Kamis, 14 Agustus 2008

Laki-laki 'Telmi'

Pernahkah kita melihat penjaga stan pameran yang berpakaian 'aduhai'? Bohong ah kalau kita mengatakan belum pernah. Saya yakin banyak sekali di antara kita yang hafal betul pameran-pameran apa saja yang penjaga stan nya didominasi yang 'bening' nan aduhai dengan pameran yang stand guide nya biasa-biasa saja. :)

Mengapa para pemilik stan pada pameran produk tertentu masih sering memajang 'boneka' cantik di lini depan sedangkan sales force yang sudah terlatih menjual diletakkan di belakang? Saya ibaratkan 'boneka' karena fungsi utamanya memang hampir persis manekin, hanya berdiri diam. Bedanya mereka ini mampu senyum-senyum dan memang lebih enak dilihat dari pada boneka beneran. :)

Tentu saja para pemilik stan punya asumsi kalau yang ditaruh di garis depan adalah para 'boneka' cantik, lead stan nya akan tinggi. Dan imbasnya penjualan produk yang dipercayakan kepada mereka juga makin tinggi. Tapi apakah asumsi ini benar?

Hari ini saya melihat tulisan yang menarik di kompas.com:

Kemolekan tubuh kaum wanita yang mengenakan bikini ternyata bisa membuat pria telmi alias telat mikir. Demikian menurut laporan berjudul Bikinis Instigate Generalized Impatience in Intertemporal Choice, yang dimuat dalam Journal of Consumer Research.

Dalam sebuah "percobaan bikini", peneliti dari Belgia melakukan beberapa seri uji coba terhadap 358 pria muda. Mereka diminta mengikuti serangkaian tes, salah satunya adalah pria-pria tadi diminta menawar harga sambil melihat video wanita berbikini di pantai dan video pemandangan.
"Para pria jadi lebih impulsif dalam segala hal setelah melihat hal-hal yang seksi, seperti wanita berbikini," kata Bram Van den Bergh, pemimpin penelitian.

Bukti lainnya adalah penelitian yang dilakukan dua peneliti, George Loewenstein dari Carnegie Mellon University dan Dan Ariely dari MIT, yang berjudul Heat of the Moment: The Effect of Sexual Arousal on Sexual Decision Making. Para peneliti menemukan bahwa pria yang mendapat rangsangan seksual seringkali melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak direncanakan olehnya.

"Ketika kita memikirkan seks, sedikit banyak yang bisa kita pikirkan hanya seks. Sehingga wajar jika para pria melakukan tindakan yang tidak seharusnya, misalnya menolak memakai kondom," ujar Loewnstein.

Ada fakta menarik lainnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa iklan yang menampilkan wanita cantik dan seksi, tidak akan membuat pria mengingat jenis produknya. Mereka tak akan peduli apa mereknya atau keunggulannya. Yang diingat hanyalah alangkah moleknya tubuh sang model.
-----------

Jadi, masihkah kita mempercayakan produk kita, brand kita kepada mereka? Rugi besar dong. :)

3 komentar:

  1. solusi ekonomi30 Agustus 2008 02.50

    salam kenal

    BalasHapus
  2. Wah kalau saya pas lihat pameran, stan yang ada bonekanya gini paling saya hindari
    GRogi habis...

    BalasHapus
  3. hum hum... bener juga

    www.telmi.co.cc

    BalasHapus