya tidak parsial mesti dilakukan selama beberapa hari berturut-turut. Diadakan di tempat yang elegan (biasanya hotel) dengan biaya yang tentunya tidak kecil.

Maka pelatihan yang diadakan Departemen Perdagangan adalah sebuah upaya positif dari Pemerintah dalam rangka memajukan dunia usaha yang saat ini masih UKM. Terima kasih Depdag.

Namun segala kebaikan ini bukan berarti tidak ada kekurangannya. Ketika Depdag mengumumkan pelatihan ini kepada para usahawan, porsi yang ada disediakan hanya untuk 30 bisnis. Yang mendaftar tercatat 40 lembaga bisnis sehingga yang waiting list ada 10 orang.

Namun ketika hari H tiba, peserta yang datang sangat sedikit. Bisa dikatakan semua yang mengundurkan diri tidak memberi tahu panitia. Mundur tiba-tiba. Keadaan ini tentu saja membuat panitia kalang kabut dan kecewa. Akhirnya ketika pelaksanaan sudah berjalan panitia terpaksa menghubungi para waiting list. Dan karena banyak waiting list yang tinggalnya di luar kota maka tidak semua yang dipanggil bisa datang secara mendadak. Akhirnya total yang mengikuti pelatihan ini hanya 23 perusahaan. Jadi ada jatah kosong untuk 7 perusahaan, mubazir. Dari 23 perusahaan ini separuh diantaranya ganti personil di tengah jalan. Artinya kesinambungan materinya terputus.

Memang sangat disayangkan. Ketika Pemerintah sudah melakukan upaya membantu para usahawan respon yang diterima tidak menggembirakan. Tetapi ketika bisnis sedang gonjang ganjing mereka berteriak mengapa Pemerintah tidak pernah membantu... Ah, kita memang tidak tahu diuntung dan suka menyalahkan orang lain...

Selasa, 21 Juli 2009

Bertemunya TDA dan EU

Apa yang akan terjadi bila dua komunitas besar bertemu di sebuah forum?
Apa yang akan dibicarakan bila dua 'otak kanan' mengemukakan argumennya?
Mengapa banyak anggota dua komunitas ini bisa berada di dua tempat pada waktu yang sama?
Pola pikir apa yang ada pada dua komunitas ini?
Apa yang akan ditawarkan oleh dua komunitas TDA dan EU?

Masih banyak pertanyaan bisa kita buat untuk menggali jalan pikiran dan pola pikir pak Purdi maupun TDA. Mengapa mereka selalu menganjurkan kita untuk action membuka usaha? Visi apa yang ada di benak para founder?

Untuk mengetahuinya tidak ada jalan lain kecuali harus hadir pada acara ini.
Pertemuan dua komunitas ini merupakan hajatan TDA Bekasi. TDA Bekasi merupakan salah satu TDA wilayah yang saat ini memang gencar melakukan kegiatan-kegiatan penyebaran 'virus' otak kanan.

Berikut tulisan pak Roni, founder TDA, salah satu nara sumber acara tersebut, di milis TDA:

"Awalnya, saya menolak utk disandingkan dengan para master ini, mengingat justru merekalah para inspirator saya. Saya justru ingin belajar banyak dari mereka.

Tapi, Pak Erry "memaksa" saya untuk tampil dengan alasan bahwa ini adalah pertama kali TDA satu panggung dengan EU.

Kegiatan ini sebenarnya sudah saya impikan sejak lama, mengingat TDA dan EU perlu saling melengkapi. TDA bagus di jaringan, pembinaan dan interaksi antar membernya. Sedangkan EU kuat dalam soal otak kanan, nekat, nyeleneh dan berani.

TDA, terus terang kurang dalam hal otak kanan. TDA lebih hati-hati dalam melangkah dan cenderung otak kiri. Mencari jalan aman. Terlihat, dengan sedikitnya member yang berani untuk resign menjadi TDA. Bahkan yang sudah bertahun-tahun ikut TDA pun masih banyak yg belum berani. Itu harus kita akui.

Harapan saya, dengan kegiatan ini, member TDA bisa lebih berani, lebih otak kanan seperti lulusan EU yang banyak malang melintang dan sukses itu.

Sampai jumpa di Bekasi.
Wassalam"
-------------

Silahkan klik fotonya untuk info lebih jelas.