Selasa, 10 Juli 2007

Pede


"Bangsa Indonesia itu pinter-pinter lho, siapa bilang bodoh?" kata Jaya Suprana pada acara Beyond Marketing di JakTV tadi malam. "Justru orang-orang Jerman banyak sekali yang bodoh. Murid saya itu bodo-bodo lho," sambung bos Jamu Jago ini. Memang, Jaya Suprana pernah 10 tahun tinggal di negaranya Michael Schumacher dan menjadi guru sekolah di sana.

Jaya Suprana tidak salah. Kita bisa lihat buktinya. Di ajang Olimpiade Fisika Dunia yang diadakan di Singapura Juli 2006 siswa Indonesia menjadi juara Dunia. Tim Indonesia menyabet 4 medali emas dan 1 perak. Cina memang merebut lima emas tetapi absolute winner dipegang oleh Jonathan Pradana Mailoa dari Indonesia.

Kejuaraan Dunia Fisika ini diikuti oleh 86 negara dengan 384 siswa. Negara-negara yang kita kenal punya power tinggi seperti Taiwan, Korea, Amerika cuma meraih dua emas. Sedangkan Hongaria hanya satu emas. Di mana Jerman? Nyaris tak terdengar....

Tiga hari lagi Tim Olimpiade Fisika kita akan kembali bertarung di ajang Olimpiade Fisika 2007 yang diadakan mulai 13 Juli di Isfahan, Iran. Mudah-mudahan mengulangi sukses 2006.

Kembali ke Jaya Suprana. "Anak-anak Indonesia selalu lebih unggul. Bedanya hanya lah pada kultur, disiplin, dan rasa percaya diri. Orang Jerman memang punya disiplin tinggi, dan mereka sangat pede," tambah penggagas Muri ini. Kalau diranking total nilai Indonesia sebenarnya lebih tinggi dibanding dengan Jerman. "Sumber daya alam kita lebih bagus. SDM juga tidak kalah. Hanya pede yang masih kalah," tambahnya.

Masalah kultur, ada yang kurang pas pada masyarakat kita. "Kalau ada orang yang berprestasi bagus biasanya tidak diapresiasi tapi malah dicela dan berusaha dijatuhkan nama baiknya. Beda sekali dengan di sana. Orang yang berprestasi bisa dijadikan pancingan supaya yang lain lebih berprestasi lagi," sambung Jaya.

Soal kurangnya pede pada Bangsa kita mungkin sudah menjadi penyakit akut. Betapa sering kita jauh lebih menghargai ekspatriat (baca: londo) dibanding dengan kinerja Bangsa sendiri. Orang-orang londo, baik londo jerman, londo Inggris, maupun londo-londo lain :) selalu kita hargai di luar kewajaran. Padahal mereka tidak lebih pinter dibanding kita.

Untuk soal ini saya jadi teringat dengan Pak Kwik Kian Gie. Mantan Menko Ekuin dan Ketua Bappenas ini pernah gusar dengan kurang pede-nya bangsa Indonesia. "Londo yang ada di negara berkembang adalah londo-londo kelas kambing. Mereka bodoh-bodoh," kata Pak Kwik. "Orang-orang bule kelas I biasanya ditaruh di kantor pusat di negara mereka. Yang kelas II ditaruh di negara new rising seperti Jepang, Korea, Hongkong, dan Singapura. Nah yang kelas kambing baru lah dibuang ke negara berkembang termasuk ke Indonesia."

Jadi hanya pede lah yang bisa mengangkat harkat Bangsa sendiri seperti yang pernah kita alami pada masa Bung Karno dulu... wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar