Kamis, 05 Agustus 2010

Sartono, Maestro Hymne Guru yang Terabaikan


Terpujilah wahai engkau
ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup
dalam sanubariku

Semua baktimu
akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti
terima kasihku tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa…
tanpa tanda jasa

Kita semua pasti pernah mendengar hymne yang cukup menyentuh ini. Tapi apakah kita tahu bahwa yang menciptakan lagu tersebut adalah Pak Sartono, seorang guru Kesenian sebuah SMP di Madiun, Jatim.

Nasib seorang maestro terkadang tidak sebaik mahakaryanya. Sartono, sang pencipta lagu wajib "Hymne Guru" kini hanya hidup sederhana di rumah berdinding kayu. Yang lebih miris, tak ada sepeser pun uang pensiun yang diterima mantan guru tersebut.

Kala itu, Sartono, seorang guru era-80 an mengikuti lomba mencipta lagu pendidikan yang diadakan oleh Menteri P&K Daoed Joesoef. Lomba cipta lagu ini diadakan karena Menteri terinspirasi oleh sebuah lagu untuk mengenang jasa para guru saat acara wisuda dia di universitas Sorbonne, Perancis.

Dari 330 peserta, lagu ciptaan Pak Sartono menjadi pemenang. Ia pun mendapat hadiah Rp 750 ribu dan dikirim ke Jepang bersama belasan guru teladan. Walau seorang guru, ternyata ia tidak pernah diangkat menjadi guru tetap. Honornya pun tergolong kecil, hanya Rp 60 ribu.

Dan kini, sang pahlawan tanpa tanda jasa itu tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah. Sangat disayangkan...


sumber: liputan6, jiwamusik.

2 komentar: