Senin, 29 November 2010

You&Home

Bulan lalu kami dihubungi redaksi majalah You&Home. Mereka minta izin menampilkan produk unik kami untuk mengisi tema majalah tersebut edisi Desember 2010. Tentu saja kami tidak keberatan karena segmen majalah tersebut memang pas dengan produk-produk kami yang unik, elegan, limited.

Banderol untuk gitar batik tertukar dengan banderol harga untuk sempoa-boks batik


Corak batik memang merambah aneka produk, namun yang original batik (pembuatan dengan menggunakan malam/lilin) masih terbatas pada kain, kayu, dan bambu.


Majalah You&Home vol 2/2010, tebal 160 halaman kertas luks full colour.



Selasa, 23 November 2010

Open Source Ungkap 'DNA' Batik

Siapa menyangka dari hasil pembicaraan santai sekelompok anak muda di Bandung seputar batik akhirnya menghasilkan inovasi teknologi yang berpotensi memajukan industri batik. Dibantu para peneliti di BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), tim yang menyebut dirinya Pixel People Project berhasil mengembangkan software untuk mengungkap kekhasan atau "DNA" batik untuk mengidentifikasi motif asli Indonesia dan membuat motif variannya dengan cepat.

"Setelah dipelajari batik sebetulnya suatu bentuk perulangan yang disebut fraktal. Dalam matematika itu berkaitan dengan teori chaos," ujar Idwan Suhardi Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek Kementrian Riset dan Teknologi di Jakarta, Rabu (11/6). Hal tersebut disimpulkan setelah tim BPPT melakukan melakukan analisis terhadap 300 motif batik dari Sumatera, Jawa, Madura, dan daerah lainnya..

Bahkan dari analisis tersebut dapat diketahui motif dasar atau boleh dibilang DNA batik. Dari motif dasar diketahui rumus matematikanya sehingga dengan mengubah-ubah variabel yang mempengaruhi dapat dibuat variasi motif yang sangat banyak. Dengan teknik tersebut, pembuatan desain baru dapat dilakukan dengan cepat bahkan setiap saat apalagi telah dikembangkan software yang siap pakai.

Ada dua parameter yang digunakan untuk menyusun “DNA” Batik Indonesia. Yang pertama adalah besaran yang mengukur struktur bentuk motif. Kita menggunakan dimensi fraktal. Parameter kedua adalah distribusi warna motif. Konfigurasi warna yang ada tersusun atas kombinasi tiga warna dasar. Parameter-parameter ini kemudian disusun menjadi tabel kumpulan meme yang merefleksikan data-data Batik yang diobservasi. Kemudian dihitung jarak antar artefak batik. Jarak ini yang selanjutnya divisualisasikan ke dalam pohon filomemetika Batik Indonesia.

Proses komputasional ini memperlihatkan terjadinya pengelompokan batik berdasarkan wilayah. Sampel desain Batik dari Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, Garut, Riau hingga Bengkulu cenderung mengelompok berdasarkan daerah asalnya. Setiap daerah memiliki karakteristik yang khas.

Hasil yang diperoleh sangat mengejutkan. Mengapa demikian? Sekarang coba kita bayangkan, kita ambil satu buah desain batik acak dari Pasar Klewer, Solo, yang tidak kita ketahui asalnya. Lalu kita foto dengan kamera digital. Setelah melalui proses perhitungan di komputer maka secara probabilistik dapat diketahui dari daerah mana ia berasal.


"Ini adalah contoh bahwa dengan pendekatan sains sebuah heritage dapat dikembangkan lebih jauh," ujar Idwan. Apalagi software yang dibangun untuk menghasilkan desain secara real time berbasis open source sehingga berpotensi besar dikembangkan terus kemampuannya melalui komunitas. Teori fraktal selama ini dipakai dalam metode mutakhir untuk mengenali gejala retakan pada isolator listrik atau pesawat.

Pemanfaatan teori fraktal sangat berguna untuk menandai motif batik asli Indonesia sehingga tak diakui sebagai produk negara lain. Namun akan lebih bermanfaat jika penemuan ini lebih menggairahkan industri batik sehingga menjadi salah satu sumber perekonomian nasional

.Sumber: RumahBatik.com

Selasa, 26 Oktober 2010

Batik Unik Tanah Liek


Setahun sudah batik diakui Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya atau UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia. Batik yang selama ini dikenal sebagai budaya masyarakat Jawa, ternyata juga dijumpai di Sumanik, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.

Masyarakat di sana menyebutnya dengan batik tanah liek, yang artinya batik tanah liat. Uniknya, tak seperti di Jawa, mereka memproduksi batik yang direndam dalam tanah liat untuk memunculkan warna yang berbeda. Proses perendaman untuk membuat batik ini dilakukan sebelum dan sesudah pembuatan. Pewarnanya pun berasal dari tumbuhan, seperti getah gambir untuk warna merah atau getah kulit jengkol untuk warna hitam.

Batik Ranah Minang punya ciri khas tersendiri jika dibandingkan dengan batik Jawa, baik corak mapun warna. Terutama, media pewarna dasar kain berupa tanah liat dengan cara merendam dasar kain yang belum dibubuhi motif batik ke dalam larutan tanah liat. Perendaman ini bisa memakan waktu lebih dari satu hari untuk mendapatkan ketahanan warna tanah yang menyatu dengan kain. Setelah itu, kain dicuci bersih lalu dibubuhi motif batik, seperti kaluak paku, itiak pulang patang, parang rusak, maupun motif berupa kekayaan flora dan fauna alam Ranah Minang.

Di Sumbar, sentra batik tanah liek ada di tiga daerah, yakni Padang dengan Batik Monalisa, di Dharmasraya dan Pesisir Selatan. Meski sama-sama batik tanah liek, namun motif di masing-masing daerah berbeda-beda sesuai topografi dan kekayaan alam masing-masing. Di Dharmasraya misalnya, selain motif dasar, juga ada pembaharuan motif seperti bunga sawit yang terinspirasi dari bunga sawit yang mekar di perkebunan sawit yang banyak terdapat di daerah ini.

Batik tanah liek adalah batik khas Minangkabau yang motifnya dibuat dari pewarna berbahan tanah liat. Tak ada catatan sejarah sejak kapan kerajinan batik tanah liek muncul di Sumatera Barat. Tetapi diyakini telah dikenal masyarakat Minang sejak abad ke-16 dan digunakan sebagai kain adat. Diduga batik ini muncul dari pengaruh kebudayaan Cina dan hanya dibuat beberapa orang perajin seperti di Tanah Datar. Tapi kerajinan ini hilang tanpa jejak sejak zaman peperangan, mungkin zaman pendudukan Jepang. Hingga kemudian diperkenalkan kembali pada 1994.

Proses pembuatan sehelai batik tanah liek tulis yang memakan waktu satu hingga dua bulan ini menjadikan harga warisan budaya dari Ranah Minang tersebut mencapai Rp 2 juta sehelainya. Anda berminat mengoleksinya?


sumber: RumahBatik.com

Senin, 04 Oktober 2010

Dari Nongkrong Terbitlah Bisnis

Kamis sore kami kedatangan jurnalis Warta Kota setelah sebelumnya sepakat untuk bertemu. Mereka tertarik untuk menulis usaha kami karena dianggap unik .Pembicaraan sangat santai dan mengalir....



Sehingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan saatnya salat Isya. Padahal yang efektif untuk wawancara kurang dari satu jam. Berarti tempat kami memang cocok buat nongkrong, ngobrol, menunggu... :)

Pembicaraan kami ternyata dimuat di Warta Kota edisi Minggu, 3 Oktober 2010. Terima kasih Warta Kota



Selasa, 21 September 2010

Batik Corak Sea Games

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Malarangeng meluncurkan secara resmi batik bercorak cabang olah raga yang akan dipertandingkan pada SEA Games 2011 mendatang.

Selain meluncurkan batik karya dari desainer Jaja Sutrija itu, Menpora secara resmi juga meluncurkan desain kaos Pusaka Merah Putih yang akan beredar selama SEA Games berlangsung.

"Desain batik dan kaos cukup menarik dan telah mampu menunjukkan indentitas bangsa," katanya di sela peluncurkan yang bertepatan dengan pembukaan Pekan Haornas di halaman Kemenpora Jakarta, Senin.

Batik bercorak cabang olah raga yang dipertandingkan dalam SEA Games 2011 terdiri dari 40 macam. Pada peluncuran secara resmi corak batik yang ditampilkan oleh model sebanyak tujuh macam yaitu sepak bola, golf, bola basket, lari, balap sepeda, panahan, dan tenis.

Untuk kaos Pusaka Merah Putih yang merupakan karya dari Weni Indrawan berjumlah lima macam di antaranya bergambar cabang olah raga, pahlawan nasional dan bercorak tulisan "I Love Indonesia".

Menurut dia, SEA Games 2011 yang digelar di Tanah Air merupakan hajatan besar yang harus disukseskan. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada semua pihak untuk ikut mensukseskan evant dua tahunan tersebut.

"Ini adalah peluang kita untuk menjadi juara umum. Jadi kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik," katanya.

SEA Games 2011 sesuai dengan rencana akan digelar di dua tempat yaitu Sumatra Selatan dan Jakarta. Adapun pelaksanaannya diperkirakan berlangsung 11 November 2011.

Untuk mempersiapkan atlet yang akan diturunkan di SEA Games 2011 mendatang, pemerintah dan KONI/KOI telah menyiapkan jauh-jauh hari yaitu melalui Program Indonesia Emas (PRIMA).

Pada program itu seluruh atlet yang diproyeksikan turun di SEA Games telah digembleng oleh pelatih-pelatih handal baik dari dalam dan luar negeri. Bahkan seluruh atlet juga digembleng di markas Kopassus di Batujajar Bandung, Jawa Barat.


sumber: rumahbatik.com