Kamis, 23 Juni 2011

Batik Badminton

Pertandingan bulutangkis kelas dunia, Djarum Indonesia Open (DIO) 2011, menjadi ajang bagi desainer Oscar Lawalata untuk memperkenalkan rancangan pakaian tradisional khas Indonesia bagi atlet olahraga tersebut. Pada tahun ini, para peserta  mendapatkan "traditional experience". Jika tahun lalu peserta diberikan pelajaran dan kesempatan untuk membatik, tahun ini mereka akan mengenakan baju batik rancangan Oscar Lawalata, salah satu designer kenamaan Indonesia.

"Saya membuat sepuluh potong baju, masing-masing lima untuk perempuan dan laki-laki," ujar Oscar yang ditemui dalam acara jamuan makan tersebut, Selasa malam.

Ia mengatakan, tema rancangan yang menggunakan bahan batik Kudus tersebut bukan hanya elegan dan sporty, tetapi juga simpel, kasual namun tetap tampil beda.

"Saya melakukan riset dulu mengenai fisik calon pemakainya," kata saudara kandung artis Mario Lawalata yang mengaku mendapat permintaan untuk merancang busana tersebut sekitar satu setengah bulan lalu.

"Sebagai tuan rumah, tentu kami ingin menjamu dengan baik semua peserta yang telah jauh-jauh datang ke negara kita. Selain itu, kami ingin mereka mengetahui sedikit tentang budaya Indonesia, untuk itulah kami membalut nuansa welcome dinner yang biasanya berkesan western menjadi khas Indonesia," ujar perwakilan PT Djarum, Roland Halim.

Oscar adalah seorang designer yang kerap menggunakan kain-kain khas Indonesia dalam karyanya. Dengan ratusan klien, dan menjadi salah satu designer tersukses di Tanah Air, Oscar pun tercatat pernah mengadakan fashion show batik di Amerika Serikat pada 2009, kemudian pada 2010 dia mengeluarkan koleksi busana rancangannya dengan bahan dasar tenun ikat. Untuk para atlet DIO kali ini, Oscar menggunakan batik Kudus sebagai bahan dasar rancangannya.


Beberapa atlet yang tampak mengenakan batik pada malam itu adalah Taufik Hidayat, Lee Chong Wei, Peter Gade, Tine Baun, Lindaweni Fanetri dan Maria Febe Kusumastuti.

Selain itu, Peter Gade dan Tine Baun sempat mencoba membuat shuttlecock. "Saya mungkin baru bisa menyelesaikannya dalam tiga jam," kata Peter.


sumber: bisniscom, antaranews
foto: kaskus.com

2 komentar: