Selasa, 01 Januari 2013

Warso Enggal 2013



Lumintuning pudyastowo saking Gusti ingkang moho wenang 
amurbo amaseso dumateng sedaya titah kalebet kito sami, 
ingkang sampun paring rahmad, berkah, hidayah, sarto inayahipun 
ngantos purnaning warso 2012, 
saenggo kito datan kuwawi ngetang 
awit saking kemirahanipun, 

pramilo namung raos syukur ingkang mugio katur 
wonten ngarsanipun Allahu rabbi 
kanthi wiyosipun warso enggal 2013. 
Mugio kito saged kalebetno golonganipun 
tiyang ingkang muttaqin. Amin…

(anonim)

Sabtu, 22 Desember 2012

Terima Kasih Ibu


IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi kencang
Penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang

Namun..apa yang terlihat
Semua itu tak pernah engkau rasakan
Semua itu tak pernah engkau pedulikan
Aku paham, semua itu demi anakmu

Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Berapa laba kau dapat hari ini
Tuk membayar semua letihmu

Engkau tak lagi dapat membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu

Ini semua...untuk siapa?
Hanya untuk anakmu
Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
Mencapai setumpuk asa

IBU...sampai kapanpun,
Anakmu tak kan pernah lupa
Atas semua jasa, do'a dan derita
Keringat yang engkau cucurkan

IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban
Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
Dunia dan akherat...

IBU...
Anakmu kan selalu merindumu
Do'a di setiap hembus nafas ini
Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu
(anonim)

*Selamat Hari Ibu

Selasa, 27 November 2012

Fantastik Meja Catur Batik


"Hai pak Abduh, teman saya suka sekali chess table. Dia bahagia. Meja enak sekali. Terima kasih."

Demikian testimoni pelanggan kami, istri seorang ekspat yang tinggal di kompleks perumahan mewah ekspat di Jakarta Selatan.

Bahkan karena puas dia memesan sampai 3 (tiga) buah Meja Catur Batik. Satu untuk dirinya dan dua  untuk temannya. Dia berhasil membujuk rekannya untuk ikut memesan Meja Catur Batik. Tentu saja kami bahagia dengan testimoni ini.

Meja catur batik dibuat secara manual. Mirip seperti membatik tulis di atas kain. Bedanya adalah medianya di atas kayu.

Berikut sedikit kami tunjukkan bagaimana Meja catur batik dari kayu ini dibuat. Mudah-mudahan bisa membantu membayangkan langkah-langkah proses pembuatan meja catur batik.

Membuat 'medan perang'

Membuat sketsa motif batik

Membatik dengan canting

Pewarnaan

Tolet: mengisi ruang-ruang kosong dengan warna.

Lorot: Menghilangkan malam (lilin) dengan cairan khusus mendidih.



Inilah hasilnya, unik eksklusif elegan. Cocok untuk koleksi, hadiah, cinderamata.

Silahkan klik fotonya untuk melihat lebih jelas dan detil.

Rabu, 31 Oktober 2012

Batik Indonesia Berdasarkan Motifnya

Pada awalnya batik dibuat di atas bahan berwarna  putih yang dibuat dari kapas (kain mori) . Sekarang ini semakin berkembang dengan bahan-bahan semacam sutera, poliester, rayon, dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin yang menggunakan alat bernama canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar. Dengan demikian maka cairan lilin dapat meresap ke dalam serat sebuah kain. Setelah itu, kain yang sudah berhasil dilukis dengan lilin tadi, lalu dicelup dengan warna yang diinginkan oleh si pembuat, biasanya dimulai dengan warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Kemudian Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dilorot atau dicelupkan ke dalam air mendidih dengan tujuan untuk melarutkan lilin.

Berikut adalah macam-macam batik berdasarkan motifnya atau coraknya:

Batik Kraton 
 Awal mula dari semua jenis batik yang berkembang di Indonesia. Motifnya mengandung makna filosofi hidup. Batik-batik ini dibuat oleh para putri kraton dan juga pembatik-pembatik ahli yang hidup di lingkungan kraton. Pada dasarnya motifnya terlarang untuk digunakan oleh orang “biasa” seperti motif Batik Parang Barong, Batik Parang Rusak, termasuk Batik Udan Liris, dan beberapa motif lainnya.



Batik Cuwiri



Merupakan motif batik yang menggunakan zat pewarna soga alam. Biasanya batik ini digunakan untuk semekan dan kemben. Juga digunakan pada saat upacara mitoni (memperingati 7 bulan kehamilan). Motif batik ini kebanyakan menggunakan unsur meru dan gurda. Cuwiri sendiri memiliki arti kecil-kecil dan diharapkan untuk pemakainya pantas dan dihormati.



 Batik Pringgondani

Nama kesatriyan tempat tinggal Gatotkaca putera Werkudara (Bima). Motif ini biasanya ditampilkan dalam warna-warna gelap seperti biru indigo (biru nila) dan soga-coklat, serta penuh sulur-suluran kecil yang diselingi dengan naga.


Batik Sekar Jagad
Salah satu motif batik khas Indonesia. Motif ini mengandung makna kecantikan dan keindahan sehingga orang lain yang melihat akan terpesona. Ada pula yang beranggapan bahwa motif Sekar Jagad sebenarnya berasal dari kata “kar jagad” yang diambil dari bahasa Jawa (Kar=peta; Jagad=dunia), sehingga motif ini juga melambangkan keragaman di seluruh dunia.

 Batik Sida Luhur
Motif-motif berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bisa tercapai. Motif Sida Luhur (dibaca Sido Luhur) bermakna harapan untuk mencapai kedudukan yang tinggi, dan dapat menjadi panutan masyarakat.

Batik Kawung
 Motif Kawung berpola bulatan mirip buah Kawung (sejenis kelapa atau kadang juga dianggap sebagai buah kolang-kaling) yang ditata rapi secara geometris. Kadang, motif ini juga diinterpretasikan sebagai gambar bunga lotus (teratai) dengan empat lembar daun bunga yang merekah. Lotus adalah bunga yang melambangkan umur panjang dan kesucian. Biasanya motif-motif Kawung diberi nama berdasarkan besar-kecilnya bentuk bulat-lonjong yang terdapat dalam suatu motif tertentu. Misalnya : Kawung Picis adalah motif kawung yang tersusun oleh bentuk bulatan yang kecil. Picis adalah mata uang senilai sepuluh sen yang bentuknya kecil. Sedangkan Kawung Bribil adalah motif-motif kawung yang tersusun oleh bentuk yang lebih besar daripada kawung Picis. Hal ini sesuai dengan nama bribil, mata uang yang bentuknya lebih besar dari pada picis dan bernilai setengah sen. Sedangkan kawung yang bentuknya bulat-lonjong lebih besar daripada Kawung Bribil disebut Kawung Sen.

Batik Semen Rama
Dimaknai sebagai penggambaran dari “kehidupan yang semi” (kehidupan yang berkembang atau makmur). Terdapat beberapa jenis ornamen pokok pada motif-motif semen. Yang pertama adalah ornamen yang berhubungan dengan daratan, seperti tumbuh-tumbuhan atau binatang berkaki empat. Kedua adalah ornament yang berhubungan dengan udara, seperti garuda, burung dan megamendung. Sedangkan yang ketiga adalah ornament yang berhubungan dengan laut atau air, seperti ular, ikan dan katak.

Jenis ornamen tersebut kemungkinan besar ada hubungannya dengan paham Triloka atau Tribawana. Paham tersebut adalah ajaran tentang adanya tiga dunia; dunia tengah tempat manusia hidup, dunia atas tempat para dewa dan para suci, serta dunia bawah tempat orang yang jalan hidupnya tidak benar/dipenuhi angkara murka.

Selain makna tersebut motif Semen Rama (dibaca Semen Romo) sendiri seringkali dihubungkan dengan cerita Ramayana yang sarat dengan ajaran Hastha Brata atau ajaran keutamaan melalui delapan jalan. Ajaran ini adalah wejangan keutamaan dari Ramawijaya kepada Wibisana ketika dinobatkan menjadi raja Alengka. Jadi “Semen Romo” mengandung ajaran sifat-sifat utama yang seharusnya dimiliki oleh seorang raja atau pemimpin rakyat.

Batik Sida Asih
Motif-motif berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bias tercapai. Makna dari motif Sida Asih (dibaca Sido Asih) adalah harapan agar manusia mengembangkan rasa saling menyayangi dan mengasihi antar sesama.

Batik Sida Mukti
 Sida Mukti meruapakan motif batik yang biasanya terbuat dari zat pewarna soga alam. Biasanya digunakan sebagai kain dalam upacara perkawinan. Unsur motif yang tekandung didalamnya adalah gurda. Motif-motif berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bias tercapai. Salah satunya adalah sida mukti, yang mengandung harapan untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.

Batik Tambal
Tambal memiliki arti tambal bermakna menambal atau memperbaiki hal-hal yang rusak. Dalam perjalanan hidupnya, manusia harus memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik, lahir maupun batin. Dahulu, kain batik bermotif tambal dipercaya bisa membantu kesembuhan orang yang sakit. Caranya adalah dengan menyelimuti orang sakit tersebut dengan kain motif tambal. Kepercayaan ini muncul karena orang yang sakit dianggap ada sesuatu “yang kurang”, sehingga untuk mengobatinya perlu “ditambal”.

Batik Saudagaran

Merupakan motif larangan. Hanya kerabat keraton yang boleh memakainya. Maka kalangan saudagar  menciptakan motif baru yang sesuai selera masyarakat saudagar. Mereka juga mengubah motif larangan sehingga motif tersebut dapat dipakai masyarakat umum. Desain batik Sudagaran umumnya terkesan “berani” dalam pemilihan bentuk, stilisasi atas benda-benda alam atau satwa, maupun kombinasi warna yang didominasi warna soga dan biru tua. Batik Sudagaran menyajikan kualitas dalam proses pengerjaan serta kerumitan dalam menyajikan ragam hias yang baru. Pencipta batik Sudagaran mengubah batik keraton dengan isen-isen yang rumit dan mengisinya dengan cecek (bintik) sehingga tercipta batik yang amat indah.




Batik Petani

merupakan batik yang dibuat sebagai selingan kegiatan ibu rumah tangga di rumah kala tidak pergi ke sawah atau saat waktu senggang. Biasanya batik ini kasar dan kagok serta tidak halus. Motifnya turun temurun sesuai daerah masing-masing dan batik ini dikerjakan secara tidak profesional karena hanya sebagai sambilan. Untuk pewarnaan pun diikutkan ke saudagar.


Rabu, 10 Oktober 2012

Mesin Pelorot Batik. Inovasi dari Pekalongan

Nglorot merupakan kata dalam bahasa jawa yang artinya menarik atau menyeret sesuatu. Nglorot merupakan salah satu tahap dalam kegiatan membatik yang artinya melepaskan atau membersihkan malam kering (gambar) yang terdapat pada kain putih tempat membatik (mori). Selembar kain batik akan melalui proses nglorot satu kali atau lebih tergantung dari jumlah warna pada batik tersebut. Jika kita menginginkan lima variasi warna pada batik tersebut, maka lima kali pula batik tersebut akan dilorot.

Secara tradisional, nglorot dilakukan dengan menggunakan wadah berisi air panas dengan kondisi pendidihan yang konstan. Kain dicelupkan dalam wadah tersebut sehingga malam akan mencair karena terkena panas dan mengumpul serta mengapung di atas permukaan air. Malam yang mengapung tersebut kemudian dikumpulkan kembali untuk digunakan pada proses pewarnaan selanjutnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut maka Unit Teaching Factory (UTF) Surya Utama Teknika SMK Muhammadiyah Kota Pekalongan menciptakan alat bantu berupa mesin pelorot batik. Mesin tersebut sangat membantu proses pembuatan batik sehingga lebih efektif dan efisien dalam operasionalnya karena mempermudah proses, mempercepat, dan harga alatnya pun relatif murah.

Alat pelorot ini dilengkapi dengan dua buah roll kerangka untuk memudahkan dalam peregangan kain batik yang dikerjakan. Dilengkapi pula dengan roll pembersih yang dilengkapi karet untuk membantu mempercepat pembersihan sisa-sisa malam pada kain yang belum terkelupas, sehingga akan menghemat waktu pengerjaan dan mampu meningkatkan intensitas pelorotan tanpa merusak kain.

Adapun keuntungan penggunaan alat pelorot ini, antara lain dapat digunakan sebagai mesin pelorot sekaligus mesin pencuci yang dilengkapi dengan kran buang. Hanya membutuhkan 1 orang sebagai operator. Proses pelorotan lebih cepat karena proses peregangan kain dan pemutaran sehingga malam  pada seluruh permukaan kain lebih mudah dibersihkan dan suku cadang yang relatif murah serta banyak tersedia di pasaran.

Spesifikasi teknik alat pelorot batik :
Panjang x lebar x tinggi   : 145 x 75 x 130 cm
Bahan frame                   : pipa kotak 4x4; 3x3
Ketebalan plat bak         : 1,2 cm
Bantalan                         : pillow bloc 6204
Roll                                : pipa 1,5” dan 1”
Handel                           : pipa 0,5”
Sabuk strip                     : 5 cm
Rol pembersih karet       : 1 cm
Pengikat                         : M12
Rantai                             : DID Std.


sumber: sidajateng