Rabu, 14 Mei 2008

Undangan Pembicara Lokakarya


"Selamat pagi Pak Abduh,

Menindaklanjuti FGD Ekonomi Kreatif di Dept. Perdagangan beberapa waktu lalu, kami mengundang Anda kembali sebagai Pembicara dalam Pekan Produk Budaya Indonesia 2008.

Acara yang kami jadwalkan untuk Anda adalah LOKAKARYA PRODUK BUDAYA untuk SEKTOR KERAJINAN yang akan diadakan pada :

Hari / tanggal : Jumat / 6 Juni 2008
Waktu : 13.00 - 15.00 WIB
Tempat : Merak II, Jakarta Convention Center
Topik : Kerajinan Sebagai Sentra Ekonomi Rakyat yang Mencerminkan Keanekaragaman Budaya Indonesia Berdaya Saing Tinggi dengan Kualitas, Biaya, dan Pengiriman yang Kompetitif.

Untuk lebih lengkap, dapat dilihat pada TENTATIVE RUNDOWN yang kami lampirkan.

Dalam Lokakarya nanti, kami berharap Anda tidak saja hanya bercerita mengenai DUNIA KERAJINAN DI INDONESIA itu sendiri. Namun Anda diharapkan dapat menjabarkan mengenai : ....................."

------------

Itulah undangan yang saya terima kemarin via email. Kaget, deg-degan, cemas, senang campur aduk jadi satu. Saya sama sekali tidak menyangka akan mendapat kehormatan yang begitu besar dari panitia.

Saya tahu persis tahun lalu pada acara yang sama, Pekan Produk Budaya Indonesia 2007, selain pameran, pembicara pada lokakarya tersebut adalah pribadi-pribadi kelas satu, papan atas. Pada sektor busana yang jadi pembicara adalah: Iwan Tirta, Hari Dharsono, Ghea Panggabean.

Untuk sektor kerajinan menampilkan Dekan (atau Pembantu Dekan, saya lupa) Fakultas Seni Rupa & Desain ITB, Warwick Purser (Pengusaha besar kerajinan & eksportir asal Australia yg sudah jadi WNI), dan pakar & praktisi produk kerajinan plus dosen dari ITB.

Sedangkan pada Sektor Pemasaran atau Ekspor, panitia harus mendatangkan 6 (enam) Duta Besar Indonesia yang bertugas di: Amerika, Australia, Afrika Selatan, Polandia, Eropa Timur, dan Amerika Selatan.

Tahun ini, Pekan Produk Budaya Indonesia 2008, banyak nama besar yang juga jadi nara sumber. Sebut saja: Raam Punjabi, Garin Nugroho, Darwis Triadi, Adrie Subono, Peter F Gontha, Erwin Gutawa, Sofyan Wanandi, dan lain-lain. Dan masih banyak lagi.

Panitia juga mendatangkan 10 Duta Besar Indonesia yang bertugas di: Uzbekistan, Italia, India, Jerman, Mesir, UEA, Brazil, Jepang, Kanada, Korsel.

Speechless... Saya disandingkan dengan nama-nama besar tersebut.

2 komentar:

  1. Ya sudah sepantasnya, seorang Raja Batik, berbicara dihadapan para Raja lainnya.

    Speechless? Of course not... anggap aja di depan Raja Batik, semuanya adalah produk batik begitu ..hehehe...

    Selamat dan Sukses Selalu, Mas Abduh.

    Salam Luar Biasa Prima,
    Wuryanano

    BalasHapus
  2. This set of unspoken pandora jewerly rules went unchallenged it's not pandora bead and this extra weight, almost magically, pandora charms bracelets everything changed.Brings about acne could Pandora beads find out how traditions evolve, they simply do. To discount pandora the creative mind, images of a wizened pandora sale old wizard sitting atop a stone tower towards discount pandora charms the top of by far the largest mountain pop into your head. He sits Pandora beads 2010 in his white robe stroking his long a few facial beard pandora beads charms coupled with surveys the earth's weddings to be which buy pandora charm has a look of greatly consternation.

    BalasHapus